Sukses

FimelaMom

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Menelan Benda Asing?

ringkasan

  • Menelan benda asing adalah kejadian umum pada anak, namun beberapa benda seperti baterai kancing dan magnet memerlukan penanganan medis darurat karena risiko komplikasi serius.
  • Orang tua harus mengenali tanda dan gejala anak menelan benda asing, serta segera mencari pertolongan medis jika ada kesulitan bernapas, nyeri parah, atau benda berbahaya yang tertelan.
  • Pencegahan adalah kunci utama dengan menjauhkan benda kecil dari jangkauan anak, memastikan mainan sesuai usia, dan mengajarkan kebiasaan makan yang aman.

Fimela.com, Jakarta - Menelan benda asing merupakan kejadian yang sering dialami anak-anak, terutama balita dan prasekolah. Mereka cenderung menjelajahi dunia dengan memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya. Di Amerika Serikat saja, lebih dari 80.000 anak menelan benda non-makanan setiap tahun, seperti koin, magnet, dan baterai.

Meskipun sebagian besar benda yang tertelan dapat melewati sistem pencernaan tanpa masalah, beberapa di antaranya berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Kondisi ini memerlukan intervensi medis segera untuk menghindari dampak yang lebih fatal. Oleh karena itu, penting bagi Sahabat Fimela untuk memahami langkah penanganan yang tepat.

Mengetahui tanda dan gejala serta tindakan darurat yang harus dilakukan adalah kunci. Dengan informasi yang akurat, orang tua dapat bertindak cepat dan benar saat menghadapi situasi ini, melindungi buah hati dari bahaya yang tidak terduga.

Mengenali Tanda dan Gejala Anak Menelan Benda Asing

Sahabat Fimela, anak yang menelan benda asing mungkin tidak selalu menunjukkan gejala langsung. Namun, ada beberapa indikator yang dapat menjadi petunjuk adanya masalah serius. Kewaspadaan orangtua sangat dibutuhkan untuk mendeteksi tanda-tanda ini sejak dini.

Tanda-tanda umum yang mungkin muncul meliputi batuk, air liur berlebihan, atau bahkan air liur berdarah. Anak juga bisa tersedak, tersengal-sengal, atau muntah setelah menelan benda. Beberapa anak mungkin menolak makan atau minum, serta mengeluhkan nyeri di leher, dada, atau tenggorokan.

Gejala yang lebih serius dan memerlukan perhatian segera adalah kesulitan bernapas, suara napas mengi, atau ketidakmampuan untuk berbicara, batuk, atau menangis. Nyeri perut yang tidak dapat dijelaskan, iritabilitas, atau adanya darah dalam tinja juga menjadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis Darurat

Dalam beberapa kasus, menelan benda asing adalah kondisi gawat darurat yang membutuhkan tindakan medis secepatnya. Sahabat Fimela harus segera mencari pertolongan darurat jika anak menunjukkan gejala serius atau menelan benda berbahaya.

Hubungi nomor darurat lokal segera jika anak mengalami kesulitan bernapas, tersedak, mengi, atau tidak dapat berbicara, batuk, atau menangis. Kondisi ini mengindikasikan adanya sumbatan pada saluran napas yang sangat berbahaya.

Segera bawa anak ke ruang gawat darurat jika Anda melihatnya menelan baterai kancing, magnet, atau benda tajam. Penanganan cepat diperlukan untuk mencegah kerusakan organ internal. Selain itu, jika anak mengalami nyeri parah, kesulitan menelan, atau batuk terus-menerus setelah menelan sesuatu, jangan tunda untuk mencari bantuan medis.

Benda Asing Berbahaya yang Sering Ditelan Anak-anak

Tidak semua benda asing yang tertelan memiliki tingkat bahaya yang sama. Beberapa benda sangat berbahaya dan memerlukan perhatian medis segera karena dapat menyebabkan komplikasi serius.

Baterai Kancing (Button Batteries) adalah salah satu benda paling berbahaya. Baterai ini dapat menyebabkan luka bakar kimiawi parah pada kerongkongan dalam waktu dua jam, bahkan jika baterai sudah habis. Kerusakan dapat terjadi akibat arus listrik, iritasi kimiawi, dan tekanan. Jika tersangkut di kerongkongan, ini adalah keadaan darurat yang mengancam jiwa. Jika anak menelan baterai kancing, berikan madu (10 mililiter atau sekitar 2 sendok teh setiap 10 menit) jika anak berusia lebih dari 1 tahun, sambil menunggu perawatan darurat. Madu dapat melapisi baterai dan kerongkongan, serta menyebarkan sebagian muatan listrik, mengurangi cedera jaringan.

Magnet juga sangat berbahaya, terutama jika anak menelan lebih dari satu magnet atau satu magnet bersama benda logam lainnya. Magnet dapat saling menarik di dalam usus, menjepit jaringan usus, dan menyebabkan lubang atau kerusakan serius. Selain itu, benda tajam atau berujung lancip seperti jarum, peniti, atau paku payung, dapat tersangkut dan menyebabkan tusukan pada saluran pencernaan.

Koin adalah benda yang paling sering ditelan anak-anak yang memerlukan perhatian medis. Koin berdiameter lebih dari 2 cm (seperti koin 20 sen atau 50 sen Australia) mungkin tidak dapat melewati pilorus anak kecil. Manik-manik air (water beads) dapat mengembang secara signifikan di dalam tubuh, menyebabkan obstruksi usus. Terakhir, produk pembersih rumah tangga atau deterjen pods dapat menyebabkan luka bakar kimiawi pada kerongkongan dan jaringan pencernaan, karena warnanya yang cerah bisa menarik perhatian balita.

Prosedur Penanganan Medis untuk Benda Asing Tertelan

Ketika anak tiba di ruang gawat darurat setelah menelan benda asing, tim medis akan melakukan serangkaian prosedur untuk menentukan lokasi dan cara penanganan terbaik. Penting bagi Sahabat Fimela untuk memahami proses ini agar tidak panik.

Langkah awal biasanya melibatkan pencitraan medis, seperti rontgen dada, perut, atau leher, untuk menemukan lokasi benda asing. Namun, perlu diingat bahwa beberapa benda seperti plastik, kayu, atau tulang ikan kecil mungkin tidak terlihat pada rontgen.

Dalam banyak kasus, benda yang ditelan dapat dikeluarkan dengan prosedur endoskopi. Prosedur ini menggunakan tabung tipis dan fleksibel dengan kamera kecil yang dimasukkan melalui mulut ke saluran pencernaan. Endoskopi darurat direkomendasikan untuk baterai kancing yang tersangkut di kerongkongan, magnet, dan benda tajam.

Jika benda yang tertelan adalah benda tumpul kecil dan anak tidak menunjukkan gejala, dokter mungkin merekomendasikan pendekatan observasi. Sebagian besar benda akan melewati sistem pencernaan dalam beberapa hari hingga empat minggu. Orangtua disarankan untuk memeriksa tinja anak untuk melihat apakah benda tersebut keluar. Dalam kasus yang jarang terjadi, pembedahan mungkin diperlukan jika benda asing tidak dapat dikeluarkan secara endoskopi, menyebabkan komplikasi serius, atau tersangkut di lokasi yang sulit dijangkau.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Anak Menelan Benda Asing

Menghadapi situasi anak menelan benda asing bisa membuat orang tua panik, tetapi ada beberapa tindakan yang justru harus dihindari. Melakukan hal yang salah dapat memperburuk kondisi anak dan menimbulkan bahaya lebih lanjut.

Pertama, jangan mencoba mengeluarkan benda dengan jari Anda jika tidak dapat melihatnya. Tindakan ini berisiko mendorong sumbatan lebih dalam ke saluran napas, terutama pada anak kecil, dan dapat menyebabkan cedera.

Kedua, hindari memancing muntah pada anak. Benda yang tertelan bisa berpindah dari kerongkongan ke saluran napas saat muntah, yang sangat berbahaya dan mengancam jiwa. Terakhir, jangan memberikan minyak mineral, pencahar, atau katartik sebagai pengobatan rumahan. Zat-zat ini tidak efektif dalam mengeluarkan benda asing dan justru dapat menimbulkan masalah pencernaan lainnya.

Langkah-langkah Pencegahan Anak Menelan Benda Asing

Pencegahan adalah strategi terbaik untuk menghindari anak menelan benda asing dan potensi bahaya yang menyertainya. Dengan langkah-langkah proaktif, Sahabat Fimela dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi buah hati.

Pastikan untuk selalu menjauhkan benda-benda kecil dari jangkauan anak-anak. Ini termasuk koin, baterai, magnet, dan bagian mainan kecil yang mudah terlepas. Periksa lantai dan karpet secara teratur untuk mengambil benda-benda yang dapat tertelan.

Pilih mainan yang sesuai dengan usia anak dan simpan semua bagian kecil dengan aman. Ajari anak untuk hanya memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan hindari memberikan permen atau permen karet kepada anak di bawah usia 5 tahun. Selalu pastikan anak makan hanya saat duduk untuk mencegah tersedak. Simpan produk pembersih rumah tangga, terutama deterjen pods, di tempat yang terkunci atau jauh dari jangkauan anak-anak. Terakhir, simpan nomor telepon Poison Control (Pusat Pengendalian Racun) atau nomor darurat lokal lainnya agar selalu siap sedia.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading