Sukses

FimelaMom

Seputar Hormon Kehamilan, Mengapa Rambut Lebih Tebal dan Cara Menyegarkan Penampilan

ringkasan

  • Hormon kehamilan seperti estrogen dan progesteron memperpanjang fase pertumbuhan rambut, membuat rambut tampak lebih tebal dan berkilau selama mengandung.
  • Penurunan drastis hormon setelah melahirkan memicu kerontokan rambut pascapersalinan (telogen effluvium) yang bersifat sementara, umumnya berlangsung 6-12 bulan.
  • Perawatan rambut yang lembut, nutrisi seimbang, dan pengelolaan stres adalah kunci untuk menjaga kesehatan rambut selama kehamilan dan mengatasi kerontokan pascapersalinan.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kehamilan seringkali membawa berbagai perubahan menakjubkan pada tubuh seorang wanita, termasuk pada kondisi rambut. Banyak ibu hamil merasakan rambutnya menjadi lebih tebal, berkilau, dan sehat dari biasanya, sebuah fenomena yang sering disebut sebagai 'rambut kehamilan'. Ini bukan sekadar mitos, melainkan hasil dari fluktuasi hormon yang signifikan di dalam tubuh.

Perubahan ini terjadi karena hormon-hormon tertentu, seperti estrogen dan progesteron, memengaruhi siklus pertumbuhan rambut secara langsung. Akibatnya, rambut yang seharusnya rontok tetap tertahan lebih lama di kulit kepala, menciptakan ilusi rambut yang lebih penuh. Namun, tidak semua perubahan selalu positif, beberapa wanita mungkin mengalami tekstur rambut yang berbeda atau bahkan pertumbuhan rambut di area yang tidak biasa.

Memahami bagaimana hormon kehamilan memengaruhi pertumbuhan rambut Anda adalah langkah awal untuk merawatnya dengan tepat. Artikel ini akan mengupas tuntas peran hormon, perubahan yang terjadi, serta memberikan panduan praktis untuk menyegarkan penampilan rambut Anda, baik selama maupun setelah masa kehamilan.

Misteri di Balik Rambut Tebal Saat Hamil: Peran Hormon Ajaib

Selama kehamilan, tubuh wanita mengalami lonjakan hormon yang luar biasa, dan hormon-hormon ini memainkan peran sentral dalam perubahan kondisi rambut. Estrogen adalah salah satu hormon utama yang bertanggung jawab atas rambut yang tampak lebih tebal dan berkilau. Kadar estrogen yang tinggi secara signifikan memperpanjang fase pertumbuhan (anagen) folikel rambut, sehingga lebih sedikit rambut yang rontok dari biasanya. Peningkatan kadar estradiol juga menunda siklus kerontokan alami rambut dan sirkulasi darah yang lebih baik memberikan nutrisi ekstra ke folikel rambut.

Selain estrogen, hormon progesteron juga turut berperan penting. Kadar progesteron yang tinggi selama kehamilan menjaga rambut tetap dalam fase pertumbuhan dan mengurangi kerontokan, serta menghambat aksi DHT, hormon yang terkait dengan penipisan rambut. Perubahan kompleks lainnya, termasuk peningkatan human chorionic gonadotropin, prolaktin, berbagai faktor pertumbuhan, dan sitokin, juga berkontribusi pada peningkatan laju pertumbuhan rambut, diameter rambut, dan rasio anagen/telogen. Hormon tiroid juga mendukung aktivitas metabolisme dan pertumbuhan sel secara keseluruhan.

Setiap helai rambut melewati tiga fase utama: Anagen (fase pertumbuhan aktif), Katagen (fase transisi singkat), dan Telogen (fase istirahat/kerontokan). Selama kehamilan, kadar estrogen yang lebih tinggi menjaga lebih banyak rambut dalam fase anagen dan menunda fase kerontokan alami. Akibatnya, rambut yang seharusnya rontok tetap tertahan, membuat rambut terasa lebih tebal dan penuh. Penting untuk diingat bahwa helai rambut individual tidak menjadi lebih tebal, tetapi jumlah rambut yang rontok berkurang sehingga terlihat lebih padat.

Perubahan rambut selama kehamilan tidak hanya terbatas pada ketebalan. Banyak wanita merasakan rambut mereka terasa lebih tebal, penuh, dan berkilau sekitar minggu ke-15 hingga ke-20 kehamilan. Namun, hormon kehamilan juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut tambahan di area yang biasanya tidak berambut, seperti wajah, dada, perut, dan lengan, yang umumnya akan hilang setelah melahirkan. Beberapa wanita mungkin mengalami perubahan tekstur rambut, menjadi lebih kering, berminyak, atau bahkan berubah dari keriting menjadi lurus atau sebaliknya. Peningkatan hormon juga dapat memicu produksi minyak lebih tinggi, membuat rambut terasa lebih berminyak.

Mengatasi Badai Kerontokan Pascapersalinan: Telogen Effluvium

Setelah melahirkan, banyak wanita mengalami kerontokan rambut yang signifikan, sebuah kondisi yang dikenal sebagai telogen effluvium atau kerontokan rambut pascapersalinan. Ini adalah hal yang normal dan merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan hormonal yang drastis. Penurunan kadar hormon, terutama estrogen dan progesteron, kembali ke tingkat pra-kehamilan setelah melahirkan, menyebabkan banyak rambut yang sebelumnya berada dalam fase pertumbuhan secara bersamaan beralih ke fase istirahat dan kemudian rontok.

Kerontokan rambut pascapersalinan biasanya dimulai sekitar 2-4 bulan setelah melahirkan dan puncaknya sering terjadi antara 3-6 bulan. Meskipun bisa mengkhawatirkan, kondisi ini umumnya bersifat sementara. Rambut sebagian besar wanita akan kembali ke kondisi normal dalam waktu 6-12 bulan setelah melahirkan, atau paling lambat dalam 1 tahun. Penting untuk diingat bahwa ini adalah bagian dari proses pemulihan alami tubuh.

Selain perubahan hormon, beberapa faktor lain dapat memperburuk kerontokan rambut pascapersalinan. Stres fisik dan emosional akibat persalinan dan merawat bayi baru lahir, serta kurang tidur, dapat menjadi pemicu. Kekurangan nutrisi, terutama jika ibu menyusui dan tubuh memprioritaskan pengiriman nutrisi untuk produksi ASI, juga dapat berkontribusi. Genetika juga berperan, di mana beberapa wanita mungkin lebih rentan mengalami perubahan rambut yang signifikan. Asosiasi Menyusui Australia mencatat bahwa tidak ada hubungan antara menyusui dan kerontokan rambut pascapersalinan.

Rahasia Rambut Sehat dan Menawan: Tips Perawatan Selama dan Setelah Kehamilan

Meskipun perubahan rambut selama kehamilan dan pascapersalinan bersifat sementara, Sahabat Fimela bisa melakukan beberapa cara untuk merawat dan menyegarkan penampilan rambut Anda. Selama kehamilan, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa pewarna rambut semi-permanen dan permanen umumnya aman digunakan karena bahan kimia yang diserap kulit hanya dalam jumlah kecil. Disarankan untuk menunggu hingga trimester kedua, memastikan perawatan dilakukan di area berventilasi baik, dan memilih pewarna semi-permanen atau highlight. Selalu lakukan patch test karena kulit bisa lebih sensitif saat hamil.

Untuk perawatan umum selama kehamilan, pijat rambut dan kulit kepala dapat meningkatkan aliran darah dan mendorong pertumbuhan rambut. Gunakan sampo dan kondisioner yang lembut, serta hindari menyisir rambut basah karena lebih rentan patah. Memotong ujung rambut secara teratur dapat mengatasi ujung bercabang atau kasar. Sesuaikan produk perawatan dengan jenis rambut Anda yang mungkin berubah. Minimalisir penggunaan alat penata panas dan kelola stres dengan latihan teratur, meditasi, atau yoga. Konsumsi vitamin prenatal dan diet seimbang kaya nutrisi seperti buah, sayur, protein sehat, dan biji-bijian juga sangat penting.

Pascapersalinan, untuk mengatasi kerontokan, pilih produk yang memberikan volume dan hindari kondisioner yang terlalu berat. Oleskan kondisioner hanya pada ujung rambut, bukan kulit kepala. Sisir rambut basah dengan hati-hati menggunakan sisir bergigi jarang. Biarkan rambut kering secara alami atau gunakan pengering rambut dengan pengaturan panas rendah. Hindari penataan panas berlebihan dan bahan kimia keras. Pertimbangkan gaya rambut rendah perawatan seperti kepang longgar untuk mengurangi ketegangan pada rambut.

Perawatan kulit kepala juga krusial; pijat kulit kepala secara teratur untuk merangsang aliran darah dan gunakan sampo bebas sulfat yang lembut. Lanjutkan diet seimbang dan pertimbangkan suplemen yang kaya vitamin C, biotin, asam amino, asam folat, dan protein. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyarankan suplemen vitamin D harian untuk ibu hamil dan menyusui. Jika rambut menipis, coba gaya rambut baru yang memberikan ilusi rambut lebih penuh dan hindari gaya yang menonjolkan area penipisan. Untuk rambut bayi yang baru tumbuh, gunakan hairspray dengan sikat kecil atau styling cream/oil untuk merapikannya. Ingatlah, kesabaran adalah kunci karena kerontokan rambut pascapersalinan bersifat sementara, dan rambut Anda akan kembali normal seiring waktu. Jika kerontokan berlebihan berlanjut lebih dari satu tahun, konsultasikan dengan dokter untuk menyingkirkan kondisi kesehatan lain.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading