Fimela.com, Jakarta - Buah mengkudu dikenal punya banyak khasiat, mulai dari menjaga tekanan darah hingga membantu daya tahan tubuh. Sayangnya, rasa pahit dan aroma menyengat sering membuat orang enggan mengonsumsinya secara rutin.
Rasa pahit pada mengkudu berasal dari senyawa alami di dalam daging dan bijinya, salah satunya senyawa yang disebut scopoletin dan asam-asam organik lain. Semakin matang buahnya, biasanya rasa pahit justru sedikit berkurang meski aromanya tetap menyengat. Memahami sumber rasa pahit ini penting agar proses pengolahan bisa menyasar bagian yang tepat, bukan sekadar menutupi baunya saja.
Selain membuat rasanya lebih ramah di lidah, teknik pengolahan yang tepat juga menjaga kandungan nutrisi penting seperti vitamin dan antioksidan tetap utuh. Sahabat Fimela, berikut mengulas tentang cara mengolah buah mengkudu supaya tidak pahit, Senin (26/7/2026).
Advertisement
Advertisement
1. Pilih Buah Mengkudu yang Sudah Matang Sempurna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308045/original/061627700_1785126951-1.jpg)
Langkah pertama yang sering terlewat adalah pemilihan buah. Mengkudu yang masih keras dan berwarna hijau tua cenderung lebih pahit dibanding yang sudah matang penuh.
Ciri mengkudu matang biasanya berwarna putih kekuningan, teksturnya sedikit lunak saat ditekan, dan aromanya sudah mulai tercium meski belum diolah. Memilih buah yang tepat sejak awal akan sangat membantu proses selanjutnya menjadi lebih mudah.
2. Rendam Potongan Mengkudu dalam Air Garam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308046/original/069800800_1785126951-2.jpg)
Salah satu cara mengolah buah mengkudu supaya tidak pahit yang paling sering direkomendasikan adalah merendamnya dalam air garam. Caranya cukup mudah, potong mengkudu menjadi beberapa bagian, lalu rendam dalam larutan air garam selama 15-20 menit.
Setelah itu, bilas dengan air bersih sebelum diolah lebih lanjut. Kandungan garam dipercaya membantu menetralisir rasa pahit sekaligus mengurangi aroma khas yang menyengat.
Advertisement
3. Rebus Dua Tahap dan Buang Air Rebusan Pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308047/original/083863400_1785126951-3.jpg)
Metode rebus dua tahap cocok untuk pemula yang ingin mengonsumsi mengkudu sebagai air rebusan atau obat herbal. Cuci bersih satu hingga dua buah mengkudu matang, potong menjadi enam sampai delapan bagian, lalu buang bijinya.
Rebus potongan tersebut dengan air hingga mendidih selama sekitar lima menit, kemudian buang air rebusan pertama karena bagian inilah yang paling pahit dan pekat aromanya. Setelah itu, rebus kembali dengan air baru hingga mendapatkan rebusan yang lebih ringan di lidah.
4. Jangan Lupa Buang Bijinya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308048/original/091680900_1785126951-4.jpg)
Biji mengkudu memiliki rasa yang sangat pahit dan keras, serta tidak larut dalam air maupun saat direbus. Sebelum diolah menjadi jus, rebusan, atau kudapan lain, sebaiknya biji ini dipisahkan terlebih dahulu dari daging buahnya.
Langkah kecil ini cukup berpengaruh besar terhadap hasil akhir rasa olahan mengkudu.
Advertisement
5. Campurkan dengan Buah Manis saat Membuat Jus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308049/original/002125900_1785126952-5.jpg)
Mengolah mengkudu menjadi jus dengan campuran buah lain adalah cara populer untuk mengurangi rasa pahit sekaligus membuat rasanya lebih enak. Mengkudu bisa dipadukan dengan buah-buahan manis seperti apel, nanas, mangga, atau blewah.
Cukup blender satu buah mengkudu matang bersama potongan buah manis pilihan, tambahkan air kelapa atau es batu agar lebih segar, lalu saring sebelum disajikan. Menghindari tambahan gula berlebih akan membuat manfaat sehatnya tetap terjaga.
6. Tambahkan Pandan, Jahe, atau Sereh untuk Menyamarkan Aroma
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308050/original/010426700_1785126952-6.jpg)
Selain rasa pahit, aroma mengkudu yang tajam juga sering jadi kendala. Menambahkan daun pandan, irisan jahe, atau batang sereh ke dalam rebusan atau jus mengkudu terbukti membantu menyamarkan aroma tersebut sekaligus memberikan sensasi hangat yang lebih nyaman di tenggorokan.
Bahan-bahan dapur ini mudah didapat dan aman dikonsumsi setiap hari.
Advertisement
7. Coba Juga Metode Fermentasi dan Pengeringan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308051/original/021029200_1785126952-7.jpg)
Bagi yang ingin variasi lain, mengkudu juga bisa diolah melalui proses fermentasi menjadi cuka mengkudu. Caranya, iris tipis mengkudu, masukkan ke dalam stoples bersih, lalu rendam dengan cuka apel hingga semua bagian terendam selama beberapa minggu.
Setelah itu saring dan simpan dalam botol bersih untuk digunakan sebagai campuran minuman hangat atau bahan dressing.
Ada pula metode pengeringan, yaitu mengiris tipis mengkudu lalu menjemurnya di tempat teduh berangin atau memakai dehidrator suhu rendah hingga benar-benar kering, kemudian dihaluskan menjadi bubuk yang lebih praktis dikonsumsi sebagai campuran minuman atau kapsul.
Perhatikan Kebersihan dan Takaran Konsumsi
Selain mengetahui cara mengolah buah mengkudu supaya tidak pahit, kebersihan alat dan bahan juga tidak boleh diabaikan. Cuci bersih semua peralatan yang digunakan, pastikan mengkudu dicuci hingga benar-benar bersih dari getah dan kotoran, serta simpan hasil olahan di tempat yang bersih dan tertutup rapat.
Konsumsi mengkudu sebaiknya juga dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan, terutama bagi yang memiliki riwayat gangguan ginjal atau sedang mengonsumsi obat tertentu, agar tetap aman bagi kesehatan tubuh.
Manfaat yang Bisa Didapat dari Konsumsi Mengkudu
Setelah rasa pahitnya berhasil disamarkan, mengkudu menyimpan berbagai manfaat kesehatan yang sayang dilewatkan. Buah ini kaya akan vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif yang dipercaya membantu menjaga tekanan darah, mendukung kesehatan pencernaan, hingga berperan sebagai sumber antioksidan alami bagi tubuh. Dengan pengolahan yang tepat, khasiat tersebut bisa dirasakan tanpa harus menahan rasa tidak nyaman di lidah.
Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana di atas, mengonsumsi mengkudu tidak lagi terasa seperti minum obat pahit. Mulai dari memilih buah matang, merendam air garam, merebus dua tahap, hingga mencampurnya dengan buah manis, semua cara ini bisa dipraktikkan langsung di rumah tanpa peralatan khusus.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengolah Mengkudu supaya Tidak Pahit
1. Apakah merendam mengkudu dengan air garam benar-benar bisa menghilangkan rasa pahit?
Merendam potongan mengkudu dalam air garam selama 15-20 menit terbukti membantu menetralisir rasa pahit sekaligus mengurangi aroma khasnya sebelum diolah lebih lanjut.
2. Bagian mana dari buah mengkudu yang paling pahit?
Biji mengkudu adalah bagian yang paling pahit dan keras, sehingga sebaiknya selalu dibuang sebelum daging buahnya diolah menjadi jus, rebusan, atau kudapan lain.
3. Buah apa yang cocok dicampur dengan mengkudu agar rasanya lebih enak?
Buah manis seperti apel, nanas, mangga, dan blewah cocok dicampur dengan mengkudu saat dijus karena bisa menyamarkan rasa pahit sekaligus menambah kesegaran.
4. Apakah air rebusan pertama mengkudu boleh langsung diminum?
Air rebusan pertama sebaiknya dibuang karena bagian inilah yang paling pahit dan pekat aromanya, lalu direbus ulang dengan air baru untuk hasil yang lebih ringan.
5. Apakah mengkudu aman dikonsumsi setiap hari?
Mengkudu boleh dikonsumsi secara rutin dalam jumlah wajar, namun perlu diperhatikan kebersihan pengolahannya dan sebaiknya berkonsultasi ke dokter bagi yang memiliki gangguan ginjal atau kondisi medis tertentu.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308044/original/049574800_1785126951-MEngolah_mengkudu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4043996/original/034839100_1654500854-vegetables-1939663_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307766/original/052933100_1785072899-IMG_1482.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307769/original/034077700_1785073329-IMG_1486.jpeg)
![Camilan sore dari buah dan sayuran segar bisa menjadi cara sederhana untuk menambah asupan serat sekaligus membantu menjaga kesehatan pencernaan. [Dok/Pexels.com/Lisa from Pexels].](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/20WIN2KCV8NQmQDJPU_G7jXAIjY=/200x200/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526157/original/069846300_1773113415-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_10.25.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307490/original/017331700_1785041079-Gemini_Generated_Image_qpubexqpubexqpub.jpg)
![Aktivitas seni mengasah kreativitas anak Anda. [Dok/Pexels.com/RDNE Stock project].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/sYRo04pdq3jyVEYK1TRLHwhCotw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6211232/original/000151300_1779089269-pexels-rdne-7605918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260534/original/047578000_1781600279-pexels-silverkblack-23224898.jpg)
![Penting bagi orangtua untuk menciptakan pengalaman liburan sekolah yang lebih interaktif agar anak tetap antusias selama perjalanan.[Dok/freepik.com/bearfotos]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/GSPzTjjXeOt4Hp6uEmaK-AJcRQI=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5694836/original/038786000_1778572235-5189.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7756548/original/097066400_1780565583-pexels-pixabay-39691_2.jpg)
![Staycation yang dikemas secara kreatif akan memperkuat ikatan emosional bersama anak. [Dok/Pexels.com/Micah Eleazar].](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/jfrAvSsGA_Vx6yc0_1deRA3GU5Y=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7737925/original/016472200_1780544463-pexels-micahways-10498601.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5256412/original/010386300_1750236587-sensual-photo-cute-little-girl-people-walks-outside-woman-brown-coat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293366/original/017821600_1783695315-DSC09836.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562566/original/083037000_1776832876-2148454494.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9168686/original/052028100_1783089795-SnapInsta.to_731390804_18633683221028089_4612980540689131065_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111127/original/006590700_1783059947-WhatsApp_Image_2026-07-03_at_13.21.44__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537481/original/061504900_1774424944-pexels-polina-tankilevitch-3735155.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6928406/original/044133000_1779698635-young-activists-preparing-action.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2972913/original/082767900_1574245378-josh-applegate-p_KJvKVsH14-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2944946/original/016947600_1571646509-thiago-cerqueira-Wr3HGvx_RSM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4038631/original/060126900_1653984049-humphrey-muleba-xy3iffqI4L0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5384323/original/033026900_1760768424-IMG-20251018-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521169/original/060978200_1772682613-young-woman-looking-concerned-class.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542533/original/032149900_1774946379-smiley-family-high-five.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307172/original/049725600_1784962184-mayat_tanpa_kepala.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307368/original/005039900_1785000809-1001493847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4458178/original/050647500_1686209005-earthquake-g477b52052_640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307360/original/066583000_1784998111-3465dc30-964d-4de6-880a-6e5588afe7e9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/699933/original/_Dawn__Victims.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7282214/original/004443700_1780067930-IMG_0649.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308391/original/087407800_1785139853-Spotify_Taste_Tempo-281.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308197/original/029753800_1785132194-DSC05034_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308341/original/080583500_1785138455-gram23.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304819/original/024259400_1754286750-polina-lavor-Uf4ti10VMgY-unsplash.jpg)