Sukses

Food

7 Trik Sederhana Menggoreng Sosis agar Mengembang dan Tidak Mudah Kempes Setelah Diangkat

ringkasan

  • Pilih sosis dengan kulit elastis dan kadar daging seimbang agar mudah mekar.
  • Buat sayatan simetris pada sosis menggunakan pisau tajam untuk bentuk bunga yang rapi.
  • Rendam sosis dalam air hangat 3-5 menit untuk melenturkan teksturnya sebelum digoreng.

Fimela.com, Jakarta - Trik sederhana menggoreng sosis agar mengembang dan tidak mudah kempes setelah diangkat sebenarnya tidak membutuhkan bahan tambahan atau peralatan khusus. Bentuk sosis yang mekar seperti bunga lebih banyak ditentukan oleh cara memilih sosis, membuat sayatan, menyiapkan sosis sebelum digoreng, serta mengatur panas minyak.

Sosis goreng yang mengembang dengan kelopak terbuka terlihat lebih menarik ketika disajikan. Bentuk seperti ini cocok untuk bekal anak, camilan keluarga, pelengkap nasi, maupun sajian sederhana yang ingin dibuat lebih menggugah selera.

Namun, sosis yang sudah tampak mekar di dalam wajan terkadang justru kembali mengerut setelah diangkat. Kondisi tersebut biasanya berkaitan dengan proses pemanasan yang kurang tepat, sosis terlalu lama digoreng, atau bentuk sayatan yang tidak mendukung sosis membuka secara alami, Kamis (1/10/202).

1. Pilih Sosis dengan Tekstur Padat dan Kulit Elastis

Langkah pertama yang sering luput diperhatikan adalah pemilihan sosis. Tidak semua jenis sosis memberikan hasil yang sama ketika dipotong dan digoreng. Karakter kulit, kepadatan adonan, kadar lemak, serta ketebalan sosis dapat memengaruhi bentuk akhirnya.

Untuk membuat sosis mekar, pilih sosis yang memiliki tekstur cukup padat dengan kulit yang elastis. Sosis ayam dan sapi dapat digunakan selama teksturnya tidak terlalu lembek. Kulit yang lentur akan membantu bagian yang disayat membuka ketika terkena panas.

Sosis yang terlalu tipis atau sangat lunak cenderung lebih mudah berubah bentuk. Sementara itu, sosis dengan kulit yang terlalu kaku bisa sulit membuka secara rapi dan berisiko pecah jika sayatan dibuat terlalu dalam.

Suhu awal sosis juga perlu diperhatikan. Jika sosis disimpan di lemari pendingin, keluarkan dan biarkan sebentar sebelum diolah. Sosis yang sangat dingin dapat membuat suhu minyak turun ketika dimasukkan sekaligus, sehingga proses penggorengan menjadi kurang konsisten.

Salah satu rujukan mengenai teknik memasak sosis dari British Sausage juga menyarankan agar sosis tidak langsung dimasak dalam kondisi sangat dingin. Membiarkannya mencapai suhu yang lebih mendekati suhu ruang dapat membantu proses pemasakan berlangsung lebih merata.

2. Buat Sayatan Simetris agar Sosis Mekar seperti Bunga

Sayatan merupakan bagian terpenting jika ingin mendapatkan sosis goreng berbentuk bunga. Pisau yang digunakan sebaiknya tajam supaya potongan bersih dan tidak membuat permukaan sosis tertarik atau robek.

Letakkan sosis di atas talenan, kemudian buat sayatan dari salah satu ujung menuju bagian tengah. Jangan memotong sampai seluruh bagian sosis terbelah. Sisakan bagian tengah sebagai pengikat agar potongan tetap menyatu ketika digoreng.

Salah satu pola yang mudah dibuat adalah membagi ujung sosis menjadi empat bagian. Jika ingin kelopak yang lebih banyak, sayatan dapat dibuat menjadi enam bagian. Pastikan jarak antarsayatan relatif sama agar bentuk bunga terlihat seimbang.

Kedalaman sayatan juga penting. Potongan yang terlalu dangkal mungkin tidak cukup terbuka ketika terkena panas. Sebaliknya, sayatan terlalu dalam membuat bagian sosis mudah terpisah dan kehilangan bentuk.

Untuk tampilan yang lebih natural, potongan dapat dibuat sedikit menyilang. Akan tetapi, tetap hindari sayatan yang terlalu banyak karena semakin banyak bagian yang dipotong, semakin besar pula kemungkinan sosis kehilangan struktur ketika dimasak.

3. Rendam Sebentar dalam Air Hangat

Salah satu trik tambahan yang dapat dicoba adalah merendam sosis yang sudah disayat dalam air hangat selama sekitar tiga hingga lima menit.

Tujuan langkah ini bukan untuk memasak sosis, melainkan membantu membuat teksturnya lebih lentur sebelum bertemu minyak panas. Sosis yang lebih fleksibel dapat mengikuti perubahan bentuk ketika bagian yang disayat mulai membuka.

Setelah direndam, tiriskan sosis hingga tidak ada air yang menetes. Hal ini penting karena air yang masuk ke minyak panas dapat menyebabkan minyak memercik dan meningkatkan risiko terkena cipratan.

Perendaman juga perlu dilakukan secara singkat. Air yang terlalu panas atau perendaman terlalu lama tidak diperlukan karena sosis pada dasarnya sudah merupakan produk yang siap dimasak atau dipanaskan.

4. Gunakan Minyak yang Cukup dan Panaskan Terlebih Dahulu

Minyak yang belum panas merupakan salah satu penyebab sosis tidak segera mengembang. Ketika sosis dimasukkan ke minyak yang masih hangat, permukaan sosis membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons panas dan dapat menyerap minyak lebih banyak.

Untuk hasil yang lebih konsisten, gunakan minyak yang cukup sehingga sebagian besar permukaan sosis dapat terkena panas. Pada metode deep frying, sumber rujukan Frymax menyebut kisaran sekitar 170–180 derajat Celsius sebagai suhu penggorengan sosis. Suhu tersebut dapat dijadikan acuan untuk teknik menggoreng dengan minyak banyak, sementara pada penggorengan rumahan tetap perlu menyesuaikannya dengan ukuran sosis dan jumlah minyak.

Jika tidak memiliki termometer dapur, jangan langsung memasukkan banyak sosis ke dalam minyak. Pastikan minyak sudah panas dengan api sedang sebelum sosis dimasukkan.

Minyak yang terlalu panas juga tidak ideal. Bagian luar sosis dapat cepat berwarna kecokelatan sementara bagian yang disayat belum sempat membuka secara sempurna. Panas berlebihan juga dapat membuat sosis cepat kering dan kelopaknya menyusut setelah diangkat.

5. Masukkan Bagian Sayatan Menghadap ke Bawah

Posisi sosis ketika pertama kali masuk ke minyak ternyata dapat memengaruhi bentuk mekarnya. Untuk sosis yang sudah dibuat sayatan seperti bunga, bagian yang dipotong dapat diarahkan menghadap ke bawah terlebih dahulu.

Dengan posisi tersebut, panas minyak langsung mengenai celah sayatan. Bagian yang terpotong kemudian perlahan membuka dan membentuk kelopak.

Jangan buru-buru mengaduk sosis begitu dimasukkan. Berikan waktu beberapa detik agar struktur kelopak mulai terbentuk. Jika sosis terus digerakkan sejak awal, potongan yang sedang membuka dapat berubah posisi atau justru menutup kembali.

Setelah bentuk bunga mulai terlihat, balik sosis dengan hati-hati menggunakan penjepit atau spatula. Hindari menusuk bagian sosis dengan garpu karena tekanan dapat merusak bentuk kelopak yang sudah terbentuk.

6. Jangan Menggoreng Terlalu Lama

Tujuan menggoreng sosis bukan membuatnya berada di dalam minyak selama mungkin, melainkan mencapai tingkat kematangan dan warna yang sesuai.

Sosis yang sudah mengembang dan berubah menjadi kuning keemasan umumnya sudah cukup untuk diangkat, terutama jika menggunakan sosis yang memang sudah matang dan hanya perlu dipanaskan serta dibuat renyah di bagian luar.

Rujukan Frymax menyebut penggorengan sosis dengan metode deep frying umumnya berlangsung sekitar empat hingga enam menit, bergantung pada ukuran dan ketebalan. Sementara itu, British Sausage memberikan waktu yang berbeda untuk metode pan frying karena menggunakan panas dan jumlah minyak yang berbeda. Artinya, waktu menggoreng tidak dapat disamaratakan untuk semua jenis sosis dan teknik memasak.

Menggoreng terlalu lama dapat membuat tekstur sosis menjadi keras. Pada sosis berbentuk bunga, panas yang berlebihan juga dapat membuat bagian kelopak kehilangan kelembapan dan kembali mengerut.

Jadi, perhatikan perubahan warna dan bentuk daripada hanya berpatokan pada waktu. Begitu kelopak sudah terbuka, permukaan matang, dan warna terlihat menarik, sosis dapat segera diangkat.

7. Tiriskan dengan Benar agar Bentuk Tidak Cepat Kempes

Tahap setelah sosis diangkat ternyata tidak kalah penting. Jangan menumpuk sosis yang baru matang satu sama lain karena uap panas akan terperangkap di antara permukaannya. Kondisi tersebut dapat membuat bagian luar kehilangan kerenyahan.

Letakkan sosis satu per satu di atas tisu dapur atau rak peniris. Berikan sedikit ruang di antara setiap sosis agar minyak berlebih dapat turun dan uap panas lebih mudah keluar.

Hindari menekan atau memipihkan sosis ketika meniriskannya. Bentuk kelopak yang baru terbentuk masih cukup lunak sehingga tekanan kecil saja dapat membuat tampilannya berubah.

Jika ingin menyajikan sosis sebagai camilan, biarkan selama beberapa saat sebelum ditata. Setelah minyak berlebih berkurang, bentuk bunga biasanya terlihat lebih jelas dan permukaan luarnya terasa lebih ringan ketika disantap.

Hal yang Perlu Dihindari Saat Menggoreng Sosis

Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar hasilnya tetap bagus. Pertama, jangan memasukkan terlalu banyak sosis sekaligus karena jumlah sosis yang berlebihan dapat menurunkan suhu minyak secara drastis.

Kedua, jangan membuat sayatan terlalu dalam. Potongan yang mencapai bagian tengah secara berlebihan dapat membuat sosis terbelah ketika terkena panas.

Ketiga, jangan menggoreng menggunakan api terlalu besar hanya untuk mengejar warna kecokelatan. Panas tinggi memang dapat membuat permukaan cepat matang, tetapi sosis belum tentu sempat mengembang dengan baik.

Keempat, jangan mengandalkan tusukan garpu sebagai cara utama agar sosis matang. Dua rujukan tentang pengolahan sosis yang digunakan dalam artikel ini justru memberikan catatan berbeda mengenai teknik tersebut. British Sausage menyarankan agar sosis tidak ditusuk karena cairan dapat keluar, sedangkan panduan deep frying Frymax menyebut tusukan ringan dapat membantu pelepasan uap pada konteks penggorengan tertentu. Untuk sosis yang sengaja disayat menjadi bentuk bunga, sayatan dekoratif sudah menjadi jalur terbuka sehingga tidak perlu menambahkan banyak lubang lain yang dapat mengganggu bentuk dan kelembapannya.

Kunci Sosis Tetap Mengembang Setelah Diangkat

Pada akhirnya, trik sederhana menggoreng sosis agar mengembang dan tidak mudah kempes setelah diangkat terletak pada rangkaian proses yang saling berkaitan. Mulai dari memilih sosis dengan tekstur yang sesuai, membuat sayatan simetris, membuat teksturnya lebih lentur, hingga memastikan minyak berada pada kondisi panas yang tepat.

Teknik memasukkan sosis juga tidak boleh diabaikan. Bagian yang disayat dapat diarahkan ke bawah terlebih dahulu agar panas segera membuka kelopak. Setelah bentuk mulai terbentuk, sosis cukup dibalik secara perlahan dan tidak perlu terlalu sering digerakkan.

Terakhir, segera angkat ketika sudah matang dan berwarna keemasan. Tiriskan tanpa menekan atau menumpuknya. Dengan cara tersebut, bentuk bunga dapat bertahan lebih baik sehingga sosis tidak langsung kembali mengerut begitu keluar dari wajan.

Pertanyaan Seputar Mengolah Sosis

1. Mengapa sosis mengembang saat digoreng tetapi kempes setelah diangkat?

Sosis dapat mengembang karena panas membuat bagian dalamnya memuai dan sayatan membuka. Setelah keluar dari minyak, panas dan uap di dalam sosis berkurang sehingga sebagian bentuk dapat kembali menyusut. Penggorengan yang terlalu lama atau terlalu panas juga dapat membuat teksturnya lebih kering sehingga kelopak mudah berubah bentuk.

2. Apakah sosis harus direndam air hangat sebelum digoreng?

Tidak wajib, tetapi perendaman singkat selama sekitar tiga hingga lima menit dapat dicoba untuk membuat sosis lebih lentur sebelum digoreng. Setelah itu, tiriskan dengan baik agar air tidak bercampur dengan minyak panas.

3. Berapa banyak sayatan agar sosis berbentuk bunga?

Empat hingga enam sayatan pada salah satu ujung sosis sudah cukup untuk membuat bentuk menyerupai bunga. Yang terpenting adalah membuat sayatan dengan kedalaman dan jarak yang relatif sama agar kelopak terbuka secara seimbang.

4. Berapa suhu minyak yang tepat untuk menggoreng sosis?

Untuk metode deep frying, Frymax menyebut kisaran sekitar 170–180 derajat Celsius. Pada penggorengan rumahan, suhu perlu disesuaikan dengan jumlah minyak, ukuran sosis, dan karakter wajan. Gunakan api sedang dan hindari minyak yang terlalu panas agar sosis tidak cepat gosong sebelum kelopaknya terbuka.

5. Apakah sosis perlu ditusuk sebelum digoreng?

Untuk sosis yang akan dibuat berbentuk bunga, tusukan tambahan umumnya tidak diperlukan karena sudah terdapat sayatan sebagai bagian dari teknik pembentukan. Selain itu, beberapa panduan memasak sosis menyarankan tidak menusuk sosis agar cairan dan cita rasanya tetap berada di dalam. Fokuskan pada sayatan yang rapi dan pengaturan panas yang tepat.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading