Fimela.com, Jakarta - Japanese purin merupakan puding telur khas Jepang yang terkenal dengan teksturnya yang lembut, halus, dan mudah lumer di mulut. Berbeda dari puding berbahan agar-agar, resep japanese purin ini dibuat menggunakan telur, susu, dan gula sehingga menghasilkan tekstur menyerupai custard dengan rasa creamy yang ringan. Siraman saus karamel di bagian bawahnya memberikan perpaduan rasa manis dan sedikit pahit yang membuat dessert ini semakin nikmat.
Kabar baiknya, resep Japanese purin bisa dibuat sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. Sahabat Fimela tidak membutuhkan banyak peralatan khusus, tetapi perlu memperhatikan proses pembuatan karamel, pencampuran telur, serta teknik memasak agar puding tidak pecah atau berpori. Berikut resep lengkap Japanese purin dengan saus karamel yang bisa dijadikan hidangan penutup maupun camilan dingin.
Advertisement
Bahan-Bahan untuk Membuat Japanese Purin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379518/original/070345000_1792636442-b359864f-f1cb-460c-bde7-cbb3db57e9bb.jpg)
Resep Japanese purin ini menghasilkan sekitar 4 porsi, tergantung ukuran wadah yang digunakan. Siapkan bahan untuk puding dan saus karamel secara terpisah agar proses memasaknya lebih mudah.
Bahan Puding Telur
- 2 butir telur ayam ukuran besar.
- 250 ml susu cair full cream.
- 40 gram gula pasir.
- 1/2 sendok teh ekstrak vanila, opsional.
Telur berfungsi membentuk struktur puding ketika dipanaskan, sedangkan susu memberikan rasa creamy dan membantu menghasilkan tekstur yang lembut. Gula pasir memberikan rasa manis, sementara vanila dapat menambah aroma yang lebih harum.
Bahan Saus Karamel
- 50 gram gula pasir.
- 1 sendok makan air untuk melarutkan gula.
- 1–2 sendok makan air panas untuk mengencerkan karamel setelah matang, jika diperlukan.
Gunakan gula pasir putih agar perubahan warna karamel lebih mudah diamati. Air panas perlu ditambahkan dengan hati-hati karena karamel sangat panas dan bisa memercik saat terkena cairan.
Cara Membuat Saus Karamel untuk Japanese Purin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450178/original/037030400_1766132917-Gemini_Generated_Image_l7r1tol7r1tol7r1_2.png)
Saus karamel menjadi salah satu ciri khas Japanese purin. Rasanya yang manis dengan sentuhan pahit tipis membantu menyeimbangkan rasa susu dan telur pada puding.
Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat karamel dengan warna cokelat keemasan.
- Panaskan gula dan air. Masukkan 50 gram gula pasir dan 1 sendok makan air ke dalam panci kecil. Panaskan menggunakan api sedang-kecil hingga gula mulai larut.
- Biarkan gula berubah warna. Jangan mengaduk terlalu sering. Goyangkan panci secara perlahan jika diperlukan agar warna karamel merata. Tunggu sampai warnanya berubah menjadi kuning keemasan hingga cokelat amber.
- Tambahkan air panas jika diperlukan. Jika karamel terlalu kental, tambahkan sedikit air panas secara perlahan sambil menjaga jarak dari panci karena cairan bisa memercik.
- Tuangkan ke dalam cetakan. Segera bagi karamel ke empat cetakan kecil sebelum mengeras. Putar cetakan dengan hati-hati agar karamel menutupi dasar wadah.
- Diamkan hingga mengeras. Biarkan karamel beberapa saat sambil menyiapkan adonan puding. Karamel akan mengeras ketika dingin dan kembali menjadi saus saat terkena kelembapan puding.
Hindari memasak gula terlalu lama hingga berwarna cokelat sangat gelap karena rasanya bisa menjadi terlalu pahit. Sebaliknya, karamel yang terlalu pucat cenderung memiliki rasa manis yang kurang kompleks.
Advertisement
Cara Membuat Adonan Japanese Purin yang Lembut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326761/original/065607500_1787034698-o9615v9sHnZVxD8mgtkHpCCs6IZtmtecQa6Im3xS.jpg)
Setelah saus karamel siap, langkah berikutnya adalah membuat adonan puding telur. Kunci tekstur Japanese purin yang halus terletak pada cara mencampurkan bahan dan menghindari terlalu banyak udara masuk ke dalam adonan.
- Panaskan susu dan gula. Tuangkan 250 ml susu cair dan 40 gram gula pasir ke dalam panci. Panaskan menggunakan api kecil sambil diaduk hingga gula larut. Jangan sampai susu mendidih.
- Kocok telur secara perlahan. Pecahkan dua butir telur ke dalam mangkuk, kemudian aduk menggunakan whisk hingga putih dan kuning telur tercampur. Hindari mengocok terlalu kuat sampai berbusa.
- Campurkan susu ke telur. Tuangkan susu hangat sedikit demi sedikit ke dalam telur sambil terus diaduk perlahan. Cara ini membantu menyamakan suhu kedua bahan sehingga telur tidak menggumpal.
- Tambahkan vanila. Masukkan ekstrak vanila jika digunakan, lalu aduk perlahan hingga tercampur rata.
- Saring adonan. Tuangkan campuran melalui saringan halus ke wadah lain. Langkah ini membantu menghilangkan gumpalan telur dan gelembung besar agar tekstur puding lebih mulus.
- Tuang ke cetakan. Masukkan adonan ke dalam cetakan berisi karamel yang sudah mengeras. Jika masih ada busa di permukaan, singkirkan perlahan menggunakan sendok.
Jangan melewatkan proses penyaringan, terutama jika ingin menghasilkan Japanese purin dengan permukaan halus seperti yang biasa ditemukan di kafe Jepang. Adonan yang tercampur rata dan minim gelembung akan lebih mudah menghasilkan custard yang lembut.
Cara Memasak Japanese Purin dengan Teknik Kukus
Japanese purin dapat dimasak dengan cara dikukus. Metode ini praktis untuk penggunaan di rumah, asalkan suhu dijaga tetap rendah agar telur mengeras secara perlahan dan tidak membentuk banyak pori.
- Siapkan kukusan. Panaskan air hingga menghasilkan uap. Gunakan api kecil setelah air mulai panas agar suhu selama proses memasak tidak terlalu tinggi.
- Tutup cetakan. Tutup setiap cetakan menggunakan aluminium foil secara longgar untuk membantu mencegah tetesan air masuk ke adonan. Pastikan penutup tidak menyentuh permukaan puding.
- Masukkan cetakan ke kukusan. Susun cetakan dengan jarak yang cukup agar uap dapat bersirkulasi. Gunakan kain pada tutup kukusan jika diperlukan untuk menyerap kondensasi, dengan memastikan kain tidak menjuntai hingga menyentuh api.
- Kukus selama 20–30 menit. Waktu memasak dapat berbeda tergantung ukuran cetakan, bahan wadah, dan suhu kukusan. Periksa kematangan setelah sekitar 20 menit.
- Periksa teksturnya. Puding yang matang akan tampak set di bagian tepi, sedangkan bagian tengahnya masih sedikit bergoyang ketika cetakan digerakkan perlahan. Jika bagian tengah masih cair, lanjutkan memasak beberapa menit.
- Dinginkan sebelum disimpan. Angkat cetakan dengan hati-hati, biarkan uap panas berkurang sebentar, lalu dinginkan. Masukkan ke kulkas setelah cukup dingin untuk ditangani.
Jangan menggunakan api besar hanya untuk mempercepat proses. Panas berlebihan dapat membuat protein telur mengeras terlalu cepat sehingga tekstur purin menjadi kasar, berongga, atau mengeluarkan cairan.
Advertisement
Tips agar Japanese Purin Halus dan Tidak Berpori
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar puding telur memiliki tekstur lembut, bukan seperti telur kukus yang padat.
- Gunakan suhu rendah. Panas yang stabil membantu telur mengental secara perlahan. Jika air kukusan mendidih bergolak kuat, kecilkan api.
- Jangan mengocok telur terlalu kencang. Terlalu banyak udara yang terperangkap dapat membentuk lubang pada puding setelah matang.
- Saring adonan sebelum dimasak. Saringan membantu memisahkan gumpalan telur dan kotoran kecil yang bisa mengganggu tekstur.
- Hindari susu yang terlalu panas. Susu sebaiknya cukup hangat untuk melarutkan gula. Tuangkan sedikit demi sedikit sambil mengaduk telur agar tidak menggumpal.
- Pilih cetakan berukuran seragam. Cetakan dengan ukuran yang sama membuat proses pematangan lebih merata dan memudahkan pengaturan waktu.
- Jangan memasak terlalu lama. Custard yang terlalu matang cenderung menjadi keras dan berpori. Periksa kematangannya secara berkala menjelang akhir waktu memasak.
Jika baru pertama kali mencoba resep ini, gunakan satu cetakan sebagai patokan untuk mengenali tekstur matang yang tepat. Setelah menemukan pengaturan api dan durasi yang cocok dengan kukusan di rumah, hasilnya akan lebih konsisten.
Cara Menyajikan Japanese Purin agar Lebih Nikmat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379596/original/022582300_1792639973-pexels-gu-ko-2150570603-31872297.jpg)
Japanese purin paling nikmat disajikan dalam keadaan dingin. Setelah mencapai suhu yang aman untuk didinginkan, simpan puding dalam kulkas selama beberapa jam agar teksturnya lebih kokoh dan rasanya menyatu dengan saus karamel.
Untuk menyajikannya tanpa cetakan, jalankan pisau tipis di sepanjang sisi puding. Letakkan piring saji di atas cetakan, kemudian balik dengan gerakan mantap. Jika puding belum terlepas, goyangkan cetakan perlahan tanpa menarik atau menekan permukaannya.
Purin juga bisa disajikan langsung dalam gelas atau ramekin sehingga tidak perlu dikeluarkan dari cetakan. Tambahkan sedikit saus karamel di atasnya jika ingin tampilan lebih menarik. Hindari menambahkan terlalu banyak topping karena rasa lembut telur, susu, dan karamel merupakan daya tarik utama dessert ini.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Japanese Purin
1. Apa perbedaan Japanese purin dan puding biasa?
Japanese purin umumnya menggunakan telur dan susu sebagai bahan utama, sehingga teksturnya menyerupai custard. Puding biasa sering menggunakan agar-agar atau gelatin sebagai bahan pembentuk tekstur.
2. Apakah Japanese purin bisa dibuat tanpa oven?
Bisa. Japanese purin dapat dimasak menggunakan teknik kukus dengan api kecil agar teksturnya lembut dan matang merata.
3. Mengapa Japanese purin memiliki banyak lubang?
Pori-pori biasanya muncul akibat suhu memasak terlalu tinggi, adonan terlalu banyak mengandung udara, atau proses memasak yang terlalu lama.
4. Berapa lama Japanese purin harus didinginkan?
Dinginkan selama minimal 2–3 jam di kulkas agar teksturnya lebih kokoh dan siap disajikan. Waktu yang dibutuhkan dapat berbeda bergantung pada ukuran cetakan.
5. Apakah Japanese purin bisa dibuat sehari sebelumnya?
Bisa. Simpan dalam wadah tertutup di kulkas dan sajikan dalam keadaan dingin. Untuk menjaga kualitasnya, sebaiknya konsumsi dalam waktu 2–3 hari.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379505/original/045013400_1792636100-Puding_Karamel_dengan_Saus_Mengilap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379843/original/014946900_1792649134-Gemini_Generated_Image_t7ymqlt7ymqlt7ym.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379906/original/081466900_1792652170-pexels-kirowang-7463422.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380064/original/035058300_1792657439-homemade-delicious-gingerbread-cookies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379838/original/066624200_1792648748-cheesy-tokbokki-korean-traditional-food-black-board-background-lunch-dish.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379768/original/008802400_1792647072-Gemini_Generated_Image_d55rhad55rhad55r.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379363/original/097715300_1792594745-people-meeting-barter-event-exchange-goods.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4847216/original/065253100_1717033085-pexels-liza-summer-6347538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380331/original/005878700_1792671275-WhatsApp_Image_2026-10-22_at_18.23.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379767/original/040397900_1792646903-142482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380240/original/081730400_1792661571-Screenshot_20261022_160052_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380277/original/078818200_1792664470-IMG-20261022-WA0043.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5139940/original/094416600_1740130119-IMG-20250221-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379392/original/080618500_1792598411-IMG_0243.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379900/original/030368600_1792651817-IMG_2987.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379972/original/067796700_1792654572-IMG_2988.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380133/original/000042600_1792658836-kim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380068/original/093814400_1792657611-pexels-yankrukov-4458321.jpg)