Sukses

Health

Pemerintah Imbau Masyarakat Segera Lakukan Vaksinasi Booster jika Sudah Terima Tiket Vaksin

Fimela.com, Jakarta Masyarakat kini sudah bisa mendapatkan vaksinasi booster sejak tanggal 12 Januari 2022. Oleh karena itu, jika telah menerima kesempatan vaksinasi booster, masyarakat diminta untuk langsung melakukannya.

Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate. “Segera laksanakan vaksinasi booster bagi yang sudah mendapatkan kesempatan,” katanya seperti yang dikutip dari pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Selasa (18/1/2022).

Program vaksinasi booster COVID-19 ini dilakukan agar imunitas masyarakat terjaga dan dapat mengendalikan penularan COVID-19. Itulah mengapa vaksinasi booster harus segera dilakukan, terlebih bagi kelompok prioritas lansia dan kelompok rentan (imunokompromais).

Dengan kekhawatiran terhadap penularan varian Omicron yang masih menghantui sekaligus mempertimbangkan prediksi pemerintah terkait adanya gelombang peningkatan kasus COVID-19 berikutnya, tentu vaksinasi booster adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghindari kemungkinan terburuk.

Dengan melakukan vaksinasi booster, maka tingkat kekebalan tubuh dapat dipertahankan. Selain itu pula dapat memperpanjang masa perlindungan. Plate mengatakan, pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat secara masif supaya pemahaman tentang pentingnya manfaat vaksinasi booster akan semakin luas.

 

Percepat Vaksinasi di Jabodetabek

Usaha pemerintah dalam meningkatkan dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh masyarakat dari penularan varian Omicron salah satunya adalah dengan menjadikan vaksinasi booster sebagai fokus saat ini. Vaksinasi booster akan dipercepat di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, selain protokol kesehatan dan surveilans, vaksinasi booster akan dipercepat bagi semua rakyat DKI Jakarta dan Bodetabek. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan diri apabila gelombang Omicron nantinya naik secara cepat dan tinggi.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil identifikasi kemenkes, transmisi lokal varian Omicron sebagian besar terjadi di DKI Jakarta. Adapun perkiraan bahwa kasus varian Omicron akan menyebar di wilayah Bodetabek jika melihat daerah-daerah tersebut berdekatan secara geografis bersamaan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi pula.

Maka pemerintah memperkirakan wilayah Jabodetabek akan menjadi daerah pertama yang mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 Omicron.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia berkata bagi kelompok non prioritas bisa segera mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) jika sudah menerima tiket.

Nadia menyatakan, meski pemberian vaksinasi booster dipercepat, ketentuan menerima vaksinasi tetap dilakukan minimal 6 bulan setelah suntikan dosis vaksin kedua.

*Penulis: Vania Ramadhani Salsabillah Wardhani.

 

#Women for Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Apakah Vaksinasi Saat di Bulan Ramadan Dapat Membatalkan Ibadah Puasa?
Artikel Selanjutnya
Vaksinasi di Bulan Ramadan, Batalkan Puasa?