Sukses

Health

Apa itu Varikokel? Kenali Gejalanya yang Rentan Mengganggu Pria Usia Muda

Fimela.com, Jakarta Penyakit reproduksi pria merupakan tipe penyakit yang menyerang dan mempengaruhi kesehatan alat reproduksi pria sehingga membuatnya tidak berfungsi normal. Salah satu jenis penyakit yang berisiko terjadi pada alat reproduksi pria adalah varikokel.

Melansir dari Healthline, varikokel merupakan penyakit dikarenkan pembengkakan pembuluh darah vena dalam skrotum atau kantong buah zakar. Varikokel dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas sperma. Bahkan dalam beberapa kasus dapat menimbulkan gangguan kesuburan.

Varikokel sering terjadi pada pria berusia 15 hingga 25 tahun. Umumnya penyakit ini terbentuk dimasa anak laki-laki mengalami pubertas dan cenderung sering ditemukan di sisi kiri skrotum. Penyakit ini juga bisa terjadi pada dua sisi, tapi lebih jarang. Pahami lebih jauh tentang varikokel dalam penjelasan di bawah ini!

Penyebab Varikokel

Melansir dari situs WebMD, varikokel bisa muncul karena terjadinya masalah pada aliran darah di struktur saraf dan pembuluh darah di bagian skrotum yang membawa darah dari dan ke testis. Ketika terjadi malfungsi katup di pembuluh darah aliran darah akan tersumbat dan menggenang hingga menyebabkan pembuluh darah membengkak.

Varikokel bisa terjadi pada remaja laki-laki yang disebabkan karena pertumbuhan yang drastis selama pubertas. Testis membutuhkan lebih banyak darah daripada biasanya saat berkembang ketika pubertas, dan segala jenis masalah di pembuluh darah dapat membuat darah tidak mengalir ke tempat yang seharusnya.

Varikokel yang terjadi di skrotum sangat mirip dengan varises yang dapat terjadi di kaki. Penyakit ini dapat mengakibatkan penurunan produksi dan kualitas sperma, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan infertilitas. Namun, tidak semua varikokel mempengaruhi produksi sperma. Selain itu, varikokel juga bisa mengecilkan testis.

Gejala yang Dirasakan

Varikokel jarang terasa sakit atau nyeri, bahkan penderitanya mungkin bisa saja tidak menyadarinya sebelum memeriksakan pada dokter. Namun, penderita mungkin akan mengalami beberapa hal, sebagai berikut:

  • Benjolan di salah satu testis
  • Pembengkakan di skrotum atau kantung zakar
  • Vena yang terlihat membesar atau bengkok di skrotum Anda, yang sering digambarkan seperti sekantong cacing
  • Rasa sakit yang berulang di skrotum Anda
  • Perasaan berat di skrotum
  • Ketidaknyamanan pada testis atau pada sisi skrotum tertentu
  • Testis lebih kecil di sisi tempat pembuluh darah melebar (karena perbedaan aliran darah)

Bagaimana Cara Mendiagnosisnya?

Terdapat tiga cara bagi dokter untuk mendiagnosis varikokel. Setelah varikokel didiagnosis maka dokter akan memberikan klasifikasi pada varikokel dalam tiga klasifikasi klinis. Klasifikasi ini disesuaikan dengan ukuran benjolan di testis. Kelas 1 adalah yang terkecil, dan kelas 3 adalah yang terbesar.

Berikut tiga cara yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis varikokel:

  • Pemeriksaan fisik. Karena varikokel tidak selalu dapat dirasakan atau dilihat saat berbaring, dokter kemungkinan besar akan memeriksa testis saat individu berdiri dan berbaring.
  • Valsalva manuver. Teknik ini sering digunakan untuk mendiagnosis varikokel yang lebih kecil. Manuver Valsava biasanya mengharuskan individu untuk berdiri, mengambil napas dalam-dalam, menahannya, dan menahan saat dokter memeriksa skrotum.
  • USG skrotum. Dalam beberapa kasus, USG skrotum mungkin diperlukan. Ini membantu mengukur vena spermatika dan memungkinkan dokter mendapatkan gambaran kondisi yang terperinci dan akurat.

Kapan Menemui Dokter?

Sejauh ini tidak ada obat atau  perawatan untuk mencegah varikokel dan tidak semua varikokel butuh perawatan serius. Namun, jika varikokel membengkak besar, testis kecil, jumlah sperma rendah, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan. Selain itu, segera konsultasi ke dokter jika: nyeri di bagian testis atau skortum, pembengkakan, penyusutan skortum, dan infertilitas.

Infertilitas adalah komplikasi umum dari varikokel. Pembedahan hanya diperlukan jika varikokel menyebabkan sakit atau jika mencoba untuk memiliki anak. Konsultasikan dengan dokter sehingga mendapatkan perawatan yang tepat.

*Penulis: Tasya Fadila

#Women for Women

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading