Sukses

Health

Waspada! Ini Dampak Rokok Elektrik yang Bisa Pengaruhi Kecerdasan Seseorang

Fimela.com, Jakarta Persentase jumlah perokok aktif Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Menurut Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono, mengatakan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia saat ini adalah yang tertinggi ke-3 di dunia, setelah Tiongkok dan India. Jumlah perokok aktif yang begitu banyak tersebut dapat meningkatkan jumlah kasus penyakit tidak menular di Indonesia. 

Sementara itu, ternyata persentase pengguna rokok elektrik di Indonesia juga meningkat cukup signifikan. Pada tahun 2022, tercatat bahwa ada sekitar 2.2 juta orang di Indonesia pengguna rokok elektrik. Jumlah tersebut naik sebesar 40 % dari tahun sebelumnya. 

Jumlah perokok yang begitu banyaknya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat ketergantungan zat aditif tersebut. Padahal, sudah banyak peringatan bahwa rokok itu membahayakan kesehatan, bahkan di dalam iklan rokok itu sendiri. Akan tetapi, nampaknya peringatan tersebut tidak terlalu berpengaruh.

Pengguna remaja bahkan anak-anak

Mirisnya, kalangan penikmat rokok konvensional maupun rokok elektrik sekarang ini mulai merambah para remaja, bahkan sampai ke anak-anak. Tentunya, mereka belum diperkenankan untuk merokok karena masih di bawah umur yang diperbolehkan. 

Pemicu utama seorang remaja untuk merokok adalah sebagai bentuk pencarian jati dirinya sebagai proses peralihan dari masa anak-anak ke fase dewasa. Oleh karena itu, banyak remaja yang kurang bimbingan orang tua tersesat dan menjadi bingung di fase tersebut.

Penyesuaian diri menimbulkan sifat yang labil dan pengambilan keputusan tanpa disertai dengan pemikiran yang matang. Dunia remaja yang memasukkan unsur rokok sebagai salah satu jalan membangun eksistensi diri memunculkan sikap acuh terhadap efek negatif yang ditimbulkannya.

Dampak asap rokok elektrik

Lebih berbahayanya lagi, ternyata asap rokok, baik itu rokok konvensional maupun rokok elektrik dapat mempengaruhi kecerdasan seseorang. Mungkin hal tersebut masih tidak lazim kita dengar, tapi nyatanya ada beberapa studi yang menunjukkan hal tersebut. 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Park dan rekan-rekannya di Korea Selatan menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar asap rokok memiliki kecerdasan IQ yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tidak terpapar asap rokok sama sekali. Perlu diperhatikan bersama bahwa paparan asap rokok justru bisa berasal dari lingkungan terdekat dengan anak, seperti om, kakek, ataupun sepupu yang merokok di dekatnya. 

Asap rokok terbukti mampu mempengaruhi nilai full scale IQ, performance IQ, perbendaharaan kata, dan juga kemampuan matematika seorang anak. Oleh karena itu, selaku orang tua, harus benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan lingkungan sang anak untuk menghindarkan diri mereka dari hal-hal yang berbahaya. 

Penulis: Maritza Samira

#BreakingBoundariesNovember

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading