Sukses

Health

Kenali Penyebab Penyakit Tifus Serta Cara Mencegahnya

Fimela.com, Jakarta Tidak ada orang yang ingin merasakan sakit. Selain terasa tak nyaman, sakit membuat kegiatan sehari-hari jadi terganggu. Salah satu jenis penyakit yang cukup umum dialami oleh kebanyakan orang adalah penyakit tipes.

Kamu mungkin familiar dengan penyakit tipes. Penyakit tipes ini banyak disalahartikan sebagai penyakit tifus. Padahal istilah medis untuk penyakit tipes adalah penyakit demam tifoid. Demam tifoid dan tifus adalah dua penyakit yang berbeda namun sering dianggap sama.

Nah daripada kamu keliru memahami kedua penyakit ini, sebaiknya simak penjelasannya dalam artikel ini. Berikut penjelasan mengenai penyebab penyakit penyakit tifus yang berbeda dengan penyakit tipes.

Penyebab dan Gejala Tifus

Tifus atau dikenal juga dengan demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini umumnya menyerang usus halus dan dapat menimbulkan gejala yang cukup serius. Beberapa gejala umum tifus antara lain demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, diare, dan kehilangan nafsu makan. Gejala lain yang mungkin muncul adalah perut kembung, radang tenggorokan, serta ruam merah muda yang dapat muncul pada tubuh pasien.

Penyebab utama tifus adalah kurangnya sanitasi dan kebersihan lingkungan. Bakteri Salmonella typhi dapat menyebar melalui air atau makanan yang terkontaminasi oleh kotoran manusia yang terinfeksi. Penularan penyakit ini juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui serangga seperti lalat yang terkontaminasi.

Faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi tifus antara lain tinggal di daerah dengan sanitasi yang buruk, melakukan perjalanan ke daerah dengan tingkat infeksi yang tinggi, serta tidak mendapatkan vaksin tifoid.

Pengobatan dan Pencegahan Tifus

Pengobatan tifus umumnya melibatkan antibiotik untuk membunuh bakteri salmonella typhi. Jenis antibiotik yang biasa diresepkan untuk mengobati tifus termasuk siprofloksasin, ceftriaxone, atau azithromycin. Pengobatan tifus yang tepat dan tepat waktu sangat penting untuk mencegah komplikasi serius seperti perdarahan internal atau kerusakan organ. Selain itu, pemulihan pasien tifus juga memerlukan istirahat yang cukup dan asupan cairan yang mencukupi untuk mencegah dehidrasi.

Selain pengobatan, pencegahan tifus juga sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut. Langkah-langkah pencegahan termasuk memasak makanan dengan baik, mencuci tangan dengan sabun secara teratur, dan menghindari minum air yang tidak steril saat bepergian ke daerah dengan risiko tinggi terjangkit tifus. Vaksin tifoid juga tersedia dan sangat dianjurkan bagi mereka yang tinggal di atau bepergian ke daerah dengan tingkat kejadian tifus yang tinggi.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading