Sukses

Health

Olahraga Aman untuk Penderita GERD, Apa Saja yang Dianjurkan?

ringkasan

  • Olahraga aman untuk penderita GERD termasuk jalan kaki, jogging ringan, dan yoga.
  • Hindari olahraga berdampak tinggi dan latihan yang meningkatkan tekanan intra-abdominal.
  • Pilih pakaian nyaman dan perhatikan waktu makan sebelum berolahraga.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering kali mengalami gejala yang mengganggu, seperti mulas dan refluks asam. Namun, olahraga yang tepat dapat membantu mengelola gejala ini secara alami. Apa saja olahraga aman untuk penderita GERD? Mari kita simak lebih lanjut.

Olahraga yang tepat tidak hanya membantu pencernaan tetapi juga dapat berkontribusi pada penurunan berat badan, yang penting bagi penderita GERD. Namun, penting untuk memilih jenis olahraga yang tidak memperburuk gejala. Berikut adalah beberapa olahraga yang dianjurkan dan tips untuk melakukannya dengan aman.

 

Olahraga Berdampak Rendah

1. Jalan Kaki: Jalan kaki adalah pilihan yang baik untuk meredakan refluks asam. Aktivitas ini dapat merangsang proses pencernaan dan membantu menurunkan berat badan. Berjalan dengan kecepatan stabil juga dapat merelaksasi perut.

2. Jogging Ringan: Jogging ringan dapat membantu mengatasi refluks asam. Pastikan untuk tidak berolahraga dengan perut kosong dan tunggu setidaknya dua jam setelah makan sebelum jogging.

3. Bersepeda Statis: Bersepeda statis adalah pilihan yang aman karena menjaga tubuh tetap tegak. Pastikan posisi duduk cukup tinggi agar tidak membungkuk ke depan.

4. Yoga (dengan modifikasi): Yoga dapat mendukung pencernaan, tetapi beberapa pose perlu disesuaikan. Hindari inversi yang kuat dan fokus pada pose yang merelaksasi.

5. Berenang: Berenang adalah cara yang bagus untuk melatih seluruh tubuh dan umumnya ditoleransi dengan baik oleh penderita GERD.

6. Latihan Pernapasan: Latihan pernapasan diafragma dapat membantu memperkuat otot diafragma dan mengurangi refluks. Teknik ini sebaiknya diajarkan oleh profesional medis.

7. Latihan Kekuatan Ringan: Latihan kekuatan dengan beban ringan dapat mendukung pencernaan jangka panjang. Hindari mengejan atau menahan napas saat berolahraga.

8. Latihan Keseimbangan dan Tai Chi: Latihan ini berdampak rendah dan tidak meningkatkan tekanan intra-abdominal, sehingga aman untuk penderita GERD.

Olahraga yang Harus Dihindari

1. Olahraga Berdampak Tinggi: Aktivitas seperti lari cepat atau kelas aerobik intens dapat mendorong asam pencernaan ke kerongkongan, menyebabkan iritasi.

2. Latihan yang Meningkatkan Tekanan Intra-Abdominal: Latihan seperti sit-up dan angkat beban berat dapat meningkatkan risiko refluks. Hindari posisi tubuh yang membungkuk atau terbalik.

Tips Tambahan untuk Berolahraga dengan GERD

1. Pilih Pakaian yang Nyaman: Pakaian ketat dapat menekan perut dan memperburuk gejala. Pilih pakaian yang longgar dan nyaman.

2. Perhatikan Waktu Makan: Hindari berolahraga segera setelah makan besar. Beri waktu 1 hingga 3 jam agar makanan dicerna.

3. Jaga Tubuh Tetap Tegak: Tetap tegak selama berolahraga memungkinkan gravitasi bekerja untuk menjaga makanan dan asam tetap di perut.

4. Kurangi Intensitas: Olahraga intensitas tinggi dapat memperlambat pencernaan. Pilih aktivitas dengan intensitas yang lebih rendah.

5. Perhatikan Pernapasan: Fokus pada pernapasan yang lancar dan stabil selama berolahraga untuk menghindari peningkatan tekanan di perut.

6. Konsultasi dengan Profesional Kesehatan: Jika gejala refluks asam terus berlanjut, konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk menemukan rutinitas olahraga yang tepat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading