Sukses

Health

Asam Lambung Naik Selalu Karena Telat Makan? Kenali Penyebabnya!

ringkasan

  • Telat makan dapat memicu asam lambung naik, tetapi bukan satu-satunya penyebab.
  • Faktor gaya hidup seperti obesitas dan stres juga berkontribusi pada refluks asam.
  • Makanan tertentu seperti makanan berlemak dan asam dapat memperburuk gejala refluks.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, apakah kamu sering merasa asam lambung naik setelah telat makan? Banyak yang berpikir bahwa telat makan adalah penyebab utama refluks asam. Namun, kenyataannya, ada berbagai faktor lain yang juga berkontribusi terhadap kondisi ini. Mari kita bahas lebih dalam mengenai penyebab asam lambung naik dan bagaimana cara mengelolanya.

Asam lambung naik, atau yang dikenal dengan refluks asam, terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Meskipun telat makan dapat menjadi pemicu, banyak ahli kesehatan menjelaskan bahwa pola makan yang tidak teratur dan gaya hidup juga mempengaruhi. Dalam artikel ini, kita akan mengupas lebih lanjut tentang berbagai faktor yang dapat menyebabkan asam lambung naik.

Telat makan memang dapat meningkatkan produksi asam lambung. Ketika kita melewatkan waktu makan, asam lambung yang diproduksi tidak memiliki makanan untuk dicerna, sehingga dapat menyebabkan penumpukan. Namun, ada banyak faktor lain yang juga perlu diperhatikan.

Peran Telat Makan dan Pola Makan Tidak Teratur

Melewatkan waktu makan atau jeda terlalu lama antar waktu makan dapat menyebabkan penumpukan asam lambung berlebih. Hal ini dapat memicu iritasi dan refluks. Selain itu, makan terlalu cepat juga dapat berkontribusi pada masalah ini. Saat kita terburu-buru, kita cenderung menelan udara, yang menyebabkan kembung dan meningkatkan tekanan pada perut.

Makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur juga berisiko. Berbaring setelah makan besar memudahkan asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Sebuah studi menunjukkan bahwa interval kurang dari tiga jam antara makan malam dan tidur dapat meningkatkan risiko GERD. Selain itu, makan berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan pada perut, yang bisa menyebabkan refluks.

Faktor Gaya Hidup Lainnya

Obesitas adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko asam lambung naik. Kelebihan berat badan, terutama di sekitar perut, memberikan tekanan tambahan pada perut, mendorong isi perut naik ke kerongkongan. Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga dapat melemaskan sfingter esofagus bagian bawah (LES), sehingga memudahkan asam lambung mengalir kembali.

Stres dan kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi pada gejala refluks. Stres dapat meningkatkan sensitivitas reseptor nyeri esofagus, menyebabkan mulas. Selain itu, posisi tubuh saat makan atau setelah makan juga berpengaruh. Membungkuk atau membungkuk ke depan dapat meningkatkan risiko refluks.

Pemicu Makanan dan Minuman

Banyak makanan dan minuman dapat memicu atau memperburuk refluks asam. Makanan berlemak dan gorengan, seperti makanan cepat saji, dapat melemaskan LES. Makanan dan minuman asam, seperti jeruk dan cuka, juga dapat memperburuk gejala. Selain itu, minuman berkarbonasi dan kopi juga sering menjadi pemicu bagi banyak orang.

Cokelat, bawang, dan makanan pedas juga dapat memperburuk kondisi ini. Makanan pedas dapat memperlambat pengosongan lambung, meningkatkan kemungkinan refluks. Oleh karena itu, penting untuk mengenali makanan yang dapat memicu gejala refluks asam.

Kondisi Medis dan Obat-obatan

Beberapa kondisi medis seperti hernia hiatal dan kehamilan juga dapat menyebabkan asam lambung naik. Selain itu, beberapa obat-obatan dapat mengiritasi kerongkongan atau melemaskan otot LES, yang dapat memperburuk gejala refluks. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika kamu mengalami gejala yang berkelanjutan.

Mengelola refluks asam bukanlah tentang pembatasan makan, tetapi tentang bekerja dengan ritme alami tubuh. Dengan memprioritaskan waktu makan dan memilih makanan yang ramah usus, kamu dapat menikmati makanan tanpa ketidaknyamanan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading