Sukses

Health

Makan Malam Terlalu Larut, Seberapa Berbahaya untuk Asam Lambung?

ringkasan

  • Makan malam terlalu larut dapat memperburuk refluks asam dan GERD.
  • Memberikan jeda 2-3 jam antara makan malam dan tidur dapat mencegah masalah asam lambung.
  • Hindari makanan tinggi lemak dan pedas untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, makan malam terlalu larut sering kali dianggap sepele, namun ternyata dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki masalah asam lambung. Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) adalah salah satu kondisi yang dapat diperburuk oleh kebiasaan ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas seberapa berbahaya makan malam terlalu larut bagi kesehatan asam lambung dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Makan malam larut dapat memperburuk refluks asam, yang merupakan gejala umum dari GERD. Ketika seseorang makan dalam porsi besar atau terlalu dekat dengan waktu tidur, asam lambung dapat naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Para ahli kesehatan telah menyoroti berbagai risiko yang terkait dengan kebiasaan makan larut malam ini.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa makan malam terlalu larut dapat memicu komplikasi serius pada kerongkongan dan organ lainnya. Asam lambung yang naik dapat menyebabkan peradangan, pendarahan, dan bahkan luka terbuka yang dikenal sebagai tukak. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat berlanjut menjadi masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk risiko kanker kerongkongan.

Bahaya Makan Malam Terlalu Larut untuk Asam Lambung

Makan malam yang dilakukan terlalu larut dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, di antaranya:

  • Memperburuk Refluks Asam dan GERD: Kebiasaan makan larut malam dapat memicu refluks asam yang lebih parah, menyebabkan iritasi pada kerongkongan.
  • Komplikasi pada Kerongkongan dan Organ Lain: Peradangan jangka panjang dapat menyebabkan esofagitis, yang berpotensi mengakibatkan kerusakan permanen.
  • Gangguan Siklus Pencernaan Alami: Makan larut malam mengganggu proses pencernaan yang seharusnya berlangsung lebih efisien saat tubuh beristirahat.

Rekomendasi dari Para Ahli

Para ahli kesehatan merekomendasikan agar kita memberikan jeda antara makan malam dan waktu tidur. Idealnya, berikan jeda 2-3 jam untuk memungkinkan sistem pencernaan bekerja dengan baik. Dr. Rajiv Chandel, seorang konsultan gastroenterologi, menyarankan agar kita tetap aktif selama 2 jam setelah makan terakhir untuk mencegah refluks asam.

Selain itu, penting untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan tinggi lemak, pedas, dan berkarbonasi sebaiknya dihindari jika Anda memiliki riwayat refluks asam. Sebagai alternatif, pilihlah makanan berserat tinggi dan berair untuk membantu pencernaan.

Jenis Makanan yang Perlu Dihindari

Jika Anda mengalami masalah asam lambung, berikut adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari:

  • Makanan tinggi protein hewani seperti daging dan produk susu.
  • Makanan berlemak dan pedas.
  • Minuman berkarbonasi dan alkohol.
  • Cokelat dan mint.

Dengan menghindari makanan tersebut dan memberikan jeda waktu yang cukup antara makan malam dan tidur, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya refluks asam. Mengunyah permen karet bebas gula setelah makan juga dapat membantu menetralkan asam lambung.

Secara keseluruhan, menjaga pola makan yang baik dan memperhatikan waktu makan malam dapat membantu mencegah masalah asam lambung yang lebih serius. Makan malam yang tepat dapat membawa manfaat, asalkan dilakukan dengan bijak.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading