Sukses

Health

Smartwatch Lebih dari Sekadar Tren, Cara Gen Z Mulai Peduli Kesehatan

Fimela.com, Jakarta - Bagi Gen Z, smartwatch tidak lagi sekadar aksesori yang melengkapi gaya berpakaian. Perangkat yang dikenakan di pergelangan tangan ini semakin banyak digunakan untuk memantau aktivitas sehari-hari, mulai dari jumlah langkah, durasi olahraga, hingga pola tidur. Kehadiran berbagai fitur tersebut membuat perhatian terhadap kesehatan terasa lebih praktis karena dapat dilakukan melalui gadget yang digunakan setiap hari.

Dilansir dari PubMed, sebuah scoping review yang terbit pada 2026 dan menganalisis 64 penelitian menemukan bahwa smartwatch banyak digunakan untuk mengukur aktivitas fisik, perilaku sedentari, dan tidur. Dalam penelitian tersebut, langkah kaki dan total waktu tidur termasuk variabel yang paling sering diukur. 

Kebiasaan memantau data tersebut dapat membantu pengguna mengenali pola aktivitasnya. Misalnya, melihat apakah tubuh cukup aktif setelah seharian duduk atau mengetahui bagaimana durasi tidur berubah dari waktu ke waktu. Namun, data dari smartwatch tetap perlu dipahami sebagai informasi pendukung, bukan diagnosis kesehatan.

Pada akhirnya, penggunaan smartwatch tidak harus berhenti pada urusan mengikuti tren teknologi. Bagi generasi muda, perangkat ini dapat menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan aktivitas, istirahat, dan kebiasaan sehari-hari dengan cara yang praktis.

Bukan Cuma Langkah, Ini Fitur Kesehatan yang Sering Dipantau dari Smartwatch

Smartwatch menawarkan berbagai fitur yang membuat pemantauan kebiasaan sehari-hari terasa lebih mudah. Kemampuan setiap perangkat memang berbeda, tetapi sejumlah fitur kesehatan cukup umum ditemukan pada smartwatch dan activity tracker masa kini. Bagi pengguna yang ingin mulai memperhatikan gaya hidup, fitur tersebut dapat menjadi cara sederhana untuk melihat pola aktivitas dari waktu ke waktu.

Beberapa fitur yang sering digunakan antara lain:

  1. Penghitung langkah, untuk melihat seberapa banyak aktivitas berjalan yang dilakukan dalam satu hari.
  2. Pemantauan detak jantung, yang memberikan informasi mengenai denyut jantung selama aktivitas maupun saat beristirahat.
  3. Pelacakan olahraga, untuk mencatat jenis dan durasi aktivitas fisik.
  4. Pemantauan tidur, untuk melihat durasi dan pola tidur berdasarkan data yang dikumpulkan perangkat.
  5. Pengingat bergerak, yang dapat membantu pengguna menyadari ketika terlalu lama berada dalam posisi duduk. 

Dilansir dari Mayo Clinic, activity tracker dapat memantau sejumlah informasi seperti intensitas aktivitas fisik, durasi tidur, detak jantung, hingga kadar oksigen dalam darah, tergantung kemampuan perangkat. Informasi secara langsung tersebut juga dapat membantu pengguna melihat perkembangan aktivitas dan menjadi pengingat untuk lebih banyak bergerak. 

Meski praktis, data dari smartwatch tetap perlu dipahami sebagai informasi pendukung. Setiap perangkat memiliki tingkat akurasi dan kemampuan yang berbeda, sehingga hasil pengukuran tidak selalu menggambarkan kondisi tubuh secara sempurna.

Dengan penggunaan yang tepat, fitur-fitur tersebut dapat membantu Gen Z lebih sadar terhadap kebiasaan sehari-hari tanpa harus menjadikan setiap angka sebagai patokan kesehatan.

Jangan Sampai Terobsesi Angka, Ini Cara Bijak Memakai Smartwatch untuk Kesehatan

Kemudahan memantau kesehatan melalui smartwatch juga perlu diimbangi dengan cara membaca data secara bijak. Angka mengenai langkah, detak jantung, atau durasi tidur memang dapat memberikan gambaran mengenai kebiasaan sehari-hari, tetapi tidak selalu menceritakan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menjadikan satu hasil pengukuran sebagai patokan utama. Beberapa hal yang dapat diperhatikan saat menggunakan smartwatch antara lain:

  1. Gunakan data sebagai referensi, bukan sebagai diagnosis kondisi kesehatan.Perhatikan pola, sehingga perubahan yang terlihat dapat dibandingkan dari waktu ke waktu.
  2. Tetap dengarkan tubuh, termasuk memperhatikan rasa lelah atau keluhan yang muncul.
  3. Jangan terpaku pada target, karena kebutuhan aktivitas dan istirahat setiap orang dapat berbeda.
  4. Cari bantuan profesional jika mengalami keluhan kesehatan yang menetap atau mengganggu aktivitas.

Dilansir dari Harvard Health, perangkat wearable dapat membantu memberikan gambaran mengenai pola tidur, tetapi hasilnya memiliki keterbatasan. Algoritma yang digunakan setiap perangkat juga dapat berbeda, sehingga data tidur sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pemeriksaan medis. 

Penggunaan smartwatch pun pada akhirnya bukan tentang mengejar angka tertentu. Gadget ini dapat dimanfaatkan sebagai pengingat untuk lebih memperhatikan aktivitas, istirahat, dan kebiasaan sehari-hari. Dengan memahami fungsi sekaligus keterbatasannya, teknologi wearable dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sadar kesehatan tanpa membuat pengguna terlalu bergantung pada setiap angka yang muncul di layar.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading