Fimela.com, Jakarta - Musim hujan sering membawa satu masalah rumah tangga yang cukup merepotkan: pakaian yang sudah dicuci tak kunjung kering. Baju yang dijemur sejak pagi masih terasa lembap hingga sore, sementara cucian berikutnya terus menumpuk. Situasi ini semakin menyebalkan ketika pakaian mulai mengeluarkan bau apek meskipun sudah dicuci menggunakan deterjen.
Banyak orang mengira penyebab pakaian lama kering hanya karena matahari tertutup awan atau hujan turun sepanjang hari. Padahal, proses pengeringan pakaian dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kelembapan udara, pergerakan angin, ketebalan kain, hingga cara menjemur dan memeras pakaian setelah dicuci.
Beberapa faktor tersebut bahkan bisa terjadi bersamaan. Ruangan yang pengap, misalnya, membuat uap air dari pakaian sulit terbawa keluar. Akibatnya, meskipun cucian tidak terkena hujan secara langsung, proses pengeringannya tetap berjalan lambat. Lantas kenapa pakaian sulit kering saat musim hujan? Melansir dari berbagai sumber, Minggu (25/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Advertisement
1. Kelembapan Udara Terlalu Tinggi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332881/original/016634300_1787721354-3029775630647378175.jpeg)
Penyebab utama pakaian sulit kering saat musim hujan adalah kelembapan udara yang tinggi. Ketika udara mengandung banyak uap air, air yang tersimpan di serat kain menjadi lebih lambat menguap. Akibatnya, pakaian yang biasanya bisa kering dalam beberapa jam mungkin membutuhkan waktu jauh lebih lama.
Proses pengeringan pakaian terjadi ketika air di dalam kain menguap ke udara. Jika udara di sekitarnya sudah lembap, kemampuan udara untuk menerima tambahan uap air menjadi lebih terbatas. Kondisi ini sering terjadi saat hujan turun berkepanjangan, terutama di ruangan tertutup dengan ventilasi minim.
Cara mengatasinya: Jemur pakaian di tempat yang memiliki pertukaran udara baik. Jika udara di dalam rumah sangat lembap, pertimbangkan menggunakan dehumidifier untuk membantu mengurangi kelembapan ruangan.
2. Sinar Matahari Jarang Muncul
Sinar matahari membantu mempercepat pengeringan karena energi panasnya meningkatkan suhu air pada kain sehingga penguapan berlangsung lebih cepat. Saat musim hujan, langit yang mendung membuat intensitas sinar matahari berkurang. Pakaian pun tidak memperoleh panas sebanyak ketika dijemur pada hari cerah.
Meski begitu, pakaian tetap bisa kering tanpa terkena sinar matahari langsung. Penguapan juga dapat berlangsung pada suhu yang lebih rendah, asalkan udara di sekitar pakaian mampu membawa uap air menjauh. Jadi, tidak adanya sinar matahari bukan satu-satunya penyebab cucian lama kering.
Cara mengatasinya: Manfaatkan waktu ketika hujan berhenti untuk menjemur pakaian di tempat yang terang dan terbuka. Jika matahari tidak muncul sepanjang hari, prioritaskan lokasi dengan aliran udara yang lancar daripada tempat yang hangat tetapi pengap.
Advertisement
3. Sirkulasi Udara di Tempat Menjemur Buruk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263120/original/052444200_1781859358-Gunakan_Dehumidifier_untuk_Mengurangi_Kelembapan.jpeg)
Pernah menjemur pakaian di dalam rumah, tetapi hingga malam masih terasa basah? Salah satu penyebabnya mungkin sirkulasi udara yang tidak memadai. Ketika udara di sekitar pakaian tidak bergerak, uap air yang menguap dari kain cenderung terkumpul di area tersebut.
Akibatnya, proses pengeringan menjadi semakin lambat, terlebih jika ruangan juga memiliki kelembapan tinggi. Masalah ini sering terjadi ketika jemuran diletakkan di sudut kamar, dekat dinding yang lembap, atau di ruangan tertutup tanpa ventilasi yang memadai.
Cara mengatasinya: Letakkan rak jemuran di area yang memiliki ventilasi silang jika memungkinkan. Buka jendela ketika kondisi luar memungkinkan dan tidak ada hujan yang masuk. Jika diperlukan, gunakan kipas angin untuk membantu mengalirkan udara melewati pakaian.
4. Pakaian Dijemur Terlalu Rapat
Kebiasaan menggantung banyak pakaian pada satu rak memang terasa praktis, terutama ketika cucian menumpuk. Namun, pakaian yang terlalu rapat membuat aliran udara sulit melewati setiap bagian kain. Area yang saling menempel pun menjadi lebih lambat kehilangan kelembapannya.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan proses pengeringan jika pakaian yang dijemur berupa kaus tebal, celana panjang, handuk, atau jaket. Bagian yang terlipat dan tertutup kain lain bisa tetap basah meskipun permukaan luarnya mulai terasa kering.
Cara mengatasinya: Beri jarak di antara setiap pakaian agar udara dapat bergerak dengan leluasa. Jika jumlah cucian terlalu banyak, gunakan dua rak atau jemur secara bergantian. Balik pakaian dan buka bagian yang terlipat agar sisi dalamnya ikut terkena aliran udara.
Advertisement
5. Pakaian Masih Menyimpan Terlalu Banyak Air setelah Dicuci
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373647/original/048936800_1791971065-6.jpg)
Pakaian yang keluar dari mesin cuci dengan kondisi sangat basah tentu membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. Semakin banyak air yang tertinggal di dalam serat kain, semakin banyak pula air yang harus menguap sebelum pakaian siap digunakan.
Hal ini bisa terjadi ketika proses pemerasan atau spin tidak berjalan optimal. Beban mesin yang terlalu banyak, pengaturan putaran yang kurang sesuai, atau gangguan pada mesin cuci dapat membuat pakaian menyimpan lebih banyak air daripada biasanya.
Cara mengatasinya: Pastikan mesin cuci tidak diisi melebihi kapasitas yang dianjurkan. Gunakan fitur pemerasan tambahan jika sesuai dengan jenis kain dan petunjuk perawatan pakaian. Untuk bahan yang tidak boleh diperas dengan putaran tinggi, tekan air secara perlahan menggunakan handuk bersih sesuai petunjuk label pakaian.
6. Bahan Pakaian Terlalu Tebal atau Menyerap Banyak Air
Tidak semua pakaian memiliki waktu pengeringan yang sama. Kaus tipis biasanya lebih cepat kering daripada handuk tebal, celana berbahan denim, jaket, atau pakaian berbahan berlapis. Perbedaan ini berkaitan dengan ketebalan kain, struktur serat, dan banyaknya air yang tertahan setelah pencucian.
Handuk, misalnya, dirancang untuk menyerap air sehingga dapat menyimpan kelembapan dalam jumlah cukup besar. Sementara itu, celana denim memiliki bahan yang relatif tebal dan rapat. Ketika musim hujan membuat penguapan melambat, kedua jenis pakaian tersebut bisa tetap lembap lebih lama dibandingkan pakaian tipis.
Cara mengatasinya: Pisahkan pakaian berdasarkan ketebalan ketika menjemur. Letakkan handuk dan celana tebal di area dengan aliran udara paling baik. Pastikan saku, lipatan pinggang, dan bagian dalam pakaian terbuka agar air tidak terperangkap terlalu lama.
Advertisement
7. Ruangan Terlalu Dingin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373641/original/025041700_1791971065-HL.jpg)
Suhu udara juga memengaruhi kecepatan penguapan air dari pakaian. Ketika suhu lebih rendah, molekul air umumnya memiliki energi lebih sedikit untuk berpindah dari bentuk cair menjadi uap. Itulah sebabnya pakaian bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk kering di ruangan yang dingin.
Kondisi ini dapat terjadi di rumah yang minim paparan panas matahari atau memiliki ruangan tertutup dengan suhu rendah. Namun, suhu bukan satu-satunya faktor penentu. Ruangan yang hangat tetapi sangat lembap dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik juga bisa membuat cucian lama kering.
Cara mengatasinya: Pilih ruangan yang relatif hangat sekaligus memiliki pertukaran udara yang baik. Jika menggunakan alat pemanas khusus, pastikan alat tersebut memang dirancang untuk penggunaan tersebut dan ikuti petunjuk keselamatannya. Hindari menempatkan jemuran terlalu dekat dengan kompor, lilin, atau sumber api.
8. Jemuran Diletakkan di Sudut Rumah yang Pengap
Menjemur pakaian di dalam rumah sering menjadi solusi ketika hujan turun sepanjang hari. Namun, pemilihan lokasi yang kurang tepat justru dapat memperlambat pengeringan. Sudut rumah yang tertutup, ruangan tanpa ventilasi, atau area yang terhalang furnitur dapat membuat udara sulit bersirkulasi.
Selain memperlambat pengeringan, kelembapan dari pakaian juga dapat menambah kadar uap air di dalam ruangan. Jika kondisi ini terus berlangsung, area sekitar jemuran bisa terasa pengap dan lembap. Dalam jangka panjang, kelembapan berlebih juga berisiko memicu pertumbuhan jamur pada permukaan yang rentan.
Cara mengatasinya: Hindari menempatkan jemuran di kamar tidur yang tertutup sepanjang hari. Pilih area dengan ventilasi baik dan beri jarak antara rak jemuran, dinding, serta furnitur. Jika terpaksa menjemur di dalam rumah, usahakan agar udara lembap dapat keluar dan udara yang lebih kering bisa masuk.
Advertisement
9. Deterjen atau Pelembut Digunakan secara Berlebihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111737/original/089347500_1738057912-pexels-rdne-5591581.jpg)
Penggunaan deterjen yang terlalu banyak tidak membuat pakaian otomatis lebih bersih. Jika pembilasan kurang optimal, sisa deterjen atau pelembut bisa tertinggal pada serat kain. Penumpukan residu dapat memengaruhi tekstur kain dan membuat pakaian terasa kurang nyaman ketika kering.
Meski demikian, sisa deterjen bukan penyebab utama semua pakaian sulit kering. Waktu pengeringan lebih banyak dipengaruhi jumlah air yang tertinggal, kelembapan, suhu, dan pergerakan udara. Residu produk pencuci lebih patut diperhatikan jika pakaian terasa licin, kaku, atau berbau tidak sedap setelah dicuci.
Cara mengatasinya: Gunakan deterjen sesuai takaran pada kemasan dan sesuaikan dengan jumlah cucian serta kondisi air. Jangan menambahkan pelembut secara berlebihan. Jika pakaian masih terasa bersabun, periksa kembali proses pembilasan dan pastikan mesin cuci tidak kelebihan muatan.
10. Pakaian Dibiarkan Menumpuk dalam Kondisi Basah
Setelah mesin cuci selesai bekerja, sebagian orang tidak langsung menjemur pakaian karena sibuk dengan pekerjaan lain. Pakaian basah akhirnya tertinggal di dalam mesin atau menumpuk di keranjang. Kebiasaan ini dapat membuat bau tidak sedap muncul, terutama ketika pakaian berada dalam kondisi lembap dan minim sirkulasi udara selama berjam-jam.
Bau apek dapat berkaitan dengan aktivitas mikroorganisme pada kain yang lembap. Karena itu, meskipun pakaian akhirnya dijemur, bau yang telanjur muncul mungkin tidak langsung hilang. Kondisi tersebut bisa semakin buruk jika pakaian dibiarkan menumpuk berulang kali sebelum dicuci atau dikeringkan.
Cara mengatasinya: Segera keluarkan pakaian dari mesin cuci setelah siklus selesai dan langsung jemur. Jika belum bisa menjemurnya, hindari membiarkan pakaian basah menumpuk terlalu lama. Apabila pakaian telanjur berbau apek, cuci kembali sesuai petunjuk perawatan kain, lalu keringkan sampai benar-benar tuntas.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Kenapa Pakaian Sulit Kering saat Musim Hujan
1. Kenapa pakaian sulit kering saat musim hujan?
Pakaian sulit kering saat musim hujan karena kelembapan udara cenderung tinggi, sinar matahari berkurang, dan kondisi angin atau sirkulasi udara mungkin tidak mendukung penguapan. Jenis kain, jumlah air yang tertinggal setelah dicuci, serta lokasi menjemur juga memengaruhi waktu pengeringan.
2. Apakah pakaian bisa kering tanpa sinar matahari?
Bisa. Pakaian tetap dapat kering melalui proses penguapan meskipun tidak terkena sinar matahari langsung. Aliran udara yang baik, suhu yang sesuai, dan kelembapan yang lebih rendah membantu mempercepat proses tersebut.
3. Apakah menjemur pakaian di dalam rumah aman?
Bisa dilakukan, tetapi pilih ruangan dengan sirkulasi udara baik. Menjemur banyak pakaian basah di ruangan tertutup dapat meningkatkan kelembapan dan berisiko memicu jamur jika berlangsung terus-menerus.
4. Kenapa pakaian tetap bau apek meski sudah kering?
Bau apek bisa muncul akibat pakaian terlalu lama berada dalam kondisi lembap, pertumbuhan mikroorganisme, atau residu deterjen. Pakaian yang telanjur berbau mungkin perlu dicuci kembali dan dikeringkan secara menyeluruh.
5. Apakah kipas angin bisa membantu mengeringkan pakaian?
Ya. Kipas membantu mempercepat pengeringan dengan mengalirkan udara di sekitar kain sehingga uap air lebih mudah terbawa menjauh. Hasilnya akan lebih baik jika ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak terlalu lembap.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381907/original/031781800_1792909006-Gemini_Generated_Image_7fpkjh7fpkjh7fpk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381376/original/005260100_1792812424-Gemini_Generated_Image_6ah04e6ah04e6ah0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380874/original/080506100_1792741986-03_-_HUAWEI_FreeBuds_Neo_x_MARBLES.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380436/original/042373600_1792687580-1_-_Kolaborasi_HUAWEI_x_Marbles.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379808/original/086089900_1792647863-Gemini_Generated_Image_4u5g1g4u5g1g4u5g.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379716/original/059192000_1792644697-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379363/original/097715300_1792594745-people-meeting-barter-event-exchange-goods.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4847216/original/065253100_1717033085-pexels-liza-summer-6347538.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321823/original/039525400_1786505831-pal3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7186959/original/042884900_1779983531-IMG_0027.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381242/original/001440900_1792772123-IMG_0465.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377611/original/065727200_1792471085-IMG_5844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381217/original/038803100_1792767568-Screenshot__381_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381216/original/013515900_1792767021-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_21.38.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381964/original/076816300_1792913667-ye-live-in-jakarta-pengalaman-imers-3-fa3ca.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381034/original/005594700_1792750620-beautiful-asian-woman-applying-makeup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2556406/original/044314600_1545825364-Guilherme_Stecanella.jpg)