Sukses

Lifestyle

Tak Perlu Menyalahkan Diri Sendiri saat Melihatnya Berjodoh dengan yang Lain

Fimela.com, Jakarta Punya cerita mengenai usaha memaafkan? Baik memaafkan diri sendiri maupun orang lain? Atau mungkin punya pengalaman terkait memaafkan dan dimaafkan? Sebuah maaf kadang bisa memberi perubahan yang besar dalam hidup kita. Sebuah usaha memaafkan pun bisa memberi arti yang begitu dalam bagi kita bahkan bagi orang lain. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela: Sambut Bulan Suci dengan Maaf Tulus dari Hati ini.

***

Oleh: Resti Layla - Cilegon

Menemukan Bahagia dalam Memaafkan

Aku mengenalnya di bangku sekolah menengah pertama. Pada zaman itu, memang keren sekali kalau kita memiliki seorang kekasih yang tak lain adalah senior sendiri. Perasaan itu pun hinggap padaku karena berhasil menggaet salah satu senior cukup keren di sekolah. Cinta monyet yang sempat kandas setahun berikutnya, terjalin lagi ketika aku masuk di bangku sekolah menengah atas, dan akhirnya kandas lagi. Kemudian aku pergi kuliah keluar kota, dan alhasil putus seluruh komunikasiku dengannya. Barulah di pertengahan pendidikanku, tanpa terduga, aku bertemu lagi dengannya dan benih cinta itu muncul kembali.

Kami berhubungan cukup lama. Aku sebentar lagi akan wisuda, dan dia menyatakan keinginan untuk melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan. Tentu saja, aku senang bukan kepalang. Tetapi, aku yang waktu itu masih egois dan kekanak-kanakan, masih belum bisa menerima dia apa adanya dan menginginkan kesempurnaan. Aku ingin calon suamiku memiliki pendidikan yang setara, atau bahkan lebih dariku. Saat aku mengungkapkan keinginan itu, dia yang hanya lulusan SMA tercenung diam. Saat aku memaksanya untuk kuliah lagi, dia hanya tersenyum dan berkata jika Allah mengizinkan.

Keegoisan itu yang kusesali. Hanya karena prinsipku yang sangat kolot, hanya karena sikapku yang terus memaksanya untuk menjadi sarjana, dia akhirnya pergi. Dia tak sanggup, sementara aku menuntut. Dia kulepas, hingga akhirnya hubunganku kandas. Kupikir dia akan kembali lagi. Tapi ternyata tidak. Setelah aku lulus dan kembali ke kampung halaman, aku langsung disambut dengan undangan pernikahan darinya. Tubuhku lemas. Hatiku hancur sekali.

 

2 dari 3 halaman

Dia Memang Bukan Jodohku

Aku tak datang karena takut diriku akan pingsan di pelaminan. Aku menangisinya berhari-hari. Di dalam kamar, dan termenung. Saat itulah aku menyalahkan diriku sendiri. Kenapa aku harus memaksanya kuliah, kenapa aku tidak menerimanya apa adanya, kenapa aku melepasnya, dan setumpuk penyesalan lainnya yang mengendap di dada. Kutatap foto pernikahannya di media sosial diiringi tangisan, sembari dalam hati mengutuk diri sendiri atas kesalahan yang kuperbuat sendiri. Begitulah kujalani hari selama berminggu-minggu.

Dan kemudian datang hari di mana tubuhku sudah lelah dengan semuanya. Lubuk hati yang paling dalam berteriak menginginkan agar aku kembali bersinar. Aku mencobanya, meski tak mudah dan perlu proses cukup lama. Kutepis pikiran bahwa aku lah yang membuatnya pergi, salahku lah akhirnya dia menikah dengan wanita lain. Kucoba memaafkan diri sendari, sambil terus berkata dalam hati bahwa semua ini takdir. Aku memang tak berjodoh dengannya. Titik. Cukup itu saja yang kugaungkan dalam pikiran.

Lalu, kusibukkan diri. Aku mulai bekerja, dan menemui aktivitas yang butuh fokus dan konsentrasi. Lambat laun, hatiku pulih. Aku tak lagi menyalahkan diri sendiri. Aku kembali pada diriku yang ceria, optimis dan percaya diri. Bahkan hingga setahun berlalu, ketika tanpa sengaja kulihat foto keluarga kecilnya, hatiku tak lagi mencelos. Malahan aku ikut mengucapkan turut berbahagia. Rasanya setelah memaafkan, diri ini jadi lebih plong dan hidup terasa tanpa beban. Apalagi memaafkan diri sendiri, yang notabene jauh lebih sulit ketimbang memaafkan orang lain. Jadi, jangan takut memaafkan. Percayalah, memaafkan adalah suatu proses yang sulit, namun akan berakhir bahagia.

 

3 dari 3 halaman

Simak Video di Bawah Ini

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Target Wulan Guritno di Ramadan Tahun 2019
Artikel Selanjutnya
Tips Kue Lidah Kucing Tidak Mudah Hancur dan Gampang Gosong!