Sukses

Lifestyle

Hidup Seolah Begitu Hampa, 5 Tanda Mengalami Quarter Life Crisis

Fimela.com, Jakarta Merasa hidup seakan hampa? Merasa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup makin membingungkan? Seakan menemukan jalan buntu ke mana pun pergi. Segala sesuatu yang tadinya tampak baik-baik saja mulai merasa mengganggu. Bahkan hari-hari yang dilalui terasa begitu getir dan suram. Bisa jadi kamu sedang mengalami yang namanya quarter life crisis.

Apa yang dimaksud dengan quarter life crisis? Quarter life crisis atau krisis perempat baya, melansir lifehack.org, adalah masa transisi dari awal 20an hingga akhir 20an, dari masa kanak-kanak menuju dewasa, dan proses adaptasi dengan perubahan-perubahan yang menyertainya. Kita yang berusia 20an hingga awal 30an bisa mengalami krisis ini. Berikut ini lima tanda umum kita sedang mengalami krisis perempat baya. Bila mengalami tanda-tanda ini, tak perlu langsung panik. Selami dan pahami dulu perasaanmu agar memudahkanmu mencari jalan keluar dan menemukan kembali makna hidup yang baru.

1. Merasa Gelisah saat Melihat Unggahan Media Sosial

Teman-temanmu di media sosial mengunggah foto pernikahan, foto bayi-bayi, foto kesuksesan karier, dan hal semacam itu. Kamu merasa gelisah saat melihat semua itu. Usia 20an biasanya kita merasa seakan-akan hidup adalah sebuah kompetisi. Membanding-bandingkan diri dengan orang lain dan merasa depresi atau tertekan saat melihat hidup orang lain tampak lebih di depan daripada hidupmu sendiri. Di sini kamu berproses dan mulai menemukan makna baru bahwa hidup bukanlah kompetisi. Kamu akan belajar dan lebih memahami bahwa hidup tak selamanya berjalan sesuai dengan rencana. Memahami realita ini mungkin akan sulit pada awalnya tapi saat bisa berdamai dengan itu, hidup akan terasa lebih damai.

2. Merasa Tak Punya Kesamaan Lagi dengan Teman-Teman Sebaya

Menerima kenyataan bahwa setiap orang punya proses perubahan masing-masing bisa cukup mengejutkan. Saat bersekolah atau kuliah, kita merasa memiliki teman karena berproses pada ritme yang sama. Namun, setelah itu masing-masing orang memilih jalannya sendiri. Kamu merasa tidak lagi punya kesamaan dengan orang-orang yang dulu berjalan bersamamu. Ya, pada kenyataannya setiap manusia akan berubah. Kita bisa memiliki jalan cerita sendiri.

3. Merasa Tidak Bahagia tapi Tidak Tahu Penyebabnya

Seakan kehilangan arah dan tersesat. Kamu merasa tidak bahagia tapi tidak bisa menemukan penyebabnya. Padahal bila kamu mau melihat lebih dekat lagi, sebenarnya sudah ada banyak pencapaian dalam hidup yang berhasil kamu dapat. Tapi kamu merasa hampa. Ada sesuatu yang seakan hilang dalam hidupmu. Akan tetapi dari sini, kamu akan tergerak untuk menemukan makna untuk hidupmu sendiri. Kamu akan terdorong untuk menciptakan kebahagiaan-kebahagiaan dalam hidupmu. Tak apa, walau sulit tapi semua usaha akan berbuah manis.

4. Merasa Sulit Membuat Keputusan

Melansir quarterlifecenter.com, salah satu tanda kamu mengalami krisis perempat baya adalah kamu kesulitan membuat keputusan dan merasa bingung saat dihadapkan pada pilihan-pilihan. Sesuatu yang sebelumnya bisa diputuskan dengan mudah, kini harus dipikirkan lebih dalam dan matang. Biasanya keputusan yang tersulit adalah harus memilih untuk menjalani hidup sesuai dengan keinginan sendiri atau menjalani hidup dewasa seperti yang disarankan orang-orang di sekitar kita. Maklum karena segala sesuatu yang kita alami di usia 20an hingga 30an mengandung hal-hal baru yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya. Walau bikin pusing dan stres, tapi kita akan menyadari bahwa setiap keputusan yang kita buat dalam hidup pasti akan memberi makna tersendiri untuk diri kita.

5. Merasa Terpenjara

Biasanya yang paling kentara adalah merasa terjebak atau terpenjara dalam pekerjaan yang sedang digeluti. Seakan pekerjaan yang dipilih adalah penjara. Di sini kamu mulai mempertimbangkan dan mencari lagi pekerjaan yang tepat. Mulai menggali lagi apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidupmu. Mencari potensi baru dalam hidup untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang memang cocok untuk dirimu.

Kita semua berproses dan senantiasa melewati fase transisi dalam hidup. Memang ada hal-hal yang tidak nyaman yang akan kita alami saat mengalami kriris perempat baya. Namun, dari situ kita justru akan tergerak untuk membuat hidup kita lebih bermakna. 

#ChangeMaker

Loading
Artikel Selanjutnya
Mencintai Seseorang Secukupnya adalah Kebahagiaan Sesungguhnya
Artikel Selanjutnya
5 Cara Elegan Hadapi Pertanyaan Kapan Nikah yang Terus Berulang