Sukses

Lifestyle

Bhineka Tunggal Ika dalam Keluarga Besarku

Fimela.com, Jakarta Kita semua pasti punya pengalaman tak terlupakan terkait negeri kita tercinta Indonesia. Ada kebanggaan yang pernah kita rasakan sebagai bagian dari Indonesia. Kebanggaan terhadap keindahan alam Indonesia, kekayaan tradisi dan budaya, kecintaan terhadap masyarakat Indonesia, dan lain sebagainya. Kita pun punya cara tersendiri dalam mengartikan kebanggaan terhadap tanah air ini. Melalui Lomba Share Your Stories Bulan Agustus: Bangga Indonesia ini, Sahabat Fimela bisa berbagi cerita, pengalaman, dan sudut pandang tentang hal tersebut.

***

Oleh:  Nurul Armylia

Entah sudah berapa lama, aku selalu bingung untuk menjawab ketika bertemu dengan orang baru, mengobrol, kemudian orang tersebut bertanya aku orang mana, berasal dari daerah mana. Pekerjaan ayahku yang seorang tentara, hampir pasti akan berpindah dinas setiap beberapa waktu membuat aku dan keluargaku tinggal nomaden.

Aku lahir di Malang, dan tumbuh besar di berbagai kota. Timor-timur (saat masih menjadi bagian dari Indonesia), Bali, Bandung, Sumedang, Cimahi adalah beberapa kota yang dulu sempat kutinggali. Terlalu sering berpindah tempat dan tidak pernah terlalu lama di satu lokasi membuatku bicara dengan hampir tanpa dialek. Karena tidak dapat membedakan mana bahasa daerah yang halus dan kasar, maka walau belajar bahasa daerah dimana bumi dipijak, bahasa Indonesia adalah yang paling aman untuk kugunakan dalam keseharian.

Latar belakang keluarga yang beraneka ragam turut memberi sumbangsih bagi kebingunganku untuk menjawab daerah asal. Kakekku dari Madura, Nenek orang Palembang. Sementara Mamaku lahir di Bangka, dan Ayahku kelahiran Kediri, tapi besar di Surabaya.

  

Kebanggaan dan Kebahagiaan

Dulu ketika kakek dan nenekku masih hidup, masa-masa libur lebaran menjadi waktu-waktu yang paling dinanti. Nenekku yang mempunyai 9 anak termasuk mamaku, membuat kami menjadi keluarga besar dengan berbagai latar belakang. Maka ketika hari Idulfitri tiba, saudara-saudara dari berbagai penjuru akan berkumpul di Malang, kota di mana kakek menikmati masa istirahatnya setelah pensiun dari perkerjaannya sebagai polisi.

Aku bangga lahir dari keluarga yang begitu beragam. Berbeda-beda tidak lantas membuat kami menonjolkan perbedaan atau keunggulan masing-masing. Sebaliknya, hal tersebut menjadi lebur dan indah. Benar kata semboyan, Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda namun tetap satu jua. Walau bicara dengan dialek yang berbeda, memiliki warna kulit yang beragam, berasal dari daerah yang berbeda, punya selera makanan yang bermacam-macam, malah membuat kami menjadi kaya :)

Ini ceritaku Bangga Indonesia, bagaimana ceritamu?

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenal 10 Orang Terkaya di Asia
Artikel Selanjutnya
4 Alasan Membelanjakan Uang untuk Menyenangkan Diri Sendiri Itu Penting!