Sukses

Lifestyle

Saat Orang Tercinta Membuat Hatimu Patah, Maafkanlah demi Kedamaian Jiwamu

Fimela.com, Jakarta Saat orang tercinta melukai hati dan membuat hati kita patah, rasanya dunia hancur berkeping-keping. Dikhianati dan dicabik-cabik oleh seseorang yang sangat kita jelas menghujamkan luka yang begitu dalam. Marah, sedih, dan kecewa semua campur aduk jadi satu.

Kita boleh marah. Boleh juga kesal dan merasa sedih. Tapi sebaiknya jangan sampai kita menyimpan dendam. Perlahan-lahan kita perlu memaafkannya. Sedalam apa pun luka yang ada di dalam hati kita, kita bisa meluruhkannya pelan-pelan dengan memaafkan. 

Memaafkan Bisa Meringankan Jiwa Kita

Kita tak bisa menyimpan dendam terlalu lama. Sebab sebuah dendam hanya akan menjadi bara yang melahap kebahagiaan kita sendiri. Cobalah untuk memaafkan. Memaafkan dia  yang sudah melukaimu. Juga memaafkan dirimu atas apa pun yang telah terjadi. Setidaknya dengan sebuah maaf, kamu sudah membuat keputusan untuk jalani hidup yang lebih baik ke depannya.

“People have to forgive. We don't have to like them, we don't have to be friends with them, we don't have to send them hearts in text messages, but we have to forgive them, to overlook, to forget. Because if we don't we are tying rocks to our feet, too much for our wings to carry!”― C. JoyBell C.

Memaafkan Itu Menyembuhkan

Sangat wajar bila kita mungkin akan sulit untuk bisa benar-benar ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Terlebih karena hati dan perasaan kita sedang terluka. Maka, membangun keikhlasan yang benar-benar tulus butuh upaya yang keras. Akan tetapi, memaafkan akan sangat membantu kita untuk lebih cepat pulih dan sembuh dari luka. Memaafkan akan memudahkan kita untuk menyatukan kembali kepingan-kepingan hati yang patah. 

“Life is so short. The only person you hurt when you stay angry or hold grudges is you. Forgive everyone, including yourself.”― Tom Giaquinto

Memaafkan akan Menghadirkan Cahaya Baru dalam Hidupmu

Memaafkan bisa membuat kita lebih bebas. Daripada terus mengingat kesalahan dan luka yang ditorehkan olehnya, lebih baik fokus untuk menemukan cahaya baru dalam hidup. Ambil saja pelajaran dan hikmah yang ada. Jika hatimu masih terasa sakit, tak apa untuk sesekali menangis dan mengalirkan air mata. Tapi setelah itu, hapus air mata dan kembali perlahan-lahan lanjutkan langkah kaki ke depan.

“Forgiveness for ourselves and other is one of the main elements in growth. It allows us to free ourselves of the issues that are holding us down.”― Nanette Mathews

Akan ada ruang baru yang tumbuh dalam hati saat kita bisa memaafkan. Ada kelapangan yang akan kita rasakan saat kita bisa menghadirkan maaf. Ada kebaikan dan kedamaian yang akan kita rengkuh saat kita bisa memaafkan. Mungkin prosesnya tidak sebentar, tapi bukan berarti mustahil untuk melakukannya.

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Berswafoto Berujung Celaka, 3 Mahasiswa Terjatuh dari Atap Gedung saat Berpesta
Artikel Selanjutnya
5 Tips Merawat Janda Bolong Tanaman Hias dengan Harga Tinggi