Sukses

Lifestyle

3 Alasan Investor Pemula Tak Perlu Berutang untuk Beli Saham

Fimela.com, Jakarta Investasi saham kini kian marak di kalangan generasi milenial, bahkan Gen Z. Jika dilihat dari sisi positifnya, hal ini sangat bagus untuk masa depan anak-anak muda. Dengan melek finansial dan sudah mulai berinvestasi, paling tidak ini menandakan sebagian anak-anak muda di Indonesia sudah peduli dengan kesejahteraan di masa tua nanti. 

Namun, jika dilihat dari fenomena yang terjadi belakangan ini, sepertinya ada sisi negatif di balik rajinnya anak-anak muda berinvestasi saham. Yaitu fenomena membeli saham dengan berutang! 

Umumnya, menurut Lifepal, orang berutang disebabkan karena mereka tidak memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan berutang, mereka berharap harga saham yang dibeli dengan hasil berutang akan naik. Jadi, bunga dari pinjaman nanti bisa ditutup dengan keuntungan capital gain yang didapat. 

Pertanyaannya, bolehkah investor pemula berutang demi membeli saham? CFP dari Lifepal Aulia Akbar mengatakan utang untuk membeli saham justru akan menciptakan risiko yang lebih besar. Kenapa? 

1. Ada Risiko dalam Berinvestasi

Jadi, dalam berinvestasi ada prinsip high risk, high return. Dalam berinvestasi pula, ada 2 jenis risiko yang harus kamu waspadai. Pertama, risiko sistematis yang merupakan risiko tak dapat dihindari. Misalnya, risiko pasar, tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar mata uang, dan risiko politik suatu negara. 

Sementara, risiko kedua adalah non-sistematis yang merupakan risiko yang bisa dimitigasi dengan diversifikasi. Misalnya, risiko bisnis, bencana alam, dan lain-lain. Dengan beruatang untuk modal investasi, maka risikonya juga akan semaki besar! 

2. Nilai Kekayaan Menyusut 

Nilai kekayaan bersih adalah total aset dikurang liabilitas atau utang. Jadi, semakin banyak utang, semakin berkurang nilai kekayaan bersihmu. Jika mengalami kerugian saat menjual saham, bisa saja kamu kesulitan untuk membayar utang tersebut beserta bunganya. Apalagi jika sampai nilai kekayaan minus. 

3. Beli Secara Berkala

Kalau belum memiliki uang cukup untuk membeli sebuah saham beberapa lot, kamu sebenarnya tak perlu berutang. Kamu tetap bisa membeli saham tersebut dengan menerapkan metode cost averaging atau pembelian secara berkala. Jadi, misalnya kamu membeli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 1 lot bulan ini. Bulan depan, kamu masih bisa membeli saham yang sama dengan jumlah yang sama. Jadi, tidak perlu berutang, kan? 

"Sebelum berinvestasi, tentukanlah terlebih dulu tujuan dari investasi Anda. Pastikan pula Anda sudah sehat secara finansial dalam artian jika memiliki utang jumlahnya masih wajar, memiliki dana darurat yang sesuai dengan kebutuhan, memiliki ketersediaan aset lancar minimal 15% dari kekayaan bersih, dan memiliki proteksi," jelas Aulia. 

Manfaatkanlah fitur kalkulator kesehatan keuangan yang ada di situs Lifepal, untuk mengetahui kondisi keuangan Anda saat ini.

#elevate women

Simak Video Berikut

Loading