Sukses

Lifestyle

5 Jenis Pembalut Wanita yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Fimela.com, Jakarta Pembalut merupakan salah satu benda yang akrab di kehidupan perempuan dewasa. Benda yang satu ini memiliki peran besar ketika menstruasi tiba. Di media massa, banyak produsen pembalut wanita secara besar-besaran mengiklankan produk mereka. Memperkenalkan bahwa produk-produk yang mereka miliki adalah yang paling unggul.

Mulai dari kemasan, ukuran hingga kemampuan daya serap yang mumpuni. Namanya juga iklan, beberapa produsen hanya mengedepankan soal manfaat tanpa memberi efek samping dari penggunaan produk mereka dalam jangka panjang. Dari sekian banyak janji dan keunggulan yang ditampilkan, rupanya pembalut wanita memiliki banyak efek mengerikan yang bisa mempengaruhi kesehatan. Termasuk memperoleh risiko kanker. Berikut jenis-jenis pembalut wanita yang dapat memberi efek negatif bagi kesehatan si pemakainya.

Pembalut dengan daya serap tinggi. Produsen berlomba-lomba untuk memproduksi pembalut dengan daya serap tinggi dan tak sedikit pula konsumen yang memburunya. Padahal, pembalut berdaya serap tinggi yang mengkonversi cairan menjadi gel dapat memberikan kesempatan terbuka untuk kanker kandung kemih dan rahim.

 

Foto kiriman Freedom Cups (@freedomcups) pada

Pembalut dengan wewangian. Bantalan yang beriklan untuk menetralkan bau tak sedap dengan wewangian sebenarnya mengandung zat aditif buatan dan bahan kimia seperti polyethylene (PET), polypropylene dan propylene glycol (PEG). Bahan kimia ini berisiko menyebabkan kekeringan, kemandulan, kanker dan gangguan hormon.

 

Foto kiriman Marie (@marixu_bio) pada

Pembalut dengan yang putih dan bersih. Pembalut serba putih bisa memikat konsumen untuk membeli. Tapi, apakah kamu tahu apa yang membuat pembalut jadi demikian? Bantalan pembalut diputihkan dengan gas klor untuk memberi efek yang menakjubkan. Memakai pembalut tersebut dapat menghasilkan residu dioksin.

 

Foto kiriman kizzie love (@kizzielovesyou) pada

Pembalut plastik dan sintetik. Plastik atau bahan sintetis digunakan sebagai lapisan pada pembalut. Lapisan plastik ini akan menghadang aliran udara dan memperangkap panas serta kelembaban, sehingga menyebabkan pertumbuhan bakteri di vagina dan vulva.

 

Foto kiriman Lovely Cloth (@1lovelycloth) pada

Pembalut dengan kapas berherbisida. Sangat sedikit perusahaan pembalut yang menggunakan kapas organik untuk membuat pembalut. Hampir semua perusahaan menggunakan kapas komersial, yakni jenis kapas yang disemprot dengan herbisida, sejenis bahan kimia untuk memberantas hama pada tanaman. Jenis kapas ini lagi-lagi dapat mempengaruhi tubuh kita dengan cara yang berbeda, seperti gangguan hormonal dan kemandulan. 

 

Foto kiriman The Pie Patch (@thepiepatch) pada

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading