Sukses

Lifestyle

Obrolan Intim: Kurang Minum, Vagina Bisa Jadi Kering?

Fimela.com, Jakarta Air mineral memang sangat penting untuk manusia. Secara, sebagian besar tubuhmu terbuat dari air. Terus, kenapa kamu tetap harus minum air mineral yang banyak, minimal 8 gelas per hari? 

Hal ini disebabkan karena tubuh mengeluarkan cukup banyak cairan setiap harinya. Melalui keringat, air seni, dan juga pada saat BAB. 

Nah, ketika kamu nggak minum air mineral yang cukup, tubuhmu nggak mendapatkan asupan cairan yang cukup. Selain bakal terjadi gangguan fungsi pada organ sistem sekresi seperti ginjal, akan ada banyak akibat lainnya. 

Kulitmu akan menjadi kering. Begitu juga dengan rambut dan kuku yang pada akhirnya akan menimbulkan kerapuhan dan kerusakan. 

Dan, katanya, kekurangan cairan juga bisa memengaruhi kesehatan vaginamu, lho! Dilansir dari Liputan6.com, cari tahu apakah hal tersebut cuma sekadar mitos. 

Dehidrasi Vagina

Vagina kering sering dikaitkan dengan kekurangan asupan air mineral. Vagina kering ini juga disebut dengan dehidrasi vagina, di mana vagina kekurangan cairannya sehingga terasa kering, gatal, terbakar, dan sakit. Kondisi ini menyebabkan atau bisa memperburuk infeksi jamur. 

Namun, juru bicara Royal College of Obstetricians dan Gynecologists (RCOG), Dr Vanessa Mackay, mengatakan vagina kering tak ada hubungannya dengan kurang minum. 

Pakai Pelembab

"Meskipun ada banyak manfaat kesehatan dari air minum, tidak ada korelasi antara dehidrasi dan kekeringan vagina," kata Vanessa seperti yang dilansir dari Liputan6.com. 

Kekeringan vagina merupakan masalah umum yang bisa disebabkan banyak hal. Misalnya ibu yang menyusui, usai melahirkan, efek samping kontrasepsi, dan juga sedang menjalani pengobatan kanker. 

Kondisi ini sebenarnya bisa disiasati dengan menggunakan lube saat bercinta, atau menggunakan krim pelembab khusus vagina. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading