Sukses

Lifestyle

Martha Tilaar, Si Tomboi Yang Pantang Menyerah

Vemale.com - Siapa sangka wanita kelahiran 4 September 1937 ini memiliki masa lalu yang boleh dikata jauh dari cantik dan sukses. Martha yang lahir di Kebumen, Jawa Tengah, ini tumbuh menjadi gadis tomboi, bandel, dan juga aktif. Saat disuruh merawat diri oleh ibunya, Martha malah lebih memilih bermain layang-layang atau berenang di sungai. Lulusan IKIP Negeri Jakarta jurusan sejarah ini kemudian menjadi guru sejarah pada tahun 1960an. Lantaran profesinya ini, sang ibu semakin giat mendesak Martha untuk lebih memperhatikan penampilannya. Bahkan Martha kemudian dipaksa ikut kursus kecantikan. Dari sini, jiwa perempuan Martha yang selama ini terpendam mulai mencuat ke permukaan. Martha mulai jatuh hati pada yang namanya kecantikan. Saat mendampingi sang suami, H.A.R Tilaar, yang belajar di Amerika, ibu empat anak ini sempat belajar tentang kecantikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, AS. Setelah kembali ke tanah air, mantan sales Avon ini kemudian membuka salon sendiri. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada tanggal 3 Januari 1970 di sebuah garasi rumah berukuran 6x4 meter milik orang tua Martha yang terletak di daerah Menteng, Jakarta. Dari salon sederhana 'Martha Salon' inilah mulai muncul produk-produk kecantikan dari bahan alam yang diberi nama Sariayu Martha Tilaar. Meski produknya mulai diterima oleh masyarakat, namun Martha pernah menghadapi penolakan oleh mal dan plaza terkemuka di Jakarta karena produknya sempat dianggap kurang berkelas. Namun, wanita 71 tahun ini tak menyerah begitu saja. Penolakan yang diterimanya malah menjadi motivasi baginya untuk mendirikan Puri Ayu Martha Tilaar pada Mei 1995. Tak berhenti hanya di situ saja, daerah Kuningan, Jakarta pun menjadi pilihannya untuk membuka gerai jamu dan kosmetika Sariayu. Usaha lain yang juga digelutinya adalah kerajinan. Martha membuka Prama Pratiwi Martha Gallery di Sentolo, Yogyakarta. Tak hanya itu saja, Martha juga membuka Kampung Jamu Organik di Cikarang, Bekasi yang baru dibuka untuk umum pada 2008 lalu. Usaha yang makin berkembang dengan nama Martha Tilaar Group itu pun kini memiliki 11 anak perusahaan dan telah menyerap hingga enam ribuan tenaga kerja. (web/meg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading