Sukses

Lifestyle

Jakarta Fashion Week 2010, Ajang Desainer dan Model Muda Tampil

Vemale.com - Tidak hanya menyuguhkan gambaran tren fashion tahun 2010 hasil karya lebih dari 50 desainer, Festival Mode Indonesia-Jakarta Fashion Week 2010 yang akan dihelat selama 4 hari (11 hingga 14 November 2009) dipastikan akan memberikan banyak kejutan bagi Anda, para fashionista. Bahkan, Femina Group selaku penyelenggara juga membuka peluang bagi setiap wanita yang ingin membawakan busana karya desainer Tanah Air. Menarik! Parade fashion yang akan digelar dalam Jakarta Fashion Week sudah di depan mata. Persiapan demi mendapatkan hasil yang maksimal pun telah dilakukan. Termasuk dalam pencarian model yang akan membawakan busana karya desainer top Tanah Air. Selasa (26/5), bertempat di gedung Femina, Jalan. HR. Rasuna said, Kuningan, Jakarta, ratusan model memadati area lobby perkantoran guna melakukan audisi. "Hal ini dirasa perlu untuk menjadikan keseluruhan event tahunan ini menjadi event yang representative untuk mewakili aktivitas fashion di dunia fashion internasional. Untuk itu ada ratusan model yang kita screening untuk event ini" ujar Svida Alisjahbana, Chief Opperating officer Group sekaligus ketua Festival Mode Indonesia-Festival Fashion Week saat ditemui dalam jumpa pers.
Salah satu syarat wajib menjadi model FMI-JWF adalah memiliki berat tubuh yang proporsional di mana minimal tingginya 173 cm. Di hadapan juri, mereka melalukan simulasi jalan di catwalk. Setelah itu, proses pengukuran tinggi dan berat badan dilakukan. Mengenalkan mode Tanah Air serta menjadikan Jakarta sebagai salah satu pusat mode di Asia yang menjadi tujuan utama festival ini tidak hanya dicapai lewat audisi model saja. Kerja sama dalam kolaborasi pertukaran kreativitas budaya antar dua negara juga dilakukan dalam ajang tahun ini. Ya, kali ini giliran Indonesia menggandeng Negara India dalam pergelaran fashion FMI-JWF. Alasannya simple saja, seperti yang diungkapkan Svida Alisjahbana, "Karena kita (Indonesia-India-red) telah bersahabat sejak lama. Selain itu Indonesia dan India mempunyai sejarah panjang yang sama di mana keduanya mempunyai eksplorasi industri kain yang tidak ada habisnya. India terkenal dengan kain sarinya, sedangkan kita dengan kain batik, songket, ikat, dan masih banyak lagi".
Dalam rangkaian acara JFW 09/10 tersebut, seluruh desainer mempersembahkan parade fesyen bertema "Friendship Through Culture" dalam Festival India. Tema tersebut diambil untuk semakin mempererat hubungan bilateral kedua negara. Rencananya pada akhir minggu ini, dua desainer terkemuka India, Tarun Tahiliani dan Malini Ramani, akan bertandang ke Indonesia guna mengawali langkah mereka dalam membuat maha karya dengan memilih kain khas Indonesia. "Karena keterbatasan waktu, mereka memang tidak bisa melakukan proses develop kain, jadi hanya memilih kain yang akan mereka gunakan," ujar Dias Persada selaku senior creative.
Sayang, untuk desainer Tanah Air sendiri, pihak penyelenggara belum bisa me-release. "Dalam waktu dekat kita akan segera memberitahukan siapa perancang yang akan melakukan kolaborasi bersama desainer India. Yang jelas, satu nama memang merupakan desainer yang sudah memiliki nama, sedangkan satu lagi desainer muda yang memang sedang happening," jelas Svida Alisjahbana lagi. Di samping mengetengahkan kolaborasi antara dua negara, ajang fashion show yang mewah ini akan menampilkan beragam parade fashion dengan warna domestik maupun mancanegara dengan standar Internasional. Termasuk segi lighting, yang selama ini menjadi salah satu kekurangan ajang FMI-JFW. Kali ini, lighting berstandar Internasional akan dikembangkan di empat stage yang berlokasi di Pasific Place, Jakarta. (vem/sky/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    Loading