Sukses

Lifestyle

Dulu Kamu, Aku Dan Sekarang Kita!

Vemale.com - Oleh: Agatha Yunita Komentar Venus Mania "Iya, kalo dulu sih dia berusaha banget manjain aku. Tapi lama-lama dia udah mulai sibuk ngantor ya udah deh jalan masing-masing ketemu cuman pas malem doang, itu juga kita udah sama-sama capek dan nggak banyak komunikasi...sibuk aja sendiri," Marlene - 29 tahun - Onny - 28 tahun - "Gue sama dia masih baru ya belum juga satu taon, cuman ya gimana udah mulai keliatan aja belang-belangnya. Kalo dulu gue tau cuman dikit sekarang gue tahu banget deh gimana jeleknya dia itu. Sebel banget dibuatnya!" Ira - 31 tahun - "Dulu pas pacaran dia sering banget ngalah kalo tengkar, kalo sekarang dia cuek aja kalo marah ya marah aja. Malahan jadinya aku yang sering ngalah (tertawa)" "Dia merasa sebagai pimpinan ya, jadinya harus ikutin semua kata dia..." Ajeng - 30 tahun -[break] Komentar Mars Mania "Dikit-dikit marah, banyak maunya deh ini itu jadi bikin sebel aja..." Dody - 32 tahun - "Egois dan pengen diturutin semua maunya, nggak bisa diajakin becanda, sensi abis!" Joy - 29 tahun - Derry - 29 tahun - "Yah gue sebagai cowok kan harusnya emang dihormatin, dia yang harus denger omongan gue, bukan kebalikannya" Farid - 30 tahun - "Kita cowok, dan kasar itu wajar karena emang udah wataknya kita dibikin kayak gitu. Means, mereka emang harus lebih ngertiin kita, karena kita juga udah berusaha banget ngertiin mereka dan ngasi apa yang mereka mau..." Bel belum lagi berbunyi, belum beranjak ke level pernikahan yang lebih tinggi, di mana akan banyak masalah lain menunggu untuk diatasi, pertikaian kecil sudah muncul memberondong dan meregangkan kepercayaan dan rasa cinta satu sama lain. Sulit memang jika sebelumnya Anda dan si dia tinggal dan besar dalam lingkungan dan pendidikan yang berbeda, secara otomatis kebiasaan dan aturan yang ada membentuk watak masing-masing pribadi. Namun, hei...wake up! Anda dan si dia sudah menikah dan bersatu dalam ikatan pernikahan. Seharusnya semua rasa egois, kebiasaan, watak keras dan segala sesuatunya dilebur menjadi satu, dan melahirkan sesuatu yang dinamakan rumah tangga.[break] Bukan hal yang mudah untuk dijalankan memang, karena menggabungkan kedua sifat yang berbeda sangat sulit. Namun dengan kesadaran penuh dan keyakinan untuk maju dan membangun masa depan, segala sesuatu menjadi mungkin. Berbekal kesabaran, pengertian, kepercayaan dan mau berkorban, Anda dan si dia dapat menjadi pasangan yang kompak. Cobalah untuk selalu mengerti dan menempatkan posisi sebagai pasangan Anda, dengan demikian akan lebih mudah bagi diri masing-masing menjalani peran dalam rumah tangga. Di dalam suatu ikatan pernikahan, sudah tak ada lagi kata aku, atau kamu, melainkan kita. Dan segala sesuatu harus diubah, dipikirkan, dan dilakukan atas nama kita. Setidaknya dalam setiap pertengkaran, percekcokan, ketidaksamaan pendapat, coba untuk tetap bertahan dalam frame "kita", semoga dapat lebih mudah bagi Anda. (vem/bee)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading