Sukses

Lifestyle

8 Kiat Sukses Bagi 'Fresh Graduated'

Vemale.com - Lulus dengan nilai terbaik di kampus pasti merupakan hal yang diidam-idamkan kebanyakan mahasiswa. Selain membuat bangga, peluang untuk mendapatkan kerja juga jadi terbuka lebar, bahkan tanpa melamar pun kita akan direkrut langsung oleh sebuah perusahaan bila mempunyai index prestasi yang cemerlang. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah nilai terbaik saja sudah cukup untuk meraih sukses di tempat kerja? Anda boleh saja bangga memiliki otak cemerlang dan prestasi yang gemilang saat kuliah, namun semua itu ternyata belum cukup untuk dunia kerja. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebagai "Anak Baru" yang mulai menapaki tangga kesuksesan dalam karir: Wajib merendah Kantor adalah rumah kedua kita, dan sebagai penduduk baru adalah suatu kewajiban bagi kita untuk beramah tamah dengan tetangga. Sikap rendah hati akan memungkinkan Anda untuk cepat diterima oleh lingkungan baru. Tak peduli seberapa bagus nilai-nilai Anda adalah penting untuk memulai karir dengan sikap hati yang mau merendah. First impression itu sangat penting, jika hari pertama ngantor saja Anda sudah sombong, maka tidak menutup kemungkinan rekan senior akan jadi malas bergaul dengan Anda, cap negatif pun akan disematkan dalam jangka waktu lama hingga Anda dapat mengubahnya. Cara termudah untuk merendah adalah dengan senyuman, cobalah untuk selalu tersenyum kepada setiap rekan Anda, dan sempatkan untuk menyapa mereka bila sedang berpapasan. Selain itu, bisa juga dengan sikap suka menolong. Jangan segan mengulurkan tangan untuk menolong rekan yang sedang kesulitan. Tak berapa lama di sana, nama Anda pasti sudah terkenal karena kebaikan yang Anda lakukan. Yang muda yang dipercaya Ada dua faktor terbesar yang membuat kebanyakan perusahaan ogah mempekerjakan 'anak kemarin sore', pertama adalah masalah pengalaman kerja dan yang kedua adalah etos kerja. "Fresh Graduated" cenderung masih dipandang sebelah mata, kini saatnya Anda mengubah semua anggapan itu. Tunjukkan pada atasan dan rekan kerja lain bahwa Anda memiliki kualitas. Perlihatkan bahwa meski masih muda, Anda mampu untuk bersikap profesional. Datang tepat waktu, penuhi target yang ada, lakukan bagian Anda dengan penuh tanggung jawab. Buatlah perusahaan merasa terlalu sedikit untuk membayar pegawai seperti Anda. Setia pada hal kecil Jika semasa kuliah dulu kita selalu berlomba untuk meraih nilai tinggi, maka saat bekerja pun perjuangan macam itu masih ada. Bukan nilai hasil ujian lagi yang jadi fokus utamanya, melainkan nilai diri kita sebagai seorang pekerja. Meski bergelar tinggi, yang namanya pegawai baru pasti selalu mulai dari nol. Mengerjakan pekerjaan yang biasa-biasa dulu. Dari tugas-tugas kecil inilah kita dinilai, apakah kita memang bisa dipercaya. Kalau untuk hal sepele saja nggak becus, bagaimana mau mengerjakan hal-hal besar. Mari kita selalu memperhatikan bagaimana cara kita menyelesaikan satu demi satu tanggung jawab yang diberikan. Cermati baik-baik apakah kita setia dalam tugas sehari-hari, apakah kita teliti dalam bekerja, bahkan apakah kita membuang sampah di tempatnya. Semua hal sepele itu berarti besar bagi kemajuan karir kita nantinya.[break] "Baiklah Pak" Salah satu image paling membanggakan yang dimiliki seorang pekerja adalah saat ia mau tunduk pada perintah atasan dan melakukan setiap tugas dengan sebaik mungkin. Berbantah-bantah dengan atasan jelas bukan merupakan sikap yang patut ada, apalagi jika Anda tidak ingin lekas hengkang dari pekerjaan. Lalu, bagaimana bila ada unek-unek tentang tugas yang diberikan? Sampaikan dengan cara yang baik, nada bicara yang sopan, dan sertakan alasan kuat mengapa Anda keberatan. Bila keputusan atasan tetap sama, maka Anda hanya punya 2 pilihan, menolak (berarti keluar) atau melakukan keputusan itu dengan sebaik-baiknya. Poin plus ASAP Tugas kantor jelas tidak sama dengan PR. Jika Anda menunda tugas dari kampus, mungkin hanya nilai Anda yang berkurang. Tidak demikian saat di kantor, tugas Anda dan rekan lainnya saling terkait. Jika target Anda tidak selesai, maka kinerja divisi lain bisa terhambat, dan akibatnya, perusahaan dirugikan. Selain merugikan rekan dan perusahaan, sikap menunda macam ini juga bisa mengurangi nilai plus di mata atasan. Tiga mantera ajaib Pada masa modern seperti sekarang ini kebudayaan Barat yang semau gue dan sarat kebebasan begitu menjamur, sedangkan budaya sopan santun semakin tersingkirkan. Tidak salah jika banyak orang tua yang menilai anak muda zaman sekarang sudah tidak punya aturan lagi. Ada cara mudah untuk menghapus image negatif tersebut dari diri kita, ingat saja pada 3 mantera ajaib berikut, "Maaf", "Tolong", dan "Terima kasih". Ucapkan "Maaf" bila Anda melakukan kesalahan, "Tolong" jika Anda memerlukan bantuan dan "Terima Kasih" untuk setiap bantuan yang Anda terima. Mudah bukan? Hanya tiga kata untuk cerminan sikap sopan yang bisa membuat Anda menjadi "Anak Muda" yang berbudi dan menyenangkan. Tidak ada yang instan Kecuali karena unsur KKN, maka tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Semua harus diraih dengan usaha keras dan ketekunan untuk menghadapi berbagai tantangan yang sering menggoda kita untuk menyerah. Dimarahi bos, salah bikin laporan, menyinggung klien, dimusuhi rekan, sebenarnya semua itu bisa dipandang sebagai pengalaman positif yang bisa membuat Anda lebih dewasa. Ayo ambil sisi positif dari setiap kejadian, baik dan buruk, dan belajarlah darinya. Jangan pernah menyerah! Jangan pernah pula berhenti belajar. Dunia kerja adalah sekolah menuju kedewasaan yang sesungguhnya. Selamat datang! Hati-hati dengan satu ini Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah tentang situs personal Anda. Twitter dan Facebook yang Anda miliki bisa menjadi konsumsi bagi atasan dan rekan lain. Jangan sampai kesenangan Anda berubah menjadi bumerang bagi karir sendiri. Mulai saat ini berhati-hatilah dengan apa yang Anda tulis. Salah komentar, salah upload foto, bahkan salah status pun bisa mengantar Anda ke pintu PHK. Coba lihat ulasan selengkapnya di sini. Kita sudah belajar banyak di kampus dan hasilnya kita lulus. Memasuki dunia kerja, kita pun diajak untuk kembali bersekolah, dan kita bisa lulus dengan membanggakan asalkan kita mau berusaha dengan baik. Menjadi muda bukanlah halangan untuk menjadi teladan dalam dunia kerja. Buktikan Anda bisa. Selamat berkarir! (vem/meg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading