Sukses

Lifestyle

Rujuk Setelah Terkena Gosip

Sering kali banyak di antara kita tidak berpikiran bahwa kalimat-kalimat yang kita lontarkan adalah menyakitkan bagi orang lain. Bahkan, tak jarang, kita mendapatkan balasan yang setimpal atau lebih buruk akibat perkataan kita. Berikut kisah inspirasi dari ibu Rosa yang mengisahkan tentang kehidupan keluarganya yang sempat retak akibat kesalahan dalam berkata-kata.

**

Aku seorang ibu rumah tangga dengan kehidupan yang serba berkecukupan. Suamiku seorang petinggi perusahaan kontraktor yang namanya tak asing lagi di telinga. Kantornya banyak membangun proyek nasional seperti jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura. Posisi tinggi yang didapat suamiku pun tak main-main, ia meraihnya dengan cepat. Karirnya melesat jauh sejak pertama kali ia bergabung dengan perusahaan selepas lulus kuliah.

Sementara suamiku bekerja, aku sibuk dengan urusan arisan para istri dari teman-teman kantor suamiku dan arisan di perumahan. Seperti biasa, di tiap arisan, kami sering memamerkan barang-barang berharga dan baru milik masing-masing. Sudah umum kurasa fenomena seperti itu. Datang untuk arisan, lalu menggosip, membicarakan ini itu, lalu pamer, dan begitu seterusnya. Mengenai kesibukanku ini, aku selalu senang melakukannya. Meski hanya sekedar datang dan pamer sambil tertawa-tawa. Tapi, melihat wajah ibu-ibu lain yang menatapku iri, aku selalu berbangga diri.

Berujung dari obrolan saling sombong, biasanya aku juga mendominasi obrolan gosip terbaru para tetangga dan keluarga dari teman-teman kantor suami. Ibaratnya, aku adalah ratu gosip, jadi gosip-gosip yang kuberikan pada mereka sudah pasti masih freh from the oven. Mereka pun sering kali percaya padaku. Terakhir kali saat arisan tetangga, yang kugosipkan adalah tetangga depan rumahku yang kini sedang ada masalah, suaminya selingkuh, begitu kuinfokan pada para ibu-ibu tetangga yang langsung disambut dengan bisik-bisik.

Dalam urusan rumah tangga, aku dan suamiku sangat harmonis meski menginjak usia pernikahan tahun kelima belas, anak tak kunjung hadir di antara kita. Beragam cara telah kami lakukan, dari bayi tabung dengan biaya yang tak bisa dikatakan murah hingga titip sel tak ada yang berhasil. Barangkali memang inilah jalan yang telah digariskan Allah untuk keluarga kami.

Selama lima belas tahun itu kami sangat harmonis, tak ada keluh kesah yang terlontar dari masing-masing. Setidaknya itu menurutku selama ini. Hingga saat yang tidak kuinginkan terjadi di depanku dan seketika membuatku depresi berat.

Saat itu, aku tengah berbelanja bulanan di sebuah hypermart ditemani pembantuku. Sebuah pemandangan yang seolah meruntuhkan duniaku saat itu juga. Melihat pemandangan di depanku yang tak lain adalah suamiku bersama tetangga depan rumahku yang kugosipkan terakhir kali, beberapa hari lalu. Seketika itu juga, aku merasakan penghianatan yang luar biasa. Terbayang betapa banyak ibu-ibu yang akan menggosipkan keluargaku. Ternyata, selama ini istri tetangga depan rumah yang kugosipkan itu berselingkuh dengan suamiku.

Aku sadar, ternyata selama ini apa yang kulakukan adalah salah. Menggosipkan kehidupan orang lain yang sudah pasti akan melukai hatinya. Tidak sepantasnya aku melakukan hal itu karena bagaimanapun kehidupan mereka adalah urusan mereka bukan malah menjadi urusanku.

Akhirnya, setelah menuntaskan segala permasalahan yang terjadi antara aku dan suamiku, kami memutuskan rujuk setelah menyepakati untuk tidak menggunjing dan tidak mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Suamiku pun berjanji agar lebih sering di rumah kecuali urusan kantor yang sangat mendesak. Setelah kejadian itu, kami memutuskan untuk saling menjaga komunikasi, memulai hidup dari awal. Berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali.

**

Sahabat Vemale, sering kali kita lupa dengan apa yang telah kita ucapkan. Namun, ada baiknya kita berhati-hati dengan kata-kata kita. Bukan tidak mungkin ia akan berbalik menyerang kita seperti boomerang. Semoga kisah ibu Rosa tersebut bisa menjadi bahan renungan bagi kita agar selalu berhati-hati terhadap segala ucapan dan tindakan.

(vem/tik)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading