Sukses

Lifestyle

Ini Dia Tren Baru dalam Dunia Pernikahan: Merayakan Hari Perceraian

Seorang wanita bernama Emma Hurley baru saja merayakan momen perceraiannya dengan sebuah kue berdesain unik. Di dalam dunia pernikahan, kini rupanya bukan hanya hari pernikahan yang diperingati tetapi juga hari perceraian seperti yang dilakukan Emma. Wanita berusia 40 tahun yang berasal dari Isle of Sheppey ini baru saja memperingati hari perceraiannya yang ke-7 dengan sebuah kue perceraian khusus.

Kue Perceraian sebagai Media untuk "Move On"
Dilansir dari dailymail.co.uk, Emma meyakini bahwa kue perceraian itu adalah sebuah media yang baik untuk move on dari mantan suaminya. Emma sendiri sudah memiliki dua anak dan menurutnya kue perceraian itu adalah sebuah cara yang tepat untuk memberitahukan konsep perceraian dengan tepat kepada kedua anaknya.

"Kedua anak saya tidak bertanya apa-apa tentang kue perceraian itu, saya malah merasa mereka tidak menganggap kue itu ada hubungannya dengan ayahnya. Dan mereka sangat menikmati 'batu nisan' manis di kue itu," jelas Emma.

Emma dan kedua anaknya (kiri) serta kue perceraian yang dipesan (kanan). | Foto: copyright dailymail.co.uk

Di kue perceraian yang dipesan oleh Emma, ada beberapa hiasan berbentuk batu nisan dengan tulisan 'Pembohong', 'Tukang Selingkuh', dan 'Benci'.

Cara Baru Memandang Perceraian
Jika generasi sebelumnya menganggap perceraian sebagai sebuah kegagalan yang memalukan, kini perceraian dianggap sebagai sebuah momen yang perlu diperingati seperti hari pernikahan. Dan, pastinya hari perceraian ini diperingati dengan kue super unik.

Seperti kebanyakan tren lainnya, tren memperingati hari perceraian ini bermula dari Amerika Serikat. Selama beberapa tahun di Amerika Serikat, hari perceraian diperingati dengan membuat kue khusus berdekorasi sosok pengantin wanita dan pria yang telah dimutilasi. Sekarang, para tukang roti di Inggris melaporkan adanya peningkatan jumlah permintaan kue dengan dekorasi aksi pembantaian antara mantan suami dan istri.

Kue unik yang didesain khusus untuk hari perceraian. | Foto: copyright dailymail.co.uk

Pro dan Kontra Merayakan Hari Perceraian
Fay, seorang wanita yang berusia 36 tahun dan memiliki dua anak juga sedang memproses perceraiannya sendiri. Tapi ia tak memiliki niatan untuk merayakan hari perceraiannya nanti. Menurutnya berakhirnya pernikahannya tersebut telah menghancurkan hidupnya jadi ia tak ingin merayakannya.

Seorang wanita lain bernama Emma yang bercerai dengan suaminya Matt setelah menikah selama enam tahun justru akan membuat sebuah pesta perceraian. Setelah sang suami ketahuan berselingkuh dan menangis tiga hari tiga malam, ia mulai merencanakan sebuah pesta perceraian. Baginya, ia ingin memperingati hari yang telah mengakhiri mimpi buruknya itu dan berterima kasih pada semua orang yang telah membantunya melalui pesta tersebut.

Dr. Jessamy Hibberd seorang psikolog klinis mengungkapkan bahwa pesta perceraian tampaknya memang bukan sesuatu yang membahayakan, tetapi kehancuran sebuah pernikahan itu memberikan pengalaman traumatis.


Pasangan yang bercerai mungkin merasa bahwa mengadakan perayaan berakhirnya pernikahan mereka adalah cara untuk menandai akhir hubungan mereka sehingga mereka bisa meninggalkannya di masa lalu. Namun, perayaan perceraian itu juga malah bisa jadi pertanda bahwa mereka terjebak di masa lalu dan tidak bisa melangkah ke depan.

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, semuanya kembali lagi pada pilihan setiap pasangan. Setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan mereka dan memilih jalan hidup selanjutnya.

Di galeri foto di bawah ini, Anda juga bisa melihat beberapa kue perceraian dengan dekorasi yang unik dan mungkin terlihat agak brutal.

(vem/nda)
What's On Fimela
Loading