Sukses

Lifestyle

Saat Aku Berprasangka Baik, Tuhan Percepat Datangnya Jodohku

Nasib akhir sebuah kisah cinta memang tidak ada yang tahu, ya Ladies. Hanya ada dua kemungkinan, berakhir bahagia atau berakhir menyedihkan. Butuh perjuangan memang untuk mendapat kemungkinan yang terbaik dan terindah. Jatuh bangun soal cinta memang kerap dialami, seperti yang dirasakan wanita bernama Hazel berikut ini.

Wanita cantik ini sudah merasakan asam garam dalam dunia percintaan. Mulai dari pacaran yang sudah tiga tahun namun tak kunjung dinikahi, lalu ditinggal menikah, hingga akhirnya kini ia sudah bahagia dengan pria idamannya.

Kisah berawal dari Hazel yang sudah memiliki pacar selama tiga tahun. Namun imannya kemudian terusik oleh kedatangan pria yang mengiming-imingi pernikahan yang indah.

"Kenal dia (panggil saja dia dengan Mr Past) sekitar bulan Oktober 2013. Waktu itu emang aku posisi udah punya pacar yang berjalan tiga tahun. Dia datang di saat aku galau karena pacar aku saat itu belum mau nikah dan masih berpikir soal karier. Jadilah ya wanita seumur saya galau dan perasaan sayang mulai goyah. Si Mr Past ini datang membawa iming-iming surga, dengan mengatakan bahwa wanita baik nggak seharusnya diperlakukan seperti itu," ujar Hazel saat dihubungi Vemale.com.

Hazel menambahkan, awalnya dirinya mengabaikan Mr. Past ini. Namun, namanya pria ada saja sejuta cara jitu untuk mendekati wanita yang disukainya. Ndilalah, Mr. Past ini ialah sosok pria yang asyik. Seiring berjalannya waktu, Hazel memutuskan untuk memilih Mr. Past tepat di hari ulang tahunnya dan putus dengan pacarnya yang sudah tiga tahun itu.

Sayangnya, drama dengan si Mr Past harus berakhir setelah dua bulan kenal dan empat bulan pacaran. Padahal, selama masa pacaran dengan Mr. Past, mereka berdua sudah merencanakan pernikahan dari mulai beli seserahan serta atur waktu bertemu vendor pernikahan. Tapi Mr. Past ini justru lebih memilih wanita lain.

"Sampai detik ini saya nggak tahu kenapa dia memutuskan hubungan sepihak. Awalnya dia minta break sebulan. Habis itu nggak ada kabarnya. Pas ditanya dia malah minta putus via BBM dan telepon," tambahnya.

Foto: copyright unsplash.com

Hazel mengaku memang awalnya sangat berat melupakan dirinya. Karena ia sangat sulit mendapatkan restu dari kedua orangtuanya. "Ibuku yang ngga suka sama sekali sama dia. Sampai akhirnya setengah setuju ketika saya putuskan untuk menikah. Karena mereka beranggapan aku terlalu terburu-buru mengambil keputusan," ungkapnya.

Selama proses pacaran, Hazel pun selalu berdoa sama Tuhan untuk didekatkan jika memang jodoh dan dijauhkan jika memang bukan jodohnya. Dan jawaban Tuhan datang begitu cepat, dengan diputusin sepihak tanpa tahu alasannya.

Akhirnya Hazel berjanji dengan dirinya sendiri cukup tiga minggu untuk bersedih. "Kayak orang gila waktu itu, tapi setelahnya harus move on karena Tuhan yang udah rencanain ini semua. Aku terus berdoa agar dimudahkan melalui ini semua. Aku minta sama Tuhan agar dihilangkan rasa sakit yang seharusnya tidak boleh dirasakan. Aku berserah sama Tuhan atas semua kehendak-Nya. Sibukin diri sama temen, sama kerjaan kantor. Dan aku anggap, apa yang aku lakuin kemarin hanyalah satu fase hidup aku untuk bahan pembelajaran," ujarnya.

Hazel mempercepat move on karena ia malu karena semua yang ia kenal sudah tahu, jika dirinya akan nikah dengan Mr Past. Ia pun mengaku tidak trauma dengan apa yang telah terjadi dengan dirinya, bahkan ia sangat yakin Tuhan akan mengirimkannya jodoh terbaik.

"Allahku Maha Cinta. Aku berpikir bahwa harus berbaik sangka sama Tuhan. Dengan positive thinking kayak gini, semua hal yang bikin nyesek, semua kenangan dia, semua rasa cinta menggebu-gebu yang pernah dirasain bisa perlahan hilang. Ini bener-bener aku rasain," ungkapnya.

"Mungkin akan banyak komentar. 'Ya iyalah cepet move on. Kan baru pacarannya.' Well, hati orang nggak ada yang tahu. Ada Tuhan yang Maha Membolak Balikkan hati. Jadi kalau memang ada yang ngerasain sakit dan perih diputusin pas lagi sayang-sayangnya, percaya deh kalau kita terus dengan sengaja ngerasa sakit itu karena dari diri kita sendiri yang menikmati rasa sakit itu. Kita lebih memilih mengenang si dia, lebih memilih merendahkan diri sendiri sejatuh-jatuhnya. Tapi sebenarnya, kalo kita punya keinginan kuat untuk bangkit dan lupain rasa sakit dengan berpikiran positif dan berprasangka baik maka semua akan dimudahkan," tambahnya.

Tiga bulan setelah patah hati, Hazel memilih untuk tidak memikirkan tentang pria tapi tetap minta sama Tuhan jodoh terbaik sambil memperbaiki diri.

Foto: copyright pixabay.com

Lagi-lagi Tuhan menjawab doanya begitu cepat. Ia langsung dipertemukan dengan sosok pria yang akhirnya ia nikahi.

"Aku didaftarin ke Indonesia Cupid.com. Setelah ngalamin dua kali putus, didaftarin ke biro jodoh dan beneran dapet jodoh, yang langsung bikin ibu jatuh hati waktu aku kenalin pertama kali. Yang langsung ngajak nikah di pertemuan kedua. Dan benar-benar direalisasikan dalam setahun pacaran. Trauma? Nggak, tuh. Karena aku yakin Allah Maha Cinta," tutupnya. Semoga kisah bahagia dan indah senantiasa menyertai Hazel, ya Ladies.

(vem/nda)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading