Sukses

Lifestyle

Saat Kamu Lelah, Selalu Ingat Tentang Dua Hal Ini

Lelah hayati?

Istilah kekinian tentang kondisi jiwa raga yang hilang semangat, seolah kehabisan tenaga bahkan kehilangan arah, tujuan hingga berakibat putusnya asa. Kamu pernah mengalaminya? Rasanya semua manusia pasti pernah mengalaminya. Dan Obatnya? Setidaknya ada 2; dan keduanya adalah tentang membaca.

Yang pertama, bacalah kisah tentang bagaimana orang kecil dengan tangan yang lemah tetap menanam benih pada ladang yang gersang. Seorang ibu, janda tua, sebatangkara karena telah ditinggalkan orang yang dimilikinya, setiap hari membawa sabit menawarkan jasa berharga 5000 rupiah untuk membersihkan rumput di halaman tetangga atau rumah yang lainnya. Atau, seorang anak kecil, yang di setiap bangun pagi mendapati ibunya tak ada di sisi, merangkai semangat untuk bangkit, pergi mandi dan berangkat ke sekolah, menegakkan ibadah mencari ilmu demi hari depannya nanti. Membaca dalam hal ini adalah mengamati dan memaknai setiap peristiwa yang terjadi pada orang-orang di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan jika perlu bacalah dari fenomena alam semesta yang hingga sampai kinipun masih banyak yang bermisteri. Lalu bersyukurlah dengan apa yang dimiliki, bukannya risau karena belum tercapainya tujuan hidup seperti yang direncanakan dan diingini. Karena bersyukur adalah awal untuk menumbuhkan sikap sabar dan penerimaan mutlak atas semua terjadinya takdir Illahi.

Atau bacalah tentang dirimu sendiri, yang hingga kini telah menjalani bab demi bab, bagian demi bagian, kitab demi kitab, untuk menuju titik akhir penghabisan sebuah kisah panjang seorang manusia di dunia ini. Apakah harus berhenti sampai disini? Hanya karena semangat untuk menjalani hari-hari telah pergi? Pikirkan tentang bagaimana ayah dan ibu serta nenek moyang telah banyak berinvestasi dalam dedikasi-dedikasi. Atau pikirkanlah tentang bagaimana bangganya Sang Pencipta pada masing-masing diri, akan sosok - sosok makhluk seperti apa yang setiap hari memperjuangkan diri tuk 'menjadi'. Sampai suatu saat setiap jiwa akan dipanggil kembali. Jiwa yang tenang, jiwa yang bersemangat hingga di hari penghabisan nanti. Bersemangatlah, walau terlambat untuk bersemangat, namun akan jauh lebih baik daripada berhenti dan tidak melakukan apapun sama sekali.

Masih dalam suasana tahun baru, semestinya semangat untuk membaik masih berapi-api. Tidak ada alasan apapun untuk pesimis memandang kehidupan ini, karena Tuhan un mengerti bahwa hidup ini berat bagi manusia tuk menjalani. Itulah kenapa dengan penuh kasih Dia memberikan anugerah kepada setiap manusia nalar dan nurani. Untuk dijadikan dua piranti yang menuntun jalan mereka sebagai pewaris dan pengelola bumi. Dan masih ditambahkanNya lagi panduan ilmu dalam beragam tanda dan bukti dalam kitab suci yang bisa dipelajari. Kitab yang telah beribu-ribu tahun menemani perjalanan hidup manusia dan diwariskan secara estafet dari generasi ke generasi. Bacalah kitab itu juga sebagai penguat keyakinan dan pengaya rohani. Dan siapapun yang membaca kitab ini, tak akan merasa kosong dan sunyi lagi, walau sendiri di tengah padang pasir luas nan gersang, di malam nan sunyi. Karena Tuhan akan terasa amat dekat, dekat sekali. Di hati.

(vem/apl)
What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Pemprov DKI Pasang Tugu Sepatu untuk Mempercantik Jakarta
Artikel Selanjutnya
Jakarta Menduduki Peringkat 9 di Dunia Terkait Polusi Udara, Data Menunjukan PSBB dan PPKM Tidak Berpengaruh