Sukses

Lifestyle

Selain Setegar Hajar, Sarah Istri Nabi Ibrahim Juga Wanita yang Sabar

“Ibrahim a.s tidak pernah berbohong kecuali tiga kali. Pertama, perkataannya ketika diajak untuk beribadah kepada berhala tuhan mereka dan Ibrahim a.s menjawab, ‘Sesungguhnya aku sakit’. Kedua, perkataannya, ‘Sebenarnya patung besar itulah yang melakukannya’. Ketiga, perkataannya tentang Sarah, ‘Sesungguhnya dia saudariku’.” (HR Bukhari).

Siapa Sarah? Kenapa namanya disebut oleh Nabi Ibrahim As? Mari berkenalan dengan Sarah, ia merupakan wanita mukmin yang memiliki kecantikan mengagumkan di zamannya. Tak hanya cantik secara fisik, Sarah juga merupakan wanita yang sangat cantik akhlak dan budi pekertinya. Ia juga sebagai seorang wanita yang ramah, murah sedekah dan begitu patuh dengan sang suami yakni Nabi Ibrahim As.

Karena kecantikan Sarah yang begitu mengagumkan, seorang raja jahat bernama Raja Fir'aun ingin mempersuntingnya sebagai selirnya. Namun, karena kuasa Tuhan dan doa-doanya yang begitu tulus, Sarah bisa lepas dari raja Fir'aun. Oleh raja itu bahkan ia diminta pulang dan diberi hadiah seorang budak bernama Hajar yang suatu saatnya nanti menjadi istri Nabi Ibrahim As dan melahirkan seorang Nabi mulia yakni Nabi Ismail.

Sarah Meminta Nabi Ibrahim Menikahi Hajar
Kembali ke Sarah, sepulangnya dari tempat raja Firaun ia kembali hidup bahagia bersama Nabi Ibrahim dari hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun. Namun ada satu hal yang membuatnya begitu sedih, dalam pernikahannya yang telah berjalan sangat lama, ia dan suami belum juga dikaruniai seorang anak. Meski begitu, baik ia maupun Nabi Ibrahim tetap sabar dan terus berdoa juga berusaha melakukan yang terbaik agar segera dikaruniai anak.

 

Sarah adalah wanita yang sangat cantik di zamannya/copyright shutterstock.com

Nabi Ibrahim bahkan tak henti-hentinya berdoa agar ia dikaruniai seorang anak yang shaleh. Haru mendengar doa suaminya, Sarah pun menawarkan Hajar seorang budak yang diberikan Fir'aun untuknya agar dijadikan istri. Kepada Nabi Ibrahim Sarah mengatakan, "Hai kekasih Allah, sesungguhnya Allah tidak memperkenankan aku melahirkan anak, karenanya menikahlah dengan budakku ini, mudah-mudahan Allah mengaruniakan anak kepadamu melalui dirinya. Inilah Hajar, aku berikan kepadamu, mudah-mudahan Allah memberi kita anak keturunan darinya.”

Sarah dan Rasa Cemburunya

Nabi Ibrahim kemudian menikahi Hajar. Dan benar, Tuhan mendengarkan doanya, dari Hajar ia dikaruniai seorang anak bernama Ismail. Nabi Ibrahim tentu sangat bahagia dengan kehadiran seorang anak di keluarganya. Namun, rupanya Sarah dilanda api cemburu. Wanita ini meminta suaminya agar menghindari Hajar atau pun anak mereka.

Rasa cemburu Sarah bahkan menjadi-jadi kepada Hajar seiring dengan berjalannya waktu. Melihat kecemburuan istri yang begitu dicintainya, Nabi Ibrahim pun membawa Hajar dan Ismail pergi dari rumahnya sesuai wahyu yang diterimanya dari Tuhan. Nabi Ibrahim membawa Hajar dan anak tercinta ke suatu lembah dekat Baitullah yang kering dan tidak ada tanaman.

 

“Ya, Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai taman-taman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37)

Sarah dilanda rasa cemburu kepada Hajar dan anaknya Ismail/copyright shutterstock.com

Atas doa yang dipanjatkan Nabi Ibrahim, lembah tempat tinggal Hajar dan Ismail mulai berubah. Lewat Ismail, muncullah air Zam-Zam yang suci dan bermanfaat hingga kini.

Ibrahim Kembali ke Sarah, Keduanya Kemudian Dikaruniai Seorang Anak

Setelah meninggalkan Hajar dan Ismail, Nabi Ibrahim pun kembali pulang. Ia lalu menjalani hari-harinya seperti biasa dengan bahagia bersama Sarah. Dan pada suatu hari ketika usia keduanya sudah sangat tua, malaikat datang ke rumahnya dan memberi kabar gembira.

Maka kami Sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir putranya) Ya`qub. (Q.S Huud, 71).

Mendengar kabar ini, Sarah begitu terkejut. Mana mungkin ia yang sudah berusia di atas 90 tahun masih bisa mengandung dan melahirkan. Bukankah ia seorang wanita yang tidak bisa memiliki anak? “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh." (Q.S Huud, 71).

Tuhan memang Maha Besar, Sarah benar-benar mengandung. Melalui ketetapanNya, di usia yang sudah tidak muda lagi yakni 99 tahun, istri Nabi Ibrahim itu dikaruniai seorang anak yang kemudian diberi nama Ishaq. Nabi Ishaq sendiri adalah ayah dari Nabi Ya'Qub. Dan Ya'qub adalah ayah dari Nabi paling tampan sepanjang masa yakni Nabi Yusuf.

Sumber: Diambil dari berbagai sumber dan buku berjudul Hajar (Rahasia Hati Sang Ratu Zamzam) oleh Sibel Eraslan. 

(vem/mim)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading