Sukses

Lifestyle

3 Cara Memotret Di Museum Menggunakan Ponsel

Di era digital saat ini masyarakat tidak bisa terlepas dari smartphone. Penggunaanya bukan hanya untuk berkomunikasi, ponsel mereka dimanfaatkan untuk mengabadikan momen atau berfoto.

Sayangnya, hasil jepretan melalui ponsel tak melulu bagus seperti menggunakan mirroless atau DSLR. Seperti gambar terlalu gelap atau objek blur.

Apalagi ketika kamu mengabadikan foto di museum. Walau karya seni atau pameran sudah bagus, tapi nyata kita masih aja dikecewakan dengan hasil foto yang kita ambil di museum.

Nah, tapi tenang ladies, Aris Lukman pendiri iPhonesia, komunitas fotografi ponsel di Indonesia memberikan tips bagaimana agar kualitas atau hasil foto di museum tetap kece dan instgaramable walau hanya menggunakan ponsel. Yuk simak ulasannya.

1. Observasi

Hal pertama yang harus dilakukan menurut Aries ialah oberservasi.

“Saat tiba di museum ketika langsung observasi sambil menikmati karya-karya yang dipamerkan,” ujarnya saat ditemui di Museum Macan, beberapa waktu lalu.

Hal tersebut dilakukan agar kita sudah mengetahui lokasi dan karya mana yang ingin kita abadikan. Nah dalam obervasi kamu harus mengamati atau memperhatikan hal di bawah ini:

Pencahayaan

Hal ini penting, agar foto tercipta berkualitas atau bagus.

Khusus untuk museum, pencahayaan yang dipakai biasanya sudah mendukung untuk kualitas fotografi. Sehingga, pemotret tinggal menyesuaikannya dengan kualitas kamera ponselnya.

"Karena kamera ponsel itu keterbatasannya pada cahaya, sehingga kalau lighting kurang bagus, hasilnya pun demikian."


Arsitektur

Arsitektur bangunan hal lain yang perlu kamu perhatikan saat observasi. Menurut Aries, bangunan museum, baik interior atau eksterior, biasanya menyatu dengan karya seni di dalamnya. Jadi, arsitektur museum tetap menjadi objek yang menarik untuk difoto.

Karya seni

"Karya seni harus tetap menjadi pemeran utama, bukan muka yang kita menjadi fokusnya," ujar Aries.

Interaksi

Nah ladies, kamu juga dapat memperhatikan atau mengamati bagaimana interaksi orang-orang di dalam museum. Karena, Aries mengatakan interaksi pengunjung menarik untuk diabadikan.

"Kalau saya paling suka anak-anak yang jadi objek, karena rasa penasaran mereka masih tinggi, jadi banyak observasi," tambah Aries.

2. Optimalisasi fitur ponsel kamu

Aries mengatakan, kamu harus mengetahui dan mengerti bagaimana untuk menggunakan fitur dalam ponsel pintarmu, agar jepretan memiliki hasil yang maksimal. Seperti mengerti:

Komposisi

Komposisi yang dimaksud adalah bagaimana mengatur lokasi objek foto atau dan objek. “
kamu bisa menggunakan fitur grid, sehingga tata letak bisa diatur menjadi lebih indah,” paparnya.

Fokus dan exposure

"Kita itu lebih sering otomatis, padahal kalau mau sedikit usaha untuk atur-atur fokus atau exposure, hasilnya bisa beda," ungkap Aries.

Seperti menekan exposure di bagian gelap saat memotret maka bisa membantu membuatnya lebih terang.

Wide lens

Kamu juga dianjurkan menganjurkan menggunakan wide lens. Fungsi lensa yang satu ini agar foto lebih melebar dan menarik. Bahkan, bisa menjangkau 'frame' yang lebih luas di dalam museum.

Aplikasi editing

Aries mengatakan, kamu bisa memanfaatkan aplikasi editing foto. Sebab eterbatasan ponsel memerlukan pendukung agar hasil lebih maksimal.

Kamu bisa menggunakan aplikasi editing seperti Snapseed, VSCO Cam, atau Lightroom.

3. Cerita dan perbanyak latihan

Aries menyarankan untuk mengetahui cerita apa yang ingin diangkat dalam foto.

Cerita tersebut dapat membantu daya imajinasi dan kreativitas pengambilan gambar lebih maksimal.

“Dan jangan lupa, kamu harus perbanyak latihan-latihan, agar bisa melihat kualitas lebih baik," ungkap Aries.

(vem/asp)
What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Mencoba Sajian Khas Nusantara yang Diberi Nama Pakem Rasa Hingga Tiga Negeri di Selatan Jakarta
Artikel Selanjutnya
Rekomendasi Hotel di Jakarta, Bali, dan Surabaya Agar Lebaran Semakin Berkesan