Sukses

Lifestyle

Apakah Vaginismus Bisa Disembuhkan?

Ladies, vaginismus atau disfungsi seksual pada wanita berupa mengejangnya otot-otot kewanitaan tanpa bisa dikontrol bisa merupakan ancaman bagi kelangsungan kehidupan percintaan Anda. Faktor yang mempengaruhi berupa faktor psikis maupun psikologis. Ciri-ciri seseorang terkena vaginismus, seperti lansiran allaboutcounseling.com, antara lain:

a. Saat penetrasi terasa nyeri seperti terbakar, menyengat dsj.
b. Sulit untuk memasukkan atau bahkan tidak mungkin untuk memasukkan sesuatu ke dalam vagina (seperti tampon atau peralatan ginekolog)
c. Penetrasi yang menyakitkan akibat melahirkan, infeksi, penyakit menular seksual, operasi, kanker, dsb.
d. Malu, merasa gagal, frustrasi atau kecewa
e. kejang pada otot-otot di punggung bawah dan otot-otot kaki.

Penanganan vagisnismus bisa bermacam-macam tergantung pada penyebabnya. Kebanyakan dikarenakan faktor psikologis, sebab itu penanganan dari terapis perlu dupayakan. Cara pengobatannya bisa bervariasi, biasanya para terapis membantu penderita dengan membunuh rasa takut, stres traumatis, kekhawatiran, atau masalah lain yang menyebabkan vaginismus.

Vagisnismus ada dua macam, vagisnismus primer yaitu kondisi dimana wanita sama sekali tidak pernah merasakan penetrasi dan yang kedua vaginismus sekunder disfungsi disebabkan trauma akibat nyeri saat penetrasi pertama. Untuk dua macam vaginismus ini bisa diterapi menggunaan krim pH yang menenangkan dan obat anti-peradangan. Sedang untuk menangani kejang-kejang bisa menggunakan botoks.

Cara lain yang paling ampuh adalah penderita mengeksplorasi titik-titik sensual agar bisa menghasilkan lubrikasi saat terjadi penetrasi.

Oleh: Rahmawati

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading