Sukses

Lifestyle

Kebudayaan Mesir Kuno: Seks Tidak Berhenti Setelah Mati!

Ladies, seksualitas bukanlah suatu hal yang tabu dalam peradaban Mesir kuno. Seks dianggap sebagai bagian alami dari kehidupan sehari-hari dan dipandang sebagai hal yang utama dalam kelahiran, kehidupan, dan tentu, kehidupan setelah mati.

Dilansir kembali dari gildedserpent.com, salah satu dewi yang dipuja oleh masyarakat Mesir kuno adalah dewi Hathor, seorang dewi Musik, Tarian, Lady of the Vulva, dan penguasa Hidup, Cinta, dan Kematian. Bagi pengikutnya, hasrat seksual berperan sangat penting. Karena regenerasi adalah hal yang utama bagi penduduk Mesir kuno, mereka sangat mempercayai bahwa tanpa keinginan kuat untuk bereproduksi, manusia yang mati tidak akan bisa dilahirkan kembali dalam kehidupan selanjutnya.

Karena itulah, para mumi laki-laki Mesir ditempelkan sebuah organ genital dari tanah liat, sementara perempuan diberi puting payudara palsu. Sehingga, pada kehidupan setelah mati, mereka tetap dapat melakukan intercourse, jika diinginkan. Selain itu, thekeep.org juga menyebutkan, bahwa mereka juga meletakkan dua jenis boneka kesuburan pada makam-makam. Yaitu, sosok perempuan hamil dan menggendong seorang anak, dan boneka lain berbentuk wanita dengan kepala dan tangan kecil, tidak berkaki, namun tubuh mereka membulat lonjong ke bawah dengan area bulu kemaluan yang sangat luas.

Penduduk Mesir kuno juga sering mengilustrasikan berbagai perilaku seksual pada dinding-dinding makam yang dibangunnya. Hal-hal ini, Ladies, menunjukkan pada kita, bahwa alih-alih menjadi sebuah tabu, seksualitas adalah salah satu hal terpenting dalam kepercayaan masyarakat Mesir kuno.

Oleh: Adienda Dewi S.

(vem/rsk)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading