Sukses

Lifestyle

Waspadai Pola Makan Clean Eating Bisa Bikin Ortorexia

Fimela.com, Jakarta Istilah Clean Eating atau pola makan bersih cukup populer di kalangan pecinta diet dan makanan sehat. Tak terkecuali Jessica Alba dan Miranda Kerr. Namun British Dietetic Association justru menidentifikasi clean eating sebagai diet selebriti paling buruk yang harus dihindari.

Mengapa bisa demikian? Melansir dari Purewow pada Senin (6/1/2020) makan yang bersih adalah tentang tidak mengonsumsi apapun selain makanan utuh atau tidak diproses. Keri Glassman seorang ahli gizi menggambarkan bahwa akan sangat baik untuk makan makanan utuh, nyata, tidak diproses sesering mungkin. Dengan kata lain, makanan yang padat nutrisi dan sebagian besar berbasis nabati.

Sebagian besar orang memiliki definisinya masing-masing soal makan bersih. Namun tidak sedikit ambiguitas yang tersebar karena tidak ada definisi pasti dan mudah dipahami. Sehingga makan yang sehat dan bersih atau clean eating justru kerap mengarah pada perilaku makan yang tidak sehat.

Pada dasarnya, ketika memikirkan makanan justru menjadi aktivitas yang tidak menyenangkan (seharusnya bisa menyenangkan dan bisa dinikmati) akan menyebabkan perilaku dan pola makan yang tidak teratur. Bahkan diet yang dikatakan sebagai perilaku sehat dan fokus pada kesehatan bisa menyebabkan gangguan makan, seperti ortorexia.

 

Obsesi pada makan sehat

National Eating Disorder Association mengartikan orthorexia pada 1998 sebagai obsesi untuk makan yang benar sehat. Meskipun kita sadar bahwa kualitas gizi dari makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi kebutuhan. Namun orang-orang dengan orthorexia menjadi sangat terpaku dengan apa yang dengan makan sehat. Sehingga mereka merusak kesejahteraan diri sendiri. Yang lebih parah, jika pola clean eating menjadi sebuah keasyikan personal akan menjadi sangat berbahaya.

Sebaliknya, jika kamu pernah melakukan diet dan kamu mengetahui bahwa itu bukan pengalaman yang menyenangkan. Kamu menghilangkan kalori dan makanan yang sebenarnya ingin dimakan. Menekankan diet itu tidak enak akan berpengaruh pada progres kesehatan yang diinginkan.

Pola clean eating sendiri belum diteliti secara ilmiah untuk membuktikan bahwa pola tersebut cukup baik bagi kesehatan. Namun memang makan lebih banyak sayuran dan membatasi makanan olahan memang bermanfaat bagi tubuh. Yang diperlukan adalah mencegah kemungkinan untuk terlalu banyak makan dengan pola clean eating.

 

Lebih baik makan intuitif

Rencana sederhananya bisa dimulai dengan makan intuitif. Artinya kamu makan ketika lapar dan berhenti ketika kenyang. Hal ini sekaligus memperhatikan perasaan tubuh dan cara kerjanya sehubungan dengan apa yang masuk ke dalam tubuh.

Sebuah studi di Charles Sturt University di New South Wales, Australia menyebut bahwa makan intuitif mungkin berhubungan negatif dengan BMI. Namun ia berhubungan positif dengan berbagai indikator kesehatan psikologis dan memungkinkan adanya hubungan positif dengan peningkatan asupan makanan atau perilaku makan.

Glassman pun menegaskan bahwa clean eating adalah makanan yang nyata dan tidak diproses. Kamu juga bisa memasukkan produk hewani, seperti daging sapi organik, ayam organik, dan susu organik.

Simak video berikut ini

#GrowFearless with Fimela

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
7 Jenis Makanan Rendah Kalori yang Baik Dikonsumsi saat Diet