Sukses

Lifestyle

Bacaan Niat Puasa Arafah dan Keutamaannya

Fimela.com, Jakarta Puasa Arafah dilaksanakan pada hari Arafah, tepatnya hari ke-9 bulan Zulhijah dalam kalender Hijriah. Hari tersebut bertepatan pula dengan hari ke-2 dalam rangkaian ritual ibadah haji. Puasa Arafah dilaksanakan tepat sewaktu jemaah haji menjalankan ibadah wukuf di Padang Arafah. Puasa tersebut disunahkan bagi setiap muslim yang tidak melakukan ibadah haji.

Mengenai puasa Arafah, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, yang artinya:

"Saya mengharap kepada Allah agar puasa hari 'arafah bisa menghapuskan (dosa) pada tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya." (HR Muslim 1162)

Adapun bagi muslim sedang menunaikan ibadah haji, mereka disunahkan tak berpuasa pada hari Arafah. Sebab, Rasulullah SAW dan para sahabatnya, termasuk Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan tidak berpuasa Arafah saat menunaikan ibadah haji. Kecuali bagi jemaah haji yang berhaji Tamattu’ dan tidak mendapatkan hadyu atau dam, maka boleh baginya berpuasa di hari Arafah dan hari-hari Tasyrik.

Keutamaan Puasa Arafah

Pendapat Pertama

Pendapat mazhab Dzhahiriyah dan dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, yakni puasa Arafah dapat menghapus dosa kecil maupun besar. Di antara dalil mereka yang menegaskan amalan dapat menghapus dosa-dosa besar, yaitu hadis shahihain dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu:

"Barangsiapa yang menunaikan haji karena Allah, lalu ia tidak berkata keji dan berbuat fasik, maka ia akan disucikan dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika ia dilahirkan oleh ibunya." (Bukhari; 1819, dan Muslim; 3358)

Pendapat Kedua

Pendapat jumhur ulama termasuk imam mazhab yang empat, yang dihapus cuma dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar hanya bisa terhapus dengan taubat. Ini sesuai dengan dalil firman Allah ta'ala:

"Andai kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang atas kalian, maka Kami akan menghapus dosa-dosa kalian." (QS Al Nisa’ ; 31)

Niat Puasa Arafah

Bacaan Niat Puasa Arafah pada Malam Hari:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati Arafah lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: "Saya berniat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah SWT."

Bacaan Niat Puasa Arafah pada Siang Hari:

Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an adaa’i sunnati Arafah lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Arafah hari ini karena Allah SWT."

Selanjutnya, untuk setiap muslim yang menjalankan puasa Arafah dapat menjalankannya sebagaimana ibadah Puasa pada bulan Ramadan, yang dimulai dari terbitnya fajar hingga dan berbuka saat terbenamnya fajar atau pada waktu Magrib. Begitu juga dengan syarat sah dan yang membatalkan puasanya sama seperti puasa di bulan Ramadan.

 

Sumber: Liputan6.com

#ElevateWomen

What's On Fimela
Loading