Sukses

Lifestyle

Sedih, Atlet Renang Spanyol Terpaksa Tinggalkan Bayinya Demi Ikuti Olimpiade Tokyo 2020

Fimela.com, Jakarta Seorang atlet renang indah asal Spanyol, Ona Carbonell mengaku kecewa karena tidak bisa membawa putranya ikut bersamanya ke Olimpiade Tokyo 2020. Padahal, putranya baru berusia kurang dari satu tahun sehingga penting untuk menerima ASI.

Melalui unggahan Instagramnya, Ona menjelaskan bahwa suami dan putranya Kai harus di karantina di hotel terpisah dan tidak diizinkan meninggalkan kamar selama 20 hari atau lebih jika mereka ikut ke Jepang untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Hal ini tentu menyulitkan Ona, karena dirinya harus bolak-balik meninggalkan lokasi atlet dan pergi ke hotel untuk menyusui Kai tiap kali sang putra membutuhkannya. Di sisi lain, mobilitas Ona berisiko membahayakan kesehatan rekan setimnya.

“Aku harus membuat keputusan yang sangat sulit karena kebijakan pemerintah Jepang tidak memungkinkan kinerja atletik dan (aktivitas bersama) keluargaku berjalan di saat yang sama,” kata Ona, dikutip dari New York Times.

Merasa tidak terima

Atlet berusia 31 tahun itu mengaku dirinya masih sulit menerima kondisi ini. Dia berharap agar atlet-atlet yang mengalami kejadian serupa dapat menemukan jalan untuk menyesuaikan diri.

“Secara pribadi, aku tidak dapat menerima kondisi ini. Aku tidak akan baik-baik saja. Aku harus menggunakan pompa ASI selama 20 hari sambil berharap Kai masih mau disusui. (Ini) sesuatu yang sangat penting bagiku,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ona telah diberi tahu bahwa ia tak dapat membawa putranya selama olimpiade. Namun, melihat atlet lain mengalami hal serupa, Ona dan pelatihnya pun mengajukan petisi pada Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Tanggapan pihak penyelenggara

Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 sendiri menyatakan bahwa pihaknya akan membantu atlet beserta anak-anaknya yang masih menyusui.

“Bila diperlukan, anak-anak yang masih menyusui dan pengasuh mereka dapat ikut menemani atlet (pergi) ke Jepang,” ungkap pihak penyelenggara seperti dilansir dari Reuters.

Sebuah area di Desa Olimpiade bahkan disediakan khusus bagi para atlet yang ingin menyusui anak-anak mereka dengan aman. Akan tetapi masih terdapat hal-hal lain, seperti tes dan karantina, yang wajib dijalani keluarga atlet jika ikut pergi ke Tokyo.

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Kasur Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Digunakan Kembali oleh Pasien COVID-19
Artikel Selanjutnya
Apresiasi Atlet Berprestasi-Pelatih Olimpiade Tokyo 2020 Diganjar Rp1,3 Miliar