Sukses

Lifestyle

Bahaya Mikroplastik di Lautan, dari Daratan Kembali ke Meja Makan

Fimela.com, Jakarta Dalam rangka Hari Laut Sedunia yang diperingati pada setiap 8 Juni, menyadarkan kita akan pentingnya menjaga dan melindungi laut kita yang kaya akan keanekaragaman hayati. Sumber daya laut yang melimpah dan keindahan ekosistem maritim telah memberikan manfaat besar bagi manusia.

Namun, sayangnya, keberlanjutan dan kebersihan laut kita semakin terancam oleh satu masalah serius yakni plastik. Dalam beberapa dekade terakhir, penggunaan plastik telah meledak secara dramatis di seluruh dunia, dan dampaknya terhadap lingkungan laut kita semakin mengkhawatirkan.

Dilansir dari World Wildlife Fund (WWF), penggunaan plastik yang berlebihan mampu memberikan dampak negatif pada laut dimana ekosistem laut menjadi rusak. Hal ini dikarenakan hewan laut seperti ikan, burung laut, penyu, dan mamalia laut lainnya sering kali terperangkap dalam sampah plastik atau menganggapnya sebagai makanan.

Bukan hanya sampah plastik besar yang menjadi ancaman, tetapi juga mikroplastik yang terbentuk ketika plastik terurai menjadi partikel yang sangat kecil. Ketika mikroplastik masuk ke dalam lingkungan laut, mereka dapat dengan mudah terperangkap dalam organisme laut, termasuk plankton, moluska, ikan, dan hewan laut lainnya. Kehadiran mikroplastik dalam organisme laut dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti kerusakan organ dalam, perubahan perilaku, dan penurunan kesuburan.

Bahaya mikroplastik

Dilansir dari National Oceanic and Atmospheric Administration, mikroplastik memiliki potensi untuk mencapai manusia melalui rantai makanan. Ketika hewan laut yang terkontaminasi mikroplastik dimakan oleh hewan lain yang lebih tinggi dalam rantai makanan, mikroplastik dapat terakumulasi dalam jaringan tubuh mereka.

Akhirnya, ketika manusia mengonsumsi ikan, seafood, atau organisme laut lainnya yang terkontaminasi mikroplastik, kita juga dapat mengonsumsi mikroplastik tersebut dan memberikan dampak negatif pada kesehatan seperti peradangan, kerusakan sel, dan gangguan hormonal.

Dalam memperingati hari laut sedunia, ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk berkontribusi dalam menjaga dan merawat lautan, salah satunya yaitu mulai beralih ke water purifier Coway dari dispenser galon atau air kemasan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik dengan menggantinya dengan alternatif yang ramah lingkungan. 

Sebagai water purifier terpercaya, Coway juga memperhatikan dari segi implementasikan Product LCA (Life Cycle Assesment), di mana seluruh value chain dari pembelian, produksi, distribusi, hingga penggunaan dan pembuangan telah diatur untuk mengurangi emisi efek gas rumah kaca (GHG).

Pentingnya melakukan gerakan perubahan yang dimulai dari diri sendiri

Berdasarkan undang-undang tentang Sirkulasi Sumber Daya Peralatan Listrik dan Elektronik tahun 2014, Coway telah menjalankan sistem pengumpulan dan daur ulang limbah, termasuk perjanjian tentang pengumpulan dan daur ulang sampah plastik. Recycling Rate Coway juga terus bertumbuh dari tahun ke tahun, bersamaan dengan layanan Heart Service dari Coway Lady (Cody) yang tidak hanya berfokus pada perawatan produk, namun juga pengelolaan limbah.

Penting untuk diingat bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri. Dengan mengambil tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian laut dan mengurangi dampak negatif mikroplastik.

 

*Penulis: Amelia Septika.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading