Sukses

Lifestyle

Usai Pandemi, Rabbithole Masih Jadi Tempat Karaoke yang Seru dengan Pilihan Kuliner yang Wajib Dicoba

Fimela.com, Jakarta Selama pandemi COVID-19, hampir semua tempat hiburan mengalami keterpurukan bisnis. Tak terkecuali Rabbithole. Sebagai sebuah tempat hiburan, Rabbithole sangat merasakan dampak pahit dari hantaman pandemi COVID-19 terhadap ekosistem bisnis yang dijalani.

Sebagai tempat hiburan yang menawarkan KTV atau karaoke television, Rabbithole terpaksa harus menghentikan operasional layanan andalannya tersebut selama pandemi. Meski demikian kondisi ini tidak membuat Rabbithole menyerah akan keadaan dan melakukan berbagai macam manuver untuk mempertahankan bisnis. Salah satunya dengan menggerakkan sektor kuliner.

Ya! Selama pandemi COVID-19, Rabbithole berfokus pada makanan yang tadinya disajikan di tempat menjadi penjualan secara online. Media sosial pun tak luput dari strategi yang dilakukan Rabbithole untuk berkomunikasi dan menjaga hubungan baik dengan para konsumennya. Meski mereka tidak bisa datang ke Rabbithole untuk menikmati langsung pengalaman hiburan.

Bercerita kepada Fimela, Rabbithole memang sempat merumahkan karyawannya demi memangkas biaya operasional. Rabbithole hanya mempekerjakan karyawannya untuk berfokus di bagian dapur dan pengiriman makanan yang menjadi bisnis utama selama pandemi. Haris pun menjelaskan karyawan yang masuk dibuat secara bergilir sehingga semua karyawan bisa tetap mendapat pemasukan meski tidak seperti biasanya.

 

Ubah strategi bisnis

Bahkan Rabbithole harus ikhlas melepas karyawan terbaiknya yang memilih berkarya di tempat lain demi bisa menyambung hidup selama pandemi. Namun ketika kondisi sudah membaik, Rabbithole kembali buka pintunya bagi karyawan yang ingin kembali dan berkarya di sana.

"Semua pasti berasa ya. kita berusaha survive dengan mengadakan penjualan secara online, secara masif juga di media sosial, kita akhirnya semua bisa ngelewatin itu," kata Edward Haris selaku Operational Manager kepada Fimela.

 

Pilihan kuliner yang wajib dicoba

Bicara soal kuliner, Rabbithole menyajikan berbagai macam pilihan makanan. Mulai dari kuliner nusantara, chinese food, makanan Jepang, hingga western food yang memanjakan lidah para pengunjung. Namun selama pandemi COVID-19, sajian kuliner yang paling banyak dicari adalah Sop Buntut.

Dengan kuah bening dan citarasa yang gurih, Sop Buntut sangat dinikmat disajikan bersama nasi. Bisa dibilang Sop Buntut buatan Rabbithole terbilang effortless karena dagingnya yang begitu empuk.

Selain Sop Buntut, kamu juga harus mencicipi Sushi, Sapo Tahu, dan Kwetiau. Semua disajikan dalam porsi yang terbilang pas dengan rasa yang nikmat. Ada beberapa jenis light bites juga bisa kamu pesan untuk menemani berkaraoke. Dilengkapi dengan area bar, Rabbithole menjadi salah satu destinasi hiburan yang memiliki pilihan minuman yang bervariatif.

 

One stop entertainment

Berlokasi di Panin Tower lantai 7, Senayan City, Jakarta Pusat, Rabbithole sendiri menjadi one stop entertainment dengan nuansa scandinavian yang elegan. Kesan luxury namun nyaman sudah terasa sejak masuk ke area lobby dan lounge untuk menikmati Live DJ di area tengah.

Jika ingin merasakan hiburan dengan lebih privat, Rabbithole memiliki setidaknya 22 ruangan KTV yang terdiri dari beberapa kategori. Mulai dari Premier untuk 4-5 orang, Junior Suite untuk 6-8 orang, Suite untuk 8-10 orang, Royal Suite untuk 10-12 orang, City View untuk 10-15, dan Grand Suite untuk 15-25 orang.

 

Dinikmati usia 21-55 tahun

Untuk bisa menikmati pengalaman hiburan yang menyenangkan, Rabbithole tidak mematok harga berdasarkan durasi karaoke. Melainkan dengan minimal pembelian sesuai dengan kategori ruangan yang dipilih. Setiap ruangan pun dilengkapi dengan audio dan pencahayaan yang baik sehingga menambah pengalaman seru berkaraoke bersama keluarga dan sahabat.

"Kita punya art audio system yang oke dengan sistem lighting yang oke di room maupun di lounge dengan kualitas produk yang kita jaga, baik makanan minuman, baik SDM yang selalu kita trained dengan baik. Lokasi kita juga cukup strategis. jadi wajib coba lah ke Rabbithole," jelas Haris.

Rabbithole sendiri memiliki banyak pengunjung dalam bentuk grup berusia 21-55 tahun. Seperti keluarga, rekan bisnis, maupun para sahabat yang hendak merayakan momen spesial. Jadi, kapan kamu bakal hangout di Rabbithole?

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading