Sukses

Lifestyle

Upaya Pelestarian Satwa Liar dengan Edukasi Berbasis Kompetisi Foto

Fimela.com, Jakarta Pelestarian satwa liar tak melulu harus terjun ke lapangan melainkan bisa dimulai dengan edukasi menggunakan media visual yang menarik dan interaktif. Apalagi anak-anak cenderung lebih mudah menangkap dan menerima informasi dengan melihat gambar. Mengutip dari sejumlah jurnal penelitian gambar yang merupakan media visual yang dilihat oleh mata akan terekam dalam memori sehingga menjadi informasi dan pengetahuan anak-anak. 

Cara ini menginspirasi Taman Safari Indonesia untuk melakukan edukasi pelestarian satwa liar lewat media visual. Terutama di kalangan anak-anak. Taman Safari Indonesia menggelar International Animal Photo and Video Competition 2023 pada Juli-September 2023.

Taman Safari Indonesia menjadi lembaga konservasi ex situ memiliki komitmen untuk memberikan edukasi sekaligus tanggung jawab pelestarian satwa liar. Kompetisi media visual yang digelar menjadi bagian dari upaya Taman Safari Indonesia untuk mengedukasi keanekeragaman hayati yang dimiliki Indonesia.

"Nah dengan memotret dan menyebarluaskan kan 'oh ada satwa itu namanya apa sih?'. Jadi kita kayak semakin sadar bahwa kita tuh kaya banget akan keanekaragaman hayati" kata Regina Safri selaku Dewan Juri.

Upaya pelestarian satwa liar

Sebanyak 14.786 karya dari 5.977 peserta berhasil terkumpul dan melewati proses kurasi serta penjurian ketat oleh lima juri dari profesional di bidang fotografi. Selaras dengan tema “Story of The Wild, Capture Through Your Lens”, peserta mengambil bagian dari gerakan pelestarian yang lebih besar untuk perubahan positif. Para peserta tidak hanya melestarikan keindahan satwa kita, tetapi juga memberikan suara untuk melindungi habitat mereka.

Terdapat 35 karya terbaik dipilih dari beberapa kategori yang dikompetisikan dalam IAPVC 2023, termasuk Photo Story, Endangered Animal, General Wildlife, dan Social Media Contest Feed dan Reels. Kegiatan roadshow juga menyumbang sejumlah pemenang dari dua hari penyelenggaraannya masing-masing kota.

Pemilihan pemenang tidak hanya didasarkan pada kualitas foto dan video yang dihasilkan. Melainkan juga memerhatikan proses pengambilan gambar yang tidak mengganggu aktivitas apalagi menyiksa satwa liar yang dijadikan objek.

Penuh cerita

Seperti pada kategori Photo Story yang menampilkan foto ibu dan anak orangutan yang sedang bermain bersama. Karya dari Wibowo Rahardjo ini terpilih sebagai pemenang pertama karena menampilkan kedekatan induk dan anak orangutan

Anak orangutan dikenal sangat bergantung ke induk orangutan sampai akhirnya ia mencapai usia dewasa (6-7 tahun), saat ia sudah bisa hidup mandiri di hutan. Pengembangan hutan konversi banyak memisahkan anak orangutan dan induknya. Trauma ini begitu membekas di anak orangutan sehingga mereka tidak mampu hidup mandiri di alam bebas.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading