Sukses

Lifestyle

Puasa Membuatmu Jadi Gampang Marah? Ini Alasan Ilmiahnya!

Fimela.com, Jakarta Selama menjalani puasa, bukan hanya lapar dan dahaga saja yang harus ditahan tapi juga emosi. Ini yang seringkali sulit dilakukan apalagi ketika dirimu kurang tidur karena harus bangun sahur. Tapi mengapa kurang tidur bisa menyebabkanmu jadi mudah marah?

Sebuah penelitian dari Iowa State University menunjukkan bahwa orang yang hanya tidur beberapa jam di malam hari lebih cepat marah dan kurang mampu beradaptasi dengan situasi yang menekan dan membuatnya frustasi.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology ini menemukan bahwa kurang tidur mampu meningkatkan emosi negatif seperti kecemasan, gelisah, dan kesedihan. Akumulasi emosi negatif karena kurang istirahat inilah yang memicu seseorang jadi lebih sensitif dan mudah marah.

Kurang Tidur Bikin Cepat Marah

Peneliti mengatakan bahwa tidak mendapat waktu cukup untuk tidur dapat membuat orang tersebut kesulitan melakukan hal-hal sederhana karena kadar stresnya masih tinggi, dan hal itu dipicu oleh kurangnya waktu istirahat yang sangat dibutuhkan otak untuk melepas stres.

Tentu sahur tak dapat dihindari dan akan mengurangi waktu tidurmu. Cara mengatasinya adalah dengan mengatur kembali waktu tidurmu, mengganti waktu tidur yang kurang di waktu lain, seperti misalnya tidur lebih awal di malam hari. Jika umumnya tidur jam 11 ke atas, tidurlah jam 9 malam. Jika memungkinkan tidur siang, tidurlah.

Justru karena tantangan inilah, puasa mengharuskanmu menjaga dan mengendalikan emosi. Jangan biarkan kurang tidur jadi pemicu emosimu yang tak terkendali ya Sahabat Fimela.

Cara Menjaga Emosi Saat Puasa

1. Latihan fisik

Latihan fisik memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga untuk kesehatan emosional. Dengan melakukan olahraga secara teratur, kita dapat mengurangi stres, kecemasan, dan depresi. Hal ini karena saat kita berolahraga, tubuh kita memproduksi endorfin yang merupakan hormon "pembuat bahagia" alami yang dapat meningkatkan suasana hati dan meredakan stres. Selain itu, olahraga juga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi ketegangan otot yang seringkali terjadi akibat tekanan emosional.

2. Berlatih merawat diri

Merawat diri merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan mental dan fisik seseorang. Seringkali kita terlalu fokus pada kebutuhan orang lain sehingga kita lupa untuk memberikan perhatian yang cukup pada diri sendiri. Namun, dengan komitmen yang kuat, kita dapat menciptakan waktu dan ruang untuk merawat diri dengan baik. Mulailah dengan menetapkan batasan yang jelas dalam aktivitas sehari-hari, termasuk waktu istirahat dan me time untuk menyegarkan pikiran dan tubuh.

3. Fokuskan kembali perhatian

Ketika kamu merasa tegang atau stres, seringkali sulit untuk mempertahankan fokus dan konsentrasi. Inilah saat yang tepat untuk mempraktikkan mindfulness, teknik meditasi yang dapat membantu Bunda melatih kehadiran pikiran yang disengaja dan kesadaran terhadap tubuh serta perasaan. Dengan berlatih mindfulness secara rutin, kamu akan belajar untuk mengarahkan perhatian pada saat-saat ketidakstabilan emosional dan menemukan kedamaian dalam diri sendiri.

4. Tuliskan suasana hati

Membuat jurnal suasana hati bisa menjadi alat yang sangat berguna untuk memahami lebih dalam perasaan dan emosi yang kamu rasakan sehari-hari. Dengan menuliskan atau mencatat secara teratur bagaimana perasaan itu timbul, apa penyebabnya, dan respons apa yang dipicu oleh emosi tersebut, kamu dapat melacak pola-pola yang mungkin mengganggu kesejahteraan mentalmu. Hal ini juga bisa membantumu untuk lebih sadar akan diri sendiri dan memahami dirinya secara lebih baik.

5. Tarik napas dalam-dalam

Saat melakukan latihan pernapasan dalam, kamu dapat merasakan dampak positifnya terhadap kemampuan untuk mengendalikan emosi serta reaksi yang muncul. Hal ini sangat penting terutama saat berpuasa sebagai seorang muslim, karena menahan emosi adalah bagian dari ibadah puasa. Dengan cara ini, kamu bisa tetap tenang dan menghindari tindakan atau perkataan yang belum tentu baik selama berpuasa.

Dengan mempraktikkan beberapa cara tersebut, diharapkan kamu dapat menjaga keseimbangan emosionalnya tanpa harus membatalkan puasa.

Simak juga video berikut ini

#GrowFearless with FIMELA

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading