Sukses

Lifestyle

Cara Sederhana Bebas dari Nyamuk Demam Berdarah

ringkasan

  • Menggunakan lotion tolak nyamuk ke bagian tubuh yang terbuka sebagai perlindungan
  • Dilakukan sosialiasi tentang pencegahan DBD kepada masyarakat

Fimela.com, Jakarta Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Tahun ini, diketahui bahwa beberapa wilayah di Indonesia terjadi peningkatan kasus DBD.

Untuk itu berbagai pencegahan dilakukan agar masyarakat terhindar dari penyakit mematikan ini. Dokter Enesis Group, Shabrina Ghassani Roza mengatakan, dalam mencegah DBD harus diawali dengan kesadaran dari warga untuk melindungi dirinya dari gigitan nyamuk.

Seperti melakukan pencegahan dengan cara sederhana yakni melakukan 3MPlus, yaitu menutup tempat penyimpanan air, menguras bak mandi, serta mengubur atau mendaur ulang barang tak terpakai.

Kemudian, plus-nya yaitu salah satunya menggunakan lotion tolak nyamuk ke bagian tubuh yang terbuka sebagai perlindungan pribadi ataupun menyemprotkan obat nyamuk.

“Bisa juga menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, ataupun tidur menggunakan kelambu,” paparnya dalam siaran pers yang diterima Fimela, Jumat (23/8).

Kegiatan sosialisasi

Sayangnya masih banyak masyarakat yang tidak paham bagaimana menerapkan pencegahan DBD. Untuk itu, dilakukan sosialiasi kepada masyarakat seperti yang dilakukan Enesis Group, mensosialisasikan pencegahan DBD kepada penduduk sekitar pabrik agar #MerdekaDariNyamuk.

Pada kegiatan sosialisasi ini selain edukasi mengenai DBD dan cara pencegahannya, Enesis Group juga mengadakan Workshop Daur Ulang Sampah bekerja sama dengan Bank Sampah Induk Gesit Menteng, Sri Endarwati (Pengelola BSI) menyambut positif kegiatan yang dilakukan Enesis Group.

“Dengan adanya pembinaan dan pelatihan dari Enesis Group, kita dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi suatu karya seni sehingga sampah ini tidak lagi menjadi penghambat saluran air yang menjadi penyebab banjir atau sampah yang merusak lingkungan, tapi bisa dijadikan barang bernilai seni dan bermanfaat, seperti dijadikan tas, tempat tissue, pot bunga, ataupun tempat pensil, sehingga dari sampah plastik yang tidakberguna menjadi barang berharga” papar Elkana Lewerissa Public Relations Head Enesis Group.

Simak video berikut

#Growfearless with FIMELA

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading