Sukses

FimelaMom

70% Orangtua Kewalahan Saat Mengasuh Anak, Kenali Penyebabnya

ringkasan

  • Tingkat stres orang tua di AS sangat tinggi, dengan 70% merasa kewalahan akibat tekanan finansial, tuntutan waktu, dan kurangnya dukungan sistemik.
  • Kekhawatiran akan kesehatan dan keselamatan anak, termasuk krisis kesehatan mental remaja dan isu penembakan sekolah, menjadi beban mental signifikan bagi orang tua.
  • Media sosial, isolasi sosial, serta ekspektasi masyarakat akan "orang tua super" tanpa dukungan komunitas memperparah perasaan kewalahan dan berdampak negatif pada kesehatan mental orang tua.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, menjadi orangtua adalah sebuah perjalanan yang penuh warna, namun tak jarang terasa sangat membebani. Di Amerika Serikat, banyak orangtua secara konsisten melaporkan tingkat stres yang tinggi, jauh melampaui orang dewasa tanpa anak. Fenomena ini bukan tanpa alasan, melainkan dipicu oleh serangkaian faktor kompleks yang saling terkait.

Data terbaru menunjukkan bahwa 70% orangtua di AS merasa kewalahan dengan tanggung jawab mereka, sebuah angka yang mencerminkan realitas pahit pengasuhan modern. Mulai dari tekanan finansial yang mencekik hingga tuntutan waktu yang tak berujung, setiap aspek kehidupan orang tua seolah diuji. Kekhawatiran akan kesehatan dan keselamatan anak juga menjadi beban pikiran utama.

Tidak hanya itu, pengaruh media sosial, isolasi sosial, dan ekspektasi masyarakat yang tinggi terhadap "orangtua super" turut memperparah kondisi ini. Dilansir dari berbagai sumber, kita akan mengupas tuntas berbagai alasan mengapa mengasuh anak terasa sangat membebani, memberikan gambaran menyeluruh tentang tantangan yang dihadapi para orangtua di era kontemporer.

Tekanan Finansial dan Tuntutan Waktu yang Mendesak

Salah satu pemicu utama mengapa mengasuh anak terasa sangat membebani adalah tekanan finansial yang kian meningkat. Kekhawatiran tentang uang dan ekonomi menjadi masalah utama bagi banyak rumah tangga, dan orangtua lebih sering mengkhawatirkan keuangan dibandingkan orang dewasa lainnya. Biaya penitipan anak, misalnya, telah melonjak sekitar 26% dalam satu dekade terakhir, menempatkan beban berat pada anggaran keluarga.

Pada tahun 2023, 66% orangtua melaporkan "dikuasai oleh kekhawatiran mengenai uang," jauh lebih tinggi dari 39% orang dewasa tanpa anak. Bahkan, satu dari empat orangtua di AS menyatakan pernah tidak memiliki cukup uang untuk kebutuhan dasar anak dalam setahun terakhir. Biaya membesarkan anak hingga usia 17 tahun diperkirakan mencapai $310.605, menunjukkan peningkatan signifikan yang membebani.

Selain itu, keterbatasan waktu akibat tuntutan pekerjaan dan pengasuhan anak juga menjadi faktor krusial. Baik ibu maupun ayah bekerja lebih banyak dari sebelumnya; ibu bekerja sekitar 28% lebih banyak per minggu dibandingkan tahun 1987, sementara ayah meningkat 4% pada periode yang sama. Meskipun jam kerja lebih panjang, orang tua juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk pengasuhan anak, dengan ibu 40% lebih banyak dan ayah 154% lebih banyak dibandingkan tahun 1987. Peningkatan komitmen ini seringkali menyebabkan konflik kerja-keluarga, kelelahan, dan stres kronis.

Kekhawatiran Kesehatan, Keselamatan Anak, dan Dampak Media Sosial

Kesehatan dan kesejahteraan anak adalah prioritas utama, namun juga menjadi sumber kekhawatiran besar bagi orangtua. Krisis kesehatan mental remaja, dengan tingkat depresi, kecemasan, stres, kesepian, dan bunuh diri yang melonjak, menimbulkan beban emosional yang signifikan. Ditambah lagi, hampir satu dari lima anak di AS memiliki kebutuhan perawatan kesehatan khusus, yang mencakup kondisi fisik, perilaku, perkembangan, atau emosional kronis. Orang tua dari anak-anak dengan kebutuhan khusus bahkan melaporkan tingkat burnout 81%, jauh di atas orang tua anak-anak tanpa kebutuhan khusus.

Selain kesehatan, keselamatan anak juga menjadi momok yang menghantui. Orangtua khawatir anak-anak mereka menjadi korban bullying, penculikan, atau serangan. Penembakan di sekolah adalah sumber stres utama, dengan 74% orang tua menganggapnya sebagai kekhawatiran signifikan. Cedera terkait senjata api bahkan telah menjadi penyebab kematian utama di antara anak-anak dan remaja AS usia 1-19 tahun.

Dunia digital juga membawa tantangan baru. Penyalahgunaan media sosial oleh anak-anak dan penggunaan teknologi adalah dua alasan utama mengapa hampir 70% orang tua mengatakan pengasuhan lebih sulit daripada 20 tahun yang lalu. Kekhawatiran meliputi cyberbullying, waktu layar berlebihan, sexting, keamanan daring, serta dampak media sosial pada harga diri dan citra tubuh anak. Budaya perbandingan yang dipicu media sosial membombardir orang tua dengan citra keluarga 'sempurna,' menciptakan ekspektasi tidak realistis dan menambah perasaan bersalah serta malu.

Isolasi Sosial dan Ekspektasi "Orangtua Super"

Di tengah segala tekanan, banyak orangtua juga menghadapi isolasi sosial dan kesepian, terutama orangtua tunggal, yang merasa lebih terasing dibandingkan orang dewasa lainnya di AS. Kesepian ini dapat memperburuk tekanan yang dirasakan, mengingat koneksi sosial adalah penyangga stres yang vital. Kurangnya sistem dukungan komunitas tradisional, seperti keluarga besar atau tetangga, telah menyebabkan isolasi sosial bagi orang tua dan anak-anak.

Selain itu, budaya Amerika modern menempatkan ekspektasi yang tidak realistis pada orangtua untuk menjadi "orangtua super," yang selalu terlibat, merangsang, dan mudah dijangkau. Orangtua modern memikul tanggung jawab emosional yang jauh lebih besar dalam membesarkan anak dibandingkan generasi sebelumnya, termasuk memantau dan membentuk perkembangan emosional anak. Tekanan untuk mencapai kesempurnaan ini dapat dengan mudah menyebabkan burnout orang tua, sebuah kondisi kelelahan fisik dan emosional yang parah.

Kurangnya dukungan sistemik juga memperparah kondisi ini. Amerika Serikat memiliki tingkat rumah tangga orangtua tunggal tertinggi di antara negara-negara OECD, yang berarti banyak orangtua, terutama ibu tunggal, harus melakukan lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit. Kurangnya dukungan federal, seperti cuti berbayar dan penitipan anak yang terjangkau, memengaruhi keputusan hidup utama ibu dan secara signifikan menambah stres yang mereka alami.

Dampak pada Kesehatan Mental Orangtua

Semua faktor kompleks ini secara kumulatif berdampak serius pada kesehatan mental orang tua. Stres orangtua yang kronis dapat meningkatkan kemungkinan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi. Kesejahteraan orangtua secara langsung terkait dengan kesejahteraan anak-anak mereka, dan ketika orang tua berjuang, hal itu sering kali berdampak pada seluruh keluarga.

Oleh karena itu, penting bagi Sahabat Fimela untuk menyadari bahwa perasaan kewalahan ini adalah valid dan seringkali merupakan respons terhadap sistem yang kurang mendukung. Mencari dukungan, baik dari lingkungan terdekat maupun profesional, adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan seluruh keluarga.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading