Sukses

Lifestyle

Ini Rahasia Menata Tanaman yang Bagus di Dalam Rumah agar Tumbuh Subur

ringkasan

  • Penempatan tanaman di dalam rumah harus mempertimbangkan kebutuhan cahaya, suhu, dan kelembapan spesifik setiap tanaman untuk pertumbuhan optimal.
  • Setiap ruangan memiliki karakteristik cahaya dan kelembapan berbeda, sehingga pemilihan dan penataan tanaman perlu disesuaikan untuk estetika dan kesehatan tanaman.
  • Penting untuk mengidentifikasi tanaman beracun dan menerapkan strategi penempatan aman guna melindungi hewan peliharaan dari potensi bahaya.

Fimela.com, Jakarta - Tanaman hias kini menjadi elemen penting untuk mempercantik hunian dan menciptakan suasana asri di setiap sudut rumah. Menempatkan tanaman yang bagus di dalam rumah tidak hanya sekadar meletakkan, melainkan butuh strategi khusus agar mereka tumbuh optimal dan memberikan manfaat maksimal.

Penempatan yang tepat akan memastikan tanaman mendapatkan cahaya, suhu, dan kelembapan ideal sesuai kebutuhannya untuk proses fotosintesis dan pertumbuhan. Ini juga akan mempercantik ruangan sekaligus menjaga keamanan penghuni, termasuk hewan peliharaan kesayangan.

Sahabat Fimela, mari kita selami panduan komprehensif ini untuk menciptakan oasis hijau di dalam rumah Anda. Dengan tips ini, rumah akan semakin hidup, nyaman, dan sehat, serta meningkatkan kualitas udara dan mengurangi stres.

Memahami Kebutuhan Cahaya untuk Tanaman Indoor Anda

Cahaya adalah elemen terpenting untuk pertumbuhan tanaman karena fotosintesis, proses yang memungkinkan tanaman menyimpan energi, membutuhkan cahaya. Sebagian besar tanaman hias membutuhkan cahaya terang tidak langsung untuk tumbuh dan berkembang. Cahaya terang tidak langsung dapat dicapai di sebagian besar ruangan yang menghadap timur, barat, dan selatan dengan menyesuaikan jarak dan posisi tanaman.

Jendela yang menghadap timur umumnya memberikan cahaya terang namun tidak langsung, sementara jendela yang menghadap selatan memberikan cahaya langsung dan intens. Jendela yang menghadap barat cenderung memberikan cahaya sedang, dan jendela yang menghadap utara biasanya memberikan jumlah cahaya paling sedikit. Tanaman yang membutuhkan cahaya langsung, seperti sukulen dan kaktus, idealnya ditempatkan di dekat jendela yang menghadap selatan atau di ruangan berjemur.

Tanaman yang menyukai cahaya rendah, seperti lidah mertua (snake plant), ZZ plant, dan peace lily, dapat ditempatkan di area dengan cahaya alami terbatas atau tersaring, seperti jendela yang menghadap utara atau sudut ruangan yang jauh dari jendela. Penting untuk diingat bahwa "cahaya rendah" tidak berarti "tanpa cahaya" sama sekali; bahkan tanaman dengan cahaya rendah pun membutuhkan cahaya alami untuk bertahan hidup. Jika ruangan terlalu gelap, cahaya alami dapat dilengkapi dengan lampu tumbuh (grow light).

  • Intensitas cahaya diukur dalam lux:
  • Jendela yang menghadap selatan dapat menerima 10.000 hingga 20.000 lux.
  • Jendela yang menghadap utara menerima 500 hingga 2.500 lux.
  • Cahaya langsung terang (tempat cerah) membutuhkan antara 20.000 dan 50.000 lux.
  • Cahaya terang tidak langsung (sebagian cerah) antara 10.000 dan 20.000 lux.
  • Cahaya sedang (setengah teduh) antara 2.500 dan 10.000 lux.
  • Cahaya rendah (teduh) antara 500 dan 2.500 lux.

Suhu dan Kelembapan Ideal untuk Pertumbuhan Optimal

Suhu dan kelembapan adalah dua faktor lingkungan utama yang menentukan tingkat pertumbuhan dan kesehatan tanaman secara keseluruhan. Sebagian besar tanaman hias tropis tumbuh subur pada suhu antara 18-27°C (65-80°F) dengan tingkat kelembapan 40-60%. Hindari menempatkan tanaman di area yang suhunya berfluktuasi secara signifikan sepanjang hari, seperti dekat ventilasi pemanas/pendingin atau jendela yang sering dibuka.

Kelembapan rendah (10-40%) cocok untuk tanaman yang tumbuh di kondisi kering seperti kaktus dan sukulen. Kelembapan sedang (40-60%) cocok untuk sebagian besar tanaman hias umum. Sementara itu, kelembapan tinggi (60-80%) ideal untuk hampir semua tanaman hias tropis, meskipun sulit dipertahankan di dalam ruangan. Tanda-tanda stres akibat suhu tinggi termasuk daun yang berubah cokelat, bintik-bintik kering, layu, pertumbuhan melambat, dan daun yang mengeriting atau rontok.

Untuk meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman, Sahabat Fimela bisa mengelompokkan beberapa tanaman bersama-sama. Cara ini dapat menciptakan "efek rumah kaca" mikro yang meningkatkan kelembapan relatif. Menggunakan pelembap udara (humidifier) atau nampan kerikil berisi air juga dapat membantu meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman Anda.

Menata Tanaman Sesuai Fungsi Ruangan dan Estetika

Ruang tamu seringkali merupakan salah satu ruangan paling luas dan terang di rumah, menjadikannya tempat yang bagus untuk tanaman. Tanaman besar dapat digunakan sebagai titik fokus atau untuk mengisi sudut kosong, menambahkan warna dan melembutkan ruang. Tanaman dapat ditempatkan di rak buku, ambang jendela, atau meja. Contoh tanaman yang cocok: Fiddle leaf fig (sebagai titik fokus), snake plant, pothos.

Kamar mandi adalah tempat yang bagus untuk tanaman hias yang menyukai kelembapan tinggi karena kelembapan yang dihasilkan dari pancuran dan bak mandi. Pastikan ada cukup cahaya alami untuk tanaman spesifik. Contoh tanaman yang cocok: Pakis, begonia, calathea, anggrek, peace lily, pothos, ivy. Hindari menempatkan tanaman terlalu dekat dengan pancuran atau bak mandi karena terendam air dapat menyebabkan akar membusuk.

Dapur juga cenderung memiliki tingkat kelembapan yang lebih tinggi karena penggunaan wastafel dan mesin pencuci piring. Herbal aromatik seperti basil, rosemary, dan mint praktis dan dekoratif, serta tumbuh baik di bawah sinar matahari. Beberapa herbal seperti basil dan peterseli dapat ditempatkan di ambang jendela dapur agar lebih dekat dengan area memasak.

Ambang jendela adalah tempat yang ideal untuk sebagian besar tanaman karena menyediakan cahaya alami. Jendela yang menghadap timur atau utara cocok untuk tanaman yang membutuhkan cahaya terang tidak langsung. Jendela yang menghadap selatan atau barat mungkin memerlukan tirai tipis atau penempatan tanaman beberapa kaki dari jendela untuk menyaring cahaya yang intens. Selama bulan-bulan yang lebih dingin, ambang jendela mungkin bukan tempat terbaik karena cenderung berangin.

Untuk tampilan yang lebih menarik, Sahabat Fimela dapat mengelompokkan tanaman bersama-sama dengan berbagai ukuran, bentuk, dan warna untuk menciptakan tampilan yang dinamis dan kohesif. Bermain dengan ketinggian menggunakan dudukan tanaman, rak, atau tanaman gantung juga akan menambah kedalaman visual. Manfaatkan sudut dan ruang kosong dengan tanaman tinggi seperti Monstera atau snake plant untuk membuat ruangan terlihat lebih hidup.

Menjaga Keamanan Hewan Peliharaan dari Tanaman Beracun

Tidak semua tanaman yang aman untuk manusia aman untuk hewan peliharaan. Beberapa tanaman dapat menyebabkan iritasi, muntah, masalah pernapasan, atau bahkan keracunan serius jika tertelan oleh hewan peliharaan kesayangan Anda. Zat beracun umum pada tanaman termasuk kalsium oksalat, saponin, glikosida jantung, alkaloid, dan minyak esensial alami yang sangat terkonsentrasi.

Contoh tanaman yang harus dihindari atau ditempatkan di luar jangkauan hewan peliharaan:

  • Lily (sangat beracun, terutama untuk kucing)
  • Pothos
  • Philodendron
  • Lidah mertua
  • Lidah buaya
  • Jade plant
  • Rhododendron (mengandung glikosida yang memengaruhi fungsi jantung)
  • Ivy (berisiko melalui buah berinya)

Untuk menjaga keamanan, identifikasi dan labeli tanaman yang tidak aman untuk hewan peliharaan. Jauhkan tanaman yang tidak ramah hewan peliharaan di ruangan yang tidak dapat dijangkau. Buang sisa tanaman dan potongan ke tempat sampah di luar atau jauh dari hewan peliharaan. Gunakan kandang logam atau terarium untuk perlindungan tambahan jika tidak memungkinkan untuk menyimpan tanaman di ruangan terpisah. Pantau interaksi hewan peliharaan dengan tanaman dan cegah mereka mengunyah dedaunan.

Beberapa tanaman hias yang aman untuk kucing dan anjing termasuk spider plant, pakis Boston, African violet, calathea, dan air plant. Herbal seperti thyme, rosemary, dan basil juga merupakan pilihan yang aman. Contoh lain tanaman yang lebih aman untuk hewan peliharaan: ponytail palm, anggrek phalaenopsis, lithops, dan kaktus Natal.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading