Sukses

Lifestyle

7 Desain Kandang Ayam yang Murah tapi Sirkulasi Udara Bagus, Tak Bau & Mudah Dibersihkan

Fimela.com, Jakarta - Memiliki kandang ayam di rumah sering kali dipandang sebagai hal yang merepotkan karena biasanya dikaitkan dengan bau yang tidak sedap, kekotoran, dan biaya pembangunan yang cukup tinggi. Namun, jika desain kandang dipikirkan dengan matang, para peternak rumahan dapat memelihara ayam dengan nyaman tanpa mengganggu lingkungan sekitarnya. Kunci utamanya terletak pada pemilihan desain kandang yang memperhatikan sirkulasi udara, sistem pembuangan kotoran, serta penggunaan material yang sederhana namun fungsional.

Pada tingkat rumah tangga, tidak perlu membuat kandang ayam dari beton atau bahan mahal untuk memastikan ketahanan dan kebersihannya. Banyak pilihan desain kandang ayam yang ekonomis dengan memanfaatkan bahan lokal seperti bambu, kayu bekas, kawat ram, dan terpal, yang tetap mampu menjaga kebersihan dan mencegah bau. Desain yang baik juga berkontribusi pada kesehatan ayam, karena menciptakan lingkungan kandang yang lebih kering dan tidak lembap.

Di samping aspek biaya, kemudahan dalam perawatan juga menjadi faktor penting saat memilih desain kandang ayam untuk rumah. Kandang yang sulit dibersihkan akan menyebabkan penumpukan kotoran, yang pada gilirannya dapat memicu bau amonia dan meningkatkan risiko penyakit. Oleh karena itu, penting untuk merancang desain kandang sedemikian rupa sehingga peternak dapat membersihkan kotoran dengan cepat tanpa perlu membongkar seluruh bagian kandang.

Berikut adalah beberapa contoh desain kandang ayam yang ekonomis dan terbukti tidak menimbulkan bau, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta mudah untuk dibersihkan. Desain-desain ini sangat cocok untuk diterapkan oleh peternak pemula atau keluarga yang ingin beternak ayam di area dengan kepadatan penduduk yang tinggi.

1. Kandang Ayam Panggung dari Bambu

Desain kandang ayam panggung yang terbuat dari bambu menjadi pilihan utama bagi banyak peternak, hal ini disebabkan oleh biaya pembuatannya yang relatif terjangkau dan ketersediaan bahan yang mudah ditemukan di berbagai wilayah. Dengan konstruksi panggung, kotoran ayam dapat jatuh langsung ke tanah atau wadah penampung di bawah kandang, sehingga lantai kandang tetap kering dan terhindar dari kelembapan. Kondisi ini sangat membantu dalam mengurangi bau tidak sedap yang sering muncul akibat penumpukan kotoran.

Sirkulasi udara di dalam kandang bambu juga sangat baik karena adanya celah alami antara batang bambu yang memungkinkan aliran udara yang lancar. Udara yang terus bergerak ini berfungsi untuk menurunkan kadar amonia di dalam kandang serta menjaga suhu tetap nyaman bagi ayam. Selain itu, cahaya matahari dapat masuk dengan leluasa, sehingga kandang tetap kering dan tidak lembap setelah terkena hujan.

Dari segi perawatan, kandang panggung bambu sangat mudah dibersihkan, di mana peternak hanya perlu membersihkan area di bawah kandang secara teratur. Jika menggunakan alas tanah, kotoran ayam bisa langsung dikubur atau dikumpulkan untuk dijadikan pupuk kandang. Dengan melakukan perawatan yang sederhana dan rutin, kandang ayam panggung dari bambu dapat tetap bersih dan bebas bau meskipun digunakan dalam jangka waktu yang lama.

2. Kandang Ayam Litter Floor dengan Alas Serbuk Kayu atau Sekam

Kandang ayam Litter Floor adalah kandang dengan lantai datar yang diberi alas dari serbuk kayu, sekam padi, atau pasir kasar, sehingga ayam dapat bergerak bebas di atasnya. Alas ini berfungsi menyerap kelembapan dan bau, menjaga kondisi kandang tetap kering dan nyaman bagi ayam.

Kandang model ini juga memudahkan pembersihan, karena lantai dapat diganti atau dibersihkan tanpa harus mencuci seluruh kandang. Untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik, bagian dinding atas sebaiknya diberi kawat ram atau jendela terbuka, sehingga udara segar masuk dan kelembapan berlebih dapat keluar, membuat ayam tetap sehat dan lingkungan kandang lebih nyaman.

3. Kandang Ayam Kawat Ram dengan Alas Nampan

Desain kandang ayam yang terbuat dari kawat ram sangat ideal untuk penggunaan di rumah dengan jumlah ayam yang terbatas, seperti ayam petelur atau ayam hias. Kandang ini umumnya dirancang bertingkat dan dilengkapi dengan alas berupa nampan atau baki untuk menampung kotoran, yang dapat dengan mudah dikeluarkan. Sistem desain ini mencegah penumpukan kotoran di dalam kandang, sehingga bau yang tidak sedap dapat diminimalisir secara signifikan.

Sirkulasi udara di dalam kandang kawat ram juga tergolong sangat baik, karena hampir seluruh sisi kandang terbuka. Dengan demikian, udara segar dapat masuk dari berbagai arah, yang menjadikan kelembapan di dalam kandang rendah dan bau amonia cepat terurai. Kondisi yang bersih dan kering ini turut membantu menjaga kesehatan ayam. Lingkungan kandang yang lebih bersih berkontribusi pada kesejahteraan ayam.

Salah satu keunggulan utama dari desain ini adalah kemudahan dalam proses pembersihan, di mana peternak hanya perlu menarik keluar nampan kotoran untuk dibersihkan secara rutin. Proses pembersihan ini dapat dilakukan setiap hari atau dua hari sekali, tergantung pada jumlah ayam yang dipelihara. Dengan rutinitas yang sederhana tersebut, kandang ayam kawat ram tetap terjaga kebersihannya, higienis, dan tidak mengeluarkan bau yang mengganggu.

4. Kandang Ayam Semi Permanen dari Kayu Bekas

Penggunaan kayu bekas sebagai bahan untuk membuat kandang ayam merupakan alternatif yang ekonomis tanpa mengurangi fungsi utama kandang tersebut. Material seperti kayu bekas dari palet atau papan bangunan dapat dirakit menjadi kandang semi permanen yang memiliki desain terbuka di beberapa sisi. Dengan perencanaan yang matang, kandang tersebut bisa tetap kuat dan tahan lama meskipun terbuat dari bahan yang sederhana.

Agar kandang tidak bau, desain harus memperhatikan jarak antar papan dan ventilasi yang cukup lebar. Sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk mengurangi kelembapan dan mempercepat proses pengeringan kotoran di dalam kandang. Lantai kandang sebaiknya dibuat sedikit miring agar air dan sisa kotoran dapat dengan mudah mengalir keluar saat proses pembersihan.

Perawatan kandang yang terbuat dari kayu bekas ini relatif mudah, karena peternak dapat menyemprot lantai dan dinding secara berkala untuk menjaga kebersihan. Jika ditambahkan alas seperti sekam atau pasir, bau tidak sedap di dalam kandang dapat diminimalisir dengan efektif. Dengan melakukan perawatan secara rutin, kandang semi permanen yang terbuat dari kayu bekas dapat tetap memberikan kenyamanan bagi ayam dan juga ramah lingkungan.

5. Kandang Ayam Model Closed Roof Terbuka Samping

Desain kandang yang memiliki atap tertutup dan sisi terbuka sangat ideal untuk wilayah dengan curah hujan yang tinggi. Atap melindungi ayam dari hujan langsung, sementara sisi samping yang terbuka menjaga sirkulasi udara tetap optimal. Kombinasi tersebut berfungsi untuk menjaga kandang tetap kering dan bebas bau.

Sisi yang terbuka dapat dilindungi menggunakan jaring atau kawat ram, sehingga ayam tetap aman dari ancaman predator. Udara segar dapat masuk dengan leluasa, sehingga bau kotoran tidak terperangkap di dalam kandang. Pencahayaan alami juga dapat diperoleh secara maksimal, yang berkontribusi pada kebersihan dan kesehatan kandang.

Pembersihan untuk desain kandang seperti ini cukup mudah dilakukan karena lantainya tidak cepat lembap dan kotoran dapat mengering dengan cepat. Peternak hanya perlu melakukan pembersihan area lantai secara rutin dan memastikan bahwa saluran air berfungsi dengan baik. Dengan desain yang seimbang antara perlindungan dan ventilasi, kandang ini sangat cocok untuk peternakan skala rumahan.

6. Kandang Ayam Minimalis dengan Sistem Tray Kotoran

Kandang ayam dengan desain minimalis yang dilengkapi sistem tray untuk mengumpulkan kotoran sangat populer di kalangan peternak ayam petelur berskala kecil, terutama yang berlokasi di pekarangan rumah. Desain ini menekankan kemudahan penggunaan, di mana penampung kotoran dapat dengan mudah dilepas dan dibersihkan, sehingga memudahkan proses pemeliharaan. Sistem ini efektif menjaga kandang tetap bersih dan tidak bau, yang merupakan salah satu keunggulan utama dari desain ini.

Keberadaan sirkulasi udara yang baik juga diperoleh dari desain kandang yang terbuka di beberapa sisi, umumnya menggunakan kawat atau jaring. Dengan demikian, udara dapat bergerak dengan lancar, sehingga kandang tidak menjadi pengap dan kotoran cepat mengering. Hal ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi ayam serta mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit.

Dari segi perawatan, sistem tray memberikan kemudahan bagi peternak untuk membersihkan kandang tanpa perlu masuk ke dalamnya, sehingga kotoran dapat dibersihkan secara rutin dan dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Dengan desain yang sederhana namun sangat efisien, kandang ayam ini menjadi pilihan ideal bagi mereka yang baru memulai usaha peternakan.

7. Kandang Ayam Kombinasi Terpal dan Bambu

Kombinasi antara bambu dan terpal merupakan pilihan yang paling terjangkau bagi peternak rumahan yang memiliki anggaran terbatas. Dalam hal ini, bambu berfungsi sebagai struktur utama, sedangkan terpal berperan sebagai pelindung dari hujan dan angin. Desain yang dihasilkan sangat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan keadaan lahan yang ada.

Agar bau tidak menyengat, terpal sebaiknya tidak menutupi seluruh sisi kandang. Bagian samping harus dibiarkan terbuka untuk memastikan sirkulasi udara yang baik. Lantai kandang sebaiknya menggunakan bahan seperti sekam atau pasir, yang dapat menyerap kotoran dan kelembapan dengan efektif.

Perawatan untuk kandang dengan kombinasi ini cukup sederhana, karena desainnya yang mudah dibersihkan. Terpal juga bisa dibuka saat cuaca cerah untuk meningkatkan sirkulasi udara di dalam kandang. Dengan pengelolaan yang baik, kandang ayam murah dari bambu dan terpal dapat tetap bersih, nyaman, dan bebas dari bau yang tidak sedap.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading