Sukses

Lifestyle

Sering Ngemil saat Bosan? Kenali Doom Snacking dan Cara Menghentikannya sebelum Berat Badan Naik

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, tanpa sadar kita makan camilan untuk mengisi waktu senggang atau biasa disebut doom snacking. Bukan karena merasa lapar, tapi disaat kita merasa bosan sering kali kali perlu mengonsumsi camilan. Jika itu dibiarkan secara terus-menerus, bisa menyebabkan berat badan naik dan kesehatan menjadi tak terkontrol. Oleh sebab itu, Sahabat Fimela perlu mencari tahu apa yang menyebabkan doom snacking. 

Doom snacking biasanya dipicu ketika kita merasa bosan sehingga perlu makan camilan agar mengisi waktu untuk memicu stimulasi atau rangsangan terhadap rasa puas. Dilansir dari psychologytoday.com, secara sadar kita memilih untuk menikmati camilan favorit untuk memenuhi kesenangan pribadi. Padadal, rasa bosan tidak selalu bisa diatasi dengan makan camilan kesukaan. Ketika memakan camilan di waktu senggang, apakah kita berusaha menghilangkan rasa bosan atau hanya benar-benar menikmati momen tersebut. 

Itulah sebabnya, kita perlu mengenali akar permasalahan dari doom snacking agar mengurangi risiko berat badan naik. Lalu, kenapa sering mengonsumsi camilan favorit ketika bosan? Nah, Sahabat Fimela bisa mencari tahu tanda-tanda mengalami doom snacking. Dengan mengetahui tanda-tanda doom snacking, kita bisa lebih aware dengan pola makan sehingga membantu menjaga berat badan agar tetap ideal. 

Tanda-Tanda Mengalami Doom Snacking

Kebiasaan ngemil karena bosan ternyata tidak selalu muncul begitu saja, Sahabat Fimela. Dalam beberapa kasus, kondisi ini justru berawal dari kebiasaan membatasi diri secara berlebihan saat makan. Ketika seseorang terus menerus menetapkan aturan makan yang terlalu ketat, muncul dorongan untuk "memberontak" dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih banyak. Pola ini sering dikenal sebagai siklus diet dan pemberontakan, yaitu ketika keinginan untuk mengontrol makan justru berakhir pada makan berlebihan. Bagi sebagian orang, dapur menjadi tempat paling mudah untuk mencari rasa lega dan kenyamanan sesaat.

Selain itu, pola pikir yang terus dipenuhi tuntutan juga bisa membuat rasa bosan semakin terasa. Kita mungkin merasa hari ini kurang produktif, aktivitas terasa membosankan atau hidup seharusnya lebih menyenangkan dari yang sedang dijalani. Pikiran-pikiran seperti ini membuat seseorang lebih mudah mencari pelarian melalui makanan. Padahal, terkadang yang dibutuhkan bukanlah camilan, melainkan kesempatan untuk menikmati momen apa adanya, tanpa terus menghakimi diri sendiri atau merasa bahwa segala sesuatu harus selalu sempurna.

Ketika kita mulai memahami kebutuhan yang sebenarnya, keinginan untuk terus makan meski tidak lapar pun perlahan dapat berkurang. Alih-alih langsung mengambil camilan, cobalah bertanya pada diri sendiri apa yang benar-benar dibutuhkan saat itu. Mungkin tubuh sedang memerlukan istirahat, ingin terhubung dengan orang lain, membutuhkan ruang untuk berkarya, atau sekadar ingin menerima dan merasakan emosi yang sedang hadir. Dengan lebih peka terhadap sinyal dari dalam diri, Sahabat Fimela bisa membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan sekaligus memenuhi kebutuhan emosional dengan cara yang lebih tepat.

Cara Menghentikan Doom Snacking dengan Kegiatan Lain

1. Berhenti sejenak dan kenali apa yang dirasakan

Saat keinginan untuk mengambil camilan muncul, jangan terburu-buru menuju dapur. Cobalah berhenti sejenak dan tanyakan pada diri sendiri, "Apakah aku benar-benar lapar atau hanya merasa bosan?" Semakin sering dilakukan, semakin mudah Sahabat Fimela mengenali pola doom snacking sebelum kebiasaan tersebut berulang.

2. Alihkan perhatian dengan aktivitas yang menyenangkan

Rasa bosan sering kali muncul karena otak membutuhkan stimulasi baru. Daripada mencari camilan, cobalah mengisi waktu dengan aktivitas yang membuat merasa lebih hidup, seperti membaca beberapa halaman buku, menggambar, dan menulis jurnal. Aktivitas sederhana ini dapat memberikan kepuasan yang lebih bertahan lama dibandingkan kesenangan sesaat dari makanan.

3. Berikan waktu istirahat

Terkadang, keinginan makan bukan berasal dari rasa lapar, melainkan karena tubuh dan pikiran sedang lelah. Jika terus memaksakan diri untuk produktif, otak akan mencari cara tercepat untuk mendapatkan energi instan, salah satunya melalui makanan. Dengan memberikan jeda pada tubuh, Sahabat Fimela bisa membantu mengurangi dorongan untuk terus ngemil.

4. Bangun koneksi dengan orang lain

Tidak sedikit orang yang menggunakan makanan sebagai pelarian ketika merasa kesepian atau membutuhkan teman berbicara. Jika menyadari perasaan tersebut, cobalah menghubungi sahabat, mengobrol dengan anggota keluarga atau sekadar mengirim pesan kepada seseorang yang membuatmu merasa nyaman. Kehangatan dari interaksi sosial sering kali mampu memenuhi kebutuhan emosional yang sebelumnya coba dipenuhi melalui makanan.

 

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading