Fimela.com, Jakarta - Kepribadian orang yang suka membeli buku tapi jarang membacanya menarik dibahas karena kebiasaan tersebut cukup umum terjadi. Seseorang bisa membeli banyak judul karena tertarik dengan topik atau berniat membacanya di waktu mendatang. Dalam bahasa Jepang, kebiasaan ini dikenal sebagai tsundoku.
Kebiasaan tersebut ternyata dapat memberikan gambaran tertentu tentang kepribadian orang yang suka membeli buku tapi jarang membacanya. Tumpukan bacaan tidak selalu menandakan kurang disiplin, tetapi bisa mencerminkan keinginan untuk terus belajar atau kesenangan mengoleksi buku.
Rasa ingin tahu, ambisi untuk berkembang, hingga cara mengatur waktu dapat menjadi bagian dari kepribadian orang yang suka membeli buku tapi jarang membacanya. Meski begitu, kebiasaan tersebut tidak bisa menjadi patokan mutlak karena setiap orang memiliki alasan berbeda saat membeli buku.
Advertisement
Berikut Fimela.com merangkum dari Psychology Today tentang kepribadian orang yang suka membeli buku tapi jarang membacanya, Selasa (6/10/2026).
Advertisement
1. Cenderung Optimistis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5258102/original/011636300_1750335151-Percaya_diri.jpg)
Orang yang terus menambah koleksi buku meski masih memiliki banyak bacaan yang belum selesai bisa saja memiliki pandangan optimistis terhadap masa depan. Mereka membeli buku dengan niat dan keyakinan bahwa suatu hari nanti akan memiliki waktu untuk membacanya.
Ketika melihat tumpukan buku, orang dengan kecenderungan seperti ini mungkin tidak langsung menganggapnya sebagai kegagalan mengendalikan diri saat berbelanja. Sebaliknya, koleksi tersebut dipandang sebagai kesempatan yang masih terbuka untuk memperoleh pengetahuan dan manfaat baru. Ada keyakinan bahwa buku yang belum dibaca tetap akan berguna ketika waktu yang tepat akhirnya datang.
2. Memiliki Ambisi untuk Terus Berkembang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769671/original/041462900_1710226902-IMG_1678.jpeg)
Kebiasaan membeli buku juga dapat berkaitan dengan ambisi untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Seseorang mungkin tertarik pada buku karena ingin meningkatkan kemampuan, memahami bidang tertentu, atau memperluas wawasan di luar pengetahuan yang sudah dimiliki.
Keinginan tersebut bisa membuat daftar buku yang ingin dibaca terus bertambah. Meskipun tidak semuanya langsung selesai, koleksi tersebut dapat mencerminkan adanya dorongan untuk menjadi pribadi yang lebih berpengetahuan. Buku yang tersusun di rak seolah menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk terus belajar dan berkembang.
Advertisement
3. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
![Hargai Diri dan Rayakan Pencapaian Kecil [Dok/freepik.com]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/D1aYmlkUNzcBdK_ywc4o8dabjP8=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5320477/original/033831100_1755596317-beautiful-japanese-girl-yellow-sweater-showing-ok-signs-smiling-looking-left-logo-rec-2.jpg)
Ketertarikan pada berbagai judul dan topik dapat menunjukkan rasa ingin tahu yang besar. Seseorang mungkin membeli buku karena tertarik pada suatu gagasan, menemukan topik baru, atau ingin mengetahui lebih banyak tentang hal yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
Masalahnya, rasa penasaran tersebut terkadang tumbuh lebih cepat daripada kemampuan untuk menyelesaikan bacaan. Akibatnya, satu buku belum selesai tetapi sudah ada judul lain yang menarik perhatian. Tumpukan tsundoku dalam kondisi seperti ini dapat mencerminkan banyaknya hal yang ingin dipahami dan dieksplorasi.
4. Menikmati Kegiatan Mengoleksi Buku
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4435829/original/014883000_1684728123-20230522083107__fpdl.in__young-woman-reading-textbook-couch-home_1150-15492_normal.jpg)
Tidak semua orang membeli buku semata-mata karena ingin segera membacanya. Sebagian orang memang memperoleh kesenangan dari memiliki dan mengoleksi buku. Mereka mungkin menikmati proses mencari judul tertentu, memiliki edisi yang disukai, kemudian menata koleksi tersebut di rak pribadi.
Melansir Psychology Today, kecintaan terhadap koleksi buku berbeda dengan perilaku menimbun secara kompulsif. Seseorang yang senang mengoleksi buku tidak otomatis memiliki masalah selama kebiasaan tersebut tidak mengganggu kesehatan maupun hubungan sosial.
Dengan begitu, banyaknya buku yang belum dibaca bisa saja lebih mencerminkan kegemaran mengoleksi daripada kurangnya ketertarikan terhadap kegiatan membaca.
Advertisement
5. Menghargai Pengetahuan dan Kemungkinan untuk Belajar
![Kebiasaan Sederhana yang Membantu Tubuh Lebih Relaks [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/QbJ0SPKg_aVQlLnwJD7gt7sME6w=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478138/original/094775100_1768892870-2148821671.jpg)
Tumpukan buku yang belum dibaca dapat menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang belum diketahui. Bagi sebagian orang, keberadaan buku di rumah memberikan perasaan bahwa selalu ada pengetahuan baru yang bisa dipelajari ketika memiliki waktu dan kesempatan.
Pandangan tersebut membuat buku yang belum tersentuh tidak selalu dianggap sebagai sesuatu yang sia-sia. Sebaliknya, koleksi tersebut dapat memberikan rasa ingin terus belajar sekaligus membuka kemungkinan untuk menemukan wawasan baru. Buku-buku yang menunggu di rak seolah menyimpan berbagai peluang untuk dipelajari di masa depan.
6. Memiliki Tantangan dalam Mengatur Waktu dan Konsistensi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285243/original/071603000_1673230487-young-woman-reading-from-book-home.jpg)
Di sisi lain, banyaknya buku yang tidak kunjung dibaca juga dapat berkaitan dengan pengelolaan waktu dan pengendalian diri. Seseorang mungkin memiliki niat membaca yang besar, tetapi kesulitan menyediakan waktu secara rutin untuk menyelesaikan buku yang sudah dibeli.
Kebiasaan membaca beberapa buku secara bersamaan juga dapat membuat sebagian bacaan tertunda. Ditambah berbagai perangkat dan aplikasi digital yang terus menarik perhatian, membaca buku dalam waktu lama bisa menjadi semakin sulit. Akibatnya, koleksi terus bertambah sementara buku lama masih berada di rak.
Kondisi tersebut tidak berarti seseorang pasti tidak disiplin. Namun, tumpukan tsundoku terkadang dapat menunjukkan adanya jarak antara keinginan untuk membaca dengan waktu dan konsistensi yang benar-benar tersedia.
Salah satu cara mengatasinya adalah menentukan prioritas bacaan, menetapkan waktu membaca harian yang realistis, serta memperlambat kebiasaan membeli buku baru sebelum menyelesaikan koleksi yang sudah dimiliki.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Kepribadian Orang yang Suka Membeli Buku tapi Jarang Membacanya
Apa itu tsundoku?
Tsundoku adalah istilah Jepang untuk kebiasaan membeli atau mengumpulkan buku, tetapi belum sempat membacanya hingga akhirnya menumpuk.
Apakah kebiasaan membeli buku tapi jarang membacanya menunjukkan kepribadian tertentu?
Kebiasaan tersebut bisa mencerminkan sifat optimistis, rasa ingin tahu tinggi, serta keinginan untuk terus belajar. Namun, tumpukan buku tidak bisa menjadi patokan mutlak untuk menentukan kepribadian seseorang.
Mengapa seseorang tetap membeli buku meski masih memiliki banyak bacaan yang belum selesai?
Seseorang mungkin tertarik pada berbagai topik dan melihat setiap buku sebagai kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru. Ada pula yang memang menikmati kegiatan mengoleksi buku.
Apakah banyak buku yang belum dibaca berarti seseorang kurang disiplin?
Belum tentu. Tumpukan buku dapat muncul karena keterbatasan waktu, banyaknya kesibukan, atau perhatian yang mudah teralihkan. Kondisi tersebut lebih tepat dilihat sebagai tantangan dalam menjaga konsistensi membaca.
Bagaimana cara mengurangi tumpukan buku yang belum dibaca?
Cobalah memilih satu buku untuk diselesaikan terlebih dahulu, menetapkan waktu membaca harian yang realistis, dan mengurangi pembelian sementara. Buku yang kemungkinan besar tidak akan dibaca juga bisa dijual atau disumbangkan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225161/original/048273700_1747654130-front-view-young-female-student-grey-coat-with-books-her-head-smiling-pink-background-lessons-university-college-study.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295265/original/026826000_1783922275-pexels-gustavo-fring-7155934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366470/original/081852000_1791268368-jon-tyson-rbz1hVh7_LM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364987/original/038355200_1791090654-d7efb413-b390-4159-b4d5-6f7b3a5230b3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364507/original/018767100_1791000218-pexels-silverkblack-36763578.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4616672/original/090279100_1697707290-young-woman-dealing-with-anxiety__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569519/original/039377400_1777444700-pexels-steffan-wiliams-2148064025-30895054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564262/original/049314900_1776931762-flat-lay-hands-holding-notebook-cash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537423/original/021121200_1774423642-pexels-yankrukov-5791251.jpg)
![Sahabat Fimela, terdepan cara sederhana untuk membersihkan kompor, yaitu dengan menggunakan racikan baking soda dan cuka. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/b5j_UycbiR6Uyj6fghEUoPdfem0=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7163473/original/028995400_1779953328-2148563321.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324526/original/017892800_1786715976-WhatsApp_Image_2026-08-14_at_20.34.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5691408/original/040891300_1778567403-pexels-denisenys-14824327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317739/original/021174400_1786068843-SukkhaCitta_Plaza_Indonesia_Opening_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261782/original/054643400_1750688856-portrait-woman-cooking-home-kitchen-holding-tomatoes-preparing-delicious-fresh-meal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496723/original/082498100_1688964288-sylwia-bartyzel-m7HrMJJ0bW0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111664/original/072805600_1783064065-IMG_1262.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111187/original/023809800_1783063078-IMG_1258.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366844/original/095075400_1791279173-122209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366711/original/080493000_1791275656-IMG_6579.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426450/original/037517400_1764306006-Screenshot_2025-11-28_113148.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366587/original/015156400_1791271978-1001031283.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356353/original/003465700_1790159769-IMG_2964.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366760/original/021697000_1791276556-pexels-mralpha-13460163.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366369/original/9915000_1791264007-happy-asian-young-family-homeowners-bought-new-house-japanese-mom-dad-daughter-embracing-looking-forward-future-new-home-after-moving-relocation-sitting-sofa-with-boxes-together.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366744/original/038467600_1791276124-VOS_Main_Belakang_-_Poster_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366618/original/035099300_1791273208-pexels-micahways-7504344.jpg)