Sukses

Lifestyle

8 Tanda Seseorang Memiliki Kebiasaan Berpikir Berlebihan yang Sering Tak Disadari

Fimela.com, Jakarta - Pikiran yang terus berjalan tanpa henti dapat membuat seseorang merasa lelah, bahkan ketika tidak sedang melakukan aktivitas berat. Kebiasaan berpikir berlebihan atau overthinking biasanya ditandai dengan pikiran yang terus mengulang kemungkinan, keputusan, atau kejadian tertentu.

Sesekali memikirkan masalah secara mendalam merupakan hal yang wajar, tetapi kebiasaan ini bisa terasa mengganggu ketika sulit dihentikan. Ada beberapa pola yang dapat menjadi tanda seseorang terbiasa berpikir berlebihan, mulai dari selalu membayangkan kemungkinan terburuk hingga terus meragukan keputusan sendiri.

Berikut sejumlah tanda yang bisa diperhatikan ketika seseorang sering terjebak dalam pola pikir berlebihan. Tanda-tanda ini bukan berarti seseorang pasti mengalami masalah kesehatan mental tertentu, tetapi dapat menunjukkan bahwa pikirannya sedang terlalu banyak bekerja. Informasi lengkapnya telah Fimela.com rangkum dari laman Chicory Counseling, Rabu (7/10).

1. Selalu Membayangkan Kemungkinan Terburuk

Salah satu tanda yang umum adalah kecenderungan langsung memikirkan skenario paling buruk ketika menghadapi suatu situasi. Hal kecil yang sebenarnya belum tentu menjadi masalah dapat berkembang menjadi berbagai kemungkinan negatif di dalam pikiran.

Misalnya, ketika pesan atau email penting belum mendapat balasan, seseorang mungkin mulai berpikir bahwa dirinya melakukan kesalahan. Pikiran tersebut kemudian dapat berkembang menjadi kekhawatiran lain, seperti takut mendapat masalah atau kehilangan pekerjaan, meskipun belum ada bukti yang mendukungnya.

Pola seperti ini membuat kemungkinan buruk terasa seolah-olah pasti terjadi, bukan sekadar salah satu kemungkinan.

2. Sulit Menentukan Pilihan

Orang yang terbiasa berpikir berlebihan dapat mengalami kesulitan ketika harus mengambil keputusan. Bahkan pilihan sederhana bisa terasa berat karena terus mempertimbangkan apakah keputusan tersebut sudah benar.

Setelah memilih, seseorang mungkin kembali meragukan pilihannya dan memikirkan pilihan lain yang sebenarnya sudah dilewati. Akibatnya, proses mengambil keputusan menjadi panjang dan melelahkan.

3. Terus Meragukan Kemampuan Diri dalam Mengambil Keputusan

Keraguan tidak selalu berhenti setelah sebuah keputusan dibuat. Seseorang dapat terus merasa bahwa orang lain lebih mampu menentukan pilihan yang tepat sehingga dirinya membutuhkan banyak pendapat sebelum merasa yakin.

Kondisi ini dapat membuat seseorang berkali-kali meminta saran, membandingkan pendapat, atau menunda keputusan karena takut salah. Semakin banyak pertimbangan yang dikumpulkan, keputusan justru bisa terasa semakin membingungkan.

4. Terlalu Memikirkan Persetujuan Orang Lain

Kebiasaan berpikir berlebihan juga dapat terlihat ketika seseorang terlalu mempertimbangkan bagaimana orang lain akan merespons setiap pilihannya. Keputusan yang dibuat akhirnya lebih banyak didasarkan pada keinginan untuk menyenangkan orang lain daripada mempertimbangkan apa yang sebenarnya diinginkan.

Seseorang mungkin terus memikirkan apakah pilihannya akan membuat orang lain kecewa, marah, atau menjauh. Akibatnya, ia bisa kesulitan menentukan keinginan sendiri karena terlalu sibuk memprediksi reaksi orang lain.

5. Berulang Kali Memikirkan Percakapan atau Kejadian Masa Lalu

Pikiran yang berlebihan tidak hanya berkaitan dengan masa depan. Seseorang juga bisa terus mengulang percakapan atau kejadian yang sudah berlalu untuk mencari tahu apakah ada sesuatu yang salah dari perkataan maupun tindakannya.

Misalnya, setelah berbicara dengan seseorang, ia terus mengingat kembali apa yang dikatakan, bagaimana cara mengucapkannya, hingga kemungkinan respons lawan bicara. Padahal, kejadian tersebut mungkin sebenarnya sudah selesai.

6. Menganggap Setiap Hal Buruk sebagai Kesalahan Diri Sendiri

Tanda lainnya adalah kecenderungan menganggap pengalaman yang berjalan buruk pasti disebabkan oleh kesalahan pribadi. Seseorang dapat terus mencari bagian yang seharusnya dilakukan secara berbeda meskipun situasi tersebut sebenarnya dipengaruhi banyak faktor.

Tidak semua hubungan yang berakhir atau rencana yang gagal terjadi karena seseorang melakukan kesalahan. Namun, ketika terbiasa overthinking, pikiran dapat terus mencari kesalahan diri sendiri seolah-olah semua hal buruk bisa dicegah jika seseorang bertindak lebih baik.

7. Tubuh Ikut Terasa Tegang

Kebiasaan berpikir berlebihan juga dapat disertai tanda-tanda fisik. Ketika pikiran terus berada dalam kondisi tegang, seseorang mungkin merasakan rahang mengencang, bahu kaku, atau bagian dada terasa tegang.

Selain itu, pikiran yang terus aktif dapat membuat seseorang sulit beristirahat. Rasa tidak nyaman pada perut atau kesulitan tidur ketika pikiran terus berputar juga disebut sebagai hal yang dapat menyertai overthinking.

8. Mudah Merasa Kewalahan oleh Lingkungan

Ketika pikiran sudah dipenuhi banyak hal, seseorang dapat merasa lebih mudah terganggu atau kewalahan oleh kondisi di sekitarnya. Suara yang terlalu keras, cahaya terang, atau perubahan yang tidak terduga dapat terasa semakin mengganggu ketika tubuh dan pikiran sudah berada dalam kondisi tegang.

Namun, tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan tertentu. Jika pikiran yang terus berputar sudah terasa sangat mengganggu aktivitas atau keseharian, mencari bantuan dari tenaga profesional dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanda Seseorang Memiliki Kebiasaan Berpikir Berlebihan

Apa saja tanda seseorang memiliki kebiasaan berpikir berlebihan?

Beberapa tandanya antara lain sering membayangkan kemungkinan terburuk, sulit mengambil keputusan, terus meragukan pilihan, terlalu memikirkan pendapat orang lain, dan berulang kali mengingat kejadian masa lalu.

Apakah sering memikirkan kejadian masa lalu termasuk overthinking?

Bisa. Jika seseorang terus mengulang percakapan atau kejadian yang sudah berlalu untuk mencari kesalahan atau memikirkan apa yang seharusnya dilakukan berbeda, hal tersebut dapat menjadi salah satu tanda berpikir berlebihan.

Apakah berpikir berlebihan dapat memengaruhi kondisi fisik?

Bisa. Pikiran yang terus aktif dapat disertai ketegangan fisik, seperti bahu atau rahang terasa kaku, sulit tidur, serta rasa tidak nyaman pada perut.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading