Sukses

Lifestyle

Mengenal Financial Wellness, Cara Mengelola Keuangan Demi Hidup Lebih Tenang

Fimela.com, Jakarta - Pernah merasa cemas memikirkan tagihan yang belum dibayar, kebutuhan bulanan, atau pengeluaran mendadak di akhir bulan? Situasi tersebut menunjukkan bahwa kondisi keuangan dapat memengaruhi ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, mengelola keuangan bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan, tetapi juga membangun rasa aman untuk masa kini dan masa depan. 

Dilansir dari Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), lembaga pemerintah Amerika Serikat yang berfokus pada perlindungan konsumen di sektor keuangan, financial well-being berkaitan dengan kemampuan seseorang mengendalikan keuangan sehari-hari, menghadapi pengeluaran tak terduga, mencapai tujuan finansial, serta memiliki kebebasan untuk menikmati hidup.

Financial wellness tidak selalu berarti memiliki penghasilan besar atau tabungan dalam jumlah fantastis. Seseorang dengan penghasilan sederhana pun dapat membangun kondisi keuangan yang sehat melalui perencanaan yang realistis dan kebiasaan finansial yang konsisten. Dengan mengelola keuangan sesuai kemampuan, seseorang dapat memenuhi kebutuhan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. 

Dalam konteks ini, menghitung biaya ketenangan berarti memahami bagaimana uang digunakan untuk menciptakan rasa aman. Mulai dari memiliki dana darurat hingga memastikan kebutuhan pokok terpenuhi, setiap keputusan finansial dapat membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih terencana.

Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Membangun Financial Wellness

Membangun financial wellness tidak harus dimulai dengan memiliki tabungan dalam jumlah besar. Dilansir dari MyMoney.gov melalui panduan MyMoney Five, hal terpenting adalah memahami kondisi keuangan saat ini dan menentukan langkah yang sesuai dengan kemampuan. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk membantu menciptakan kestabilan finansial.

  1. Memahami pemasukan dan pengeluaran, catat pendapatan serta kebutuhan rutin setiap bulan untuk mengetahui ke mana uang digunakan. Dilansir dari Consumer.gov membuat anggaran membantu seseorang memahami jumlah pendapatan dan pengeluaran sekaligus menentukan alokasi uang untuk kebutuhan maupun tabungan.
  2. Menyiapkan dana darurat. Sisihkan uang secara bertahap untuk menghadapi situasi tak terduga, seperti kehilangan penghasilan, kebutuhan kesehatan, atau perbaikan barang penting. Dilansir dari Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), dana darurat dapat membantu menghadapi pengeluaran mendadak tanpa harus bergantung pada pinjaman.
  3. Mengelola utang secara realistis. Pahami jumlah cicilan, bunga, dan tenggat pembayaran agar kewajiban finansial tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
  4. Menentukan tujuan keuangan. Buat prioritas berdasarkan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang, seperti membayar pendidikan, membeli tempat tinggal, atau mempersiapkan masa pensiun.

Selain itu, mengelola keuangan juga perlu disertai evaluasi secara berkala. Perubahan penghasilan, kebutuhan keluarga, dan kondisi kehidupan dapat memengaruhi rencana yang sudah dibuat.

Menghitung Biaya Ketenangan, Berapa Banyak Uang yang Dibutuhkan agar Merasa Aman?

Menghitung biaya ketenangan tidak berarti menentukan nominal uang yang harus dimiliki agar hidup selalu bebas dari masalah. Sebaliknya, langkah ini membantu seseorang mengenali kebutuhan finansial yang dapat memberikan rasa aman sesuai situasi masing-masing.

Sebagai permulaan, hitung total pengeluaran pokok bulanan, termasuk biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, tagihan, dan kewajiban lainnya. Setelah itu, tentukan target dana darurat secara bertahap. Dilansir dari Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), besarnya dana darurat dapat disesuaikan dengan kondisi setiap orang. Menyisihkan uang secara rutin, meskipun jumlahnya kecil, bisa menjadi langkah awal untuk membangun perlindungan finansial.

Selain kebutuhan pokok dan tabungan, penting juga untuk memberikan ruang bagi kebutuhan pribadi, seperti menikmati hobi, berkumpul bersama teman, atau sesekali melakukan aktivitas menyenangkan. Selama sesuai anggaran dan tidak mengganggu prioritas utama, pengeluaran tersebut dapat menjadi bagian dari keseimbangan hidup. 

Financial wellness juga tidak berarti seseorang harus menghindari semua pengeluaran yang menyenangkan. Dilansir dari Consumer.gov, anggaran membantu seseorang merencanakan penggunaan uang berdasarkan pendapatan dan kebutuhan. Dengan begitu, pengeluaran untuk keinginan pribadi tetap dapat dipertimbangkan tanpa mengabaikan kewajiban finansial.

Pada akhirnya, ketenangan finansial bukan tentang seberapa cepat seseorang menjadi kaya atau seberapa besar tabungannya dibandingkan orang lain.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading