Fimela.com, Jakarta - Karakter wanita yang sulit melupakan seseorang meskipun sudah lama tidak berkomunikasi sering kali terlihat dari caranya menyimpan kenangan, mengingat kejadian kecil, hingga masih memikirkan hubungan yang telah berakhir. Meski tidak lagi bertukar kabar, perasaan dan keterikatan emosional terkadang masih tertinggal dalam ingatan.
Sahabat Fimela, ternyata ada penjelasan psikologis di balik kondisi tersebut. Dalam jurnal Physical, Emotional, and Behavioral Reactions to Breaking Up: The Roles of Gender, Age, Emotional Involvement, and Attachment Style (2003), Deborah Davis, Phillip R. Shaver, dan Michael L. Vernon menemukan bahwa kecemasan dalam keterikatan emosional berkaitan dengan kecenderungan memikirkan mantan pasangan secara berulang setelah perpisahan.
Penelitian Jia Y. Chong dan R. Chris Fraley dalam The Long-Term Stability of Affective Bonds After Romantic Separation: Do Attachments Simply Fade Away? (2025) juga menemukan bahwa ikatan emosional setelah perpisahan dapat memudar secara bertahap, dengan titik tengah sekitar 4,18 tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa melupakan seseorang bukan sekadar hanya soal masalah waktu namun berkaitan dengan pengalaman dan keterikatan emosional.
Advertisement
Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menghadapi perpisahan. Ada yang bisa segera menerima keadaan, namun ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk benar-benar melepaskan seseorang dari pikirannya. Berikut beberapa karakter yang dapat terlihat pada wanita yang masih memiliki keterikatan emosional dengan seseorang dari masa lalu.
Advertisement
1. Masih Mengingat Detail Kecil tentang Masa Lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4404247/original/006228500_1682151428-pexels-octavio-j-garci__a-n-1538077_1_.jpg)
Wanita yang sulit melupakan seseorang biasanya masih mengingat berbagai detail kecil dari hubungan sebelumnya. Mulai dari percakapan sederhana, tempat yang pernah dikunjungi bersama, makanan kesukaan, hingga kebiasaan mantan pasangan.
Hal-hal tersebut mungkin terlihat sepele bagi orang lain, tetapi memiliki makna tersendiri baginya. Kenangan tertentu bahkan bisa kembali muncul ketika melihat benda, mendengar lagu, atau mengunjungi tempat yang mengingatkannya pada seseorang.
Hal ini berkaitan dengan cara otak menyimpan ingatan emosional. Penelitian Matthew T. Crawford, Matthew D. Hammond, dan Claire Marsh berjudul Holding On & Letting Go: Romantic Attachment and Fading Affect Bias (2023) menjelaskan bahwa kekuatan emosi dalam kenangan hubungan dapat bertahan lebih lama pada individu dengan tingkat kecemasan keterikatan yang lebih tinggi.
2. Sering Mengulang Percakapan Lama di Dalam Pikiran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3461718/original/083359100_1621583230-pexels-agung-pratama-7060277.jpg)
Karakter berikutnya adalah kebiasaan memikirkan kembali percakapan yang pernah terjadi. Ia mungkin bertanya-tanya apakah ada perkataan yang seharusnya tidak disampaikan atau keputusan yang sebenarnya masih bisa diperbaiki.
Kebiasaan ini dikenal sebagai rumination, yaitu kondisi ketika seseorang terus memikirkan suatu kejadian secara berulang. Pikiran tersebut terkadang sulit dihentikan meskipun tidak menghasilkan jawaban baru.
Dalam jurnal Attachment Styles and Personal Growth Following Romantic Breakups: The Mediating Roles of Distress, Rumination, and Tendency to Rebound (2013), Tara C. Marshall, Kathrine Bejanyan, dan Nelli Ferenczi menemukan hubungan antara kecemasan keterikatan, tekanan emosional setelah putus, dan kebiasaan memikirkan kembali pengalaman hubungan.
Advertisement
3. Sulit Melupakan karena Masih Membutuhkan Kejelasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4634106/original/033005700_1698982941-Ilustrasi_merenung__tenang__diam.jpg)
Tidak semua hubungan berakhir dengan penjelasan yang memuaskan. Ada hubungan yang berhenti begitu saja, komunikasi mendadak terputus, atau salah satu pihak pergi tanpa memberikan alasan yang jelas.
Situasi seperti ini bisa membuat seseorang terus mencari jawaban. Ia mungkin masih bertanya-tanya mengenai alasan perpisahan, perasaan mantan pasangan, atau apakah hubungan tersebut sebenarnya masih memiliki kesempatan.
Sahabat Fimela, kebutuhan mendapatkan kejelasan terkadang membuat seseorang sulit menerima kenyataan. Bukan selalu karena ingin kembali bersama, melainkan karena masih berusaha memahami pengalaman yang belum terasa selesai.
4. Diam-Diam Masih Memantau Kabar Mantan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209286/original/028341800_1746429646-side-view-woman-doing-creative-journaling_23-2150561856.jpg)
Meskipun sudah lama tidak berkomunikasi, wanita yang masih terikat secara emosional bisa menunjukkan rasa ingin tahu terhadap kehidupan mantan pasangan. Salah satu caranya adalah sesekali melihat unggahan media sosial, foto terbaru, atau aktivitas mantan.
Ia mungkin tidak memberikan tanda suka atau komentar. Namun, rasa ingin tahu tersebut membuatnya tetap mengikuti perkembangan kehidupan seseorang yang pernah dekat dengannya.
Penelitian Tara C. Marshall berjudul Facebook Surveillance of Former Romantic Partners: Associations with PostBreakup Recovery and Personal Growth (2012) menemukan bahwa kebiasaan memantau mantan pasangan melalui Facebook berkaitan dengan tekanan emosional yang lebih besar, kerinduan, dan pertumbuhan pribadi yang lebih rendah setelah perpisahan.
Advertisement
5. Masih Menyimpan Harapan untuk Kembali Bersama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5251820/original/023413200_1749809213-medium-shot-people-cooking-pizza-together__1_.jpg)
Sebagian wanita tetap memiliki harapan bahwa hubungan yang sudah lama berakhir dapat terjalin kembali. Walaupun tidak ada komunikasi, ia terkadang membayangkan kemungkinan bertemu atau mendapatkan kabar dari mantan pasangan.
Harapan ini bisa membuat seseorang sulit benar-benar membuka lembaran baru. Setiap perubahan kecil, seperti pesan singkat atau pertemuan tidak sengaja, mungkin dianggap sebagai kesempatan untuk memperbaiki hubungan.
Penelitian Maarten C. Eisma, Dan Tõnus, dan Peter J. de Jong berjudul Desired Attachment and Breakup Distress Relate to Automatic Approach of the Ex-Partner (2022) menemukan bahwa keinginan mempertahankan ikatan dengan mantan berkaitan dengan kerinduan dan tekanan emosional setelah perpisahan.
6. Mudah Terbawa Perasaan ketika Mengingat Kenangan Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3644071/original/084545300_1637826704-pexels-photo-2726046__1_.jpeg)
Seseorang yang belum sepenuhnya melupakan masa lalu biasanya lebih mudah tersentuh oleh hal-hal yang berkaitan dengan mantan pasangan. Lagu tertentu, tanggal penting, tempat favorit, atau bahkan aroma yang familiar bisa membangkitkan kenangan.
Perasaan tersebut dapat muncul tanpa direncanakan. Dalam satu momen, seseorang mungkin merasa baik-baik saja, tetapi kemudian kembali sedih setelah menemukan sesuatu yang mengingatkannya pada hubungan terdahulu.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ingatan dan emosi memiliki hubungan erat. Kenangan yang memiliki nilai pribadi terkadang tetap terasa kuat meskipun hubungan sudah lama berakhir.
Advertisement
7. Membutuhkan Waktu Lebih Lama untuk Membuka Hati Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5162771/original/031966300_1741933290-0E6A5454-01.jpeg)
Wanita yang masih memiliki keterikatan emosional dengan seseorang dari masa lalu mungkin membutuhkan waktu lebih lama sebelum menjalin hubungan baru. Ia bisa menjadi lebih berhati-hati dalam mengenal orang lain karena belum sepenuhnya selesai dengan pengalaman sebelumnya.
Sebagian orang juga tanpa sadar membandingkan calon pasangan baru dengan sosok yang pernah hadir dalam kehidupannya. Perbandingan ini dapat membuat hubungan baru terasa sulit berkembang.
Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang masih mencintai mantannya. Ada kemungkinan ia sedang belajar membangun kembali rasa percaya, mengenali kebutuhan emosional, dan memahami pengalaman hubungan sebelumnya.
Mengapa Wanita Bisa Sulit Melupakan Seseorang Meski Sudah Lama Tidak Berkomunikasi?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550398/original/003539600_1692868542-front-view-woman-dealing-with-imposter-syndrome__1___1_.jpg)
Ada beberapa faktor psikologis yang dapat menjelaskan mengapa perasaan seseorang masih bertahan meskipun hubungan telah lama berakhir.
Keterikatan emosional yang kuat. Hubungan yang pernah memberikan rasa aman, nyaman, dan dukungan emosional dapat meninggalkan ikatan yang tidak langsung hilang setelah perpisahan. Semakin besar makna hubungan tersebut, semakin mungkin kenangannya tetap terasa penting.
Pola keterikatan yang cenderung cemas. Seseorang yang memiliki kecemasan keterikatan biasanya lebih sensitif terhadap kemungkinan ditinggalkan. Kondisi ini dapat membuatnya lebih sulit menerima perpisahan dan cenderung memikirkan kembali hubungan yang telah berakhir.
Sering terpapar kenangan lama. Melihat foto, membaca percakapan terdahulu, atau memantau media sosial mantan dapat mengingatkan seseorang pada hubungan sebelumnya. Kebiasaan tersebut berpotensi membuat proses pemulihan emosional menjadi lebih sulit.
Cara Sehat Menghadapi Perasaan Sulit Melupakan Seseorang
Sulit melupakan seseorang bukan berarti ada sesuatu yang salah dengan diri sendiri. Namun, penting untuk memberikan kesempatan kepada diri sendiri agar tidak terus terjebak dalam pengalaman masa lalu.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Menerima kenyataan. Mengakui bahwa hubungan telah berakhir merupakan langkah awal untuk berdamai dengan keadaan.
- Mengurangi paparan kenangan. Batasi kebiasaan memeriksa media sosial mantan atau membaca percakapan lama apabila hal tersebut membuat perasaan kembali terganggu.
- Mengisi kehidupan dengan kegiatan positif. Menjalani hobi, bertemu teman, dan mencoba pengalaman baru dapat membantu membangun rutinitas yang lebih sehat.
- Mengolah perasaan melalui refleksi. Menuliskan pengalaman dan pelajaran dari hubungan sebelumnya dapat membantu memahami emosi tanpa terus menyalahkan diri sendiri.
- Mencari dukungan. Berbagi cerita dengan teman, keluarga, atau tenaga profesional dapat membantu ketika perasaan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sahabat Fimela, proses melupakan seseorang tidak harus dilakukan dengan memaksa diri untuk menghapus semua kenangan. Hal yang lebih penting adalah belajar menerima masa lalu tanpa membiarkannya menghalangi kebahagiaan dan kesempatan baru.
Pada akhirnya, masih mengingat seseorang setelah bertahun-tahun tidak berkomunikasi merupakan pengalaman yang dapat dialami siapa saja. Setiap orang memiliki perjalanan emosional berbeda, sehingga tidak perlu membandingkan proses penyembuhan diri dengan orang lain.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Karakter Sulit Melupakan Seseorang Meski Sudah Lama Tidak Berkomunikasi
1. Apakah wajar masih mengingat seseorang meskipun sudah lama tidak berkomunikasi?
Ya, hal tersebut wajar karena kenangan yang memiliki ikatan emosional kuat dapat bertahan lama. Mengingat seseorang tidak selalu berarti masih ingin menjalin hubungan dengannya.
2. Mengapa wanita sulit melupakan mantan pasangan?
Beberapa penyebabnya adalah keterikatan emosional, pengalaman hubungan yang bermakna, perpisahan tanpa kejelasan, dan kebiasaan memikirkan kembali kenangan lama.
3. Apakah melihat media sosial mantan berarti masih mencintainya?
Tidak selalu. Kebiasaan tersebut bisa muncul karena rasa penasaran, kerinduan, atau belum sepenuhnya menerima perpisahan.
4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melupakan seseorang?
Tidak ada waktu yang berlaku sama untuk semua orang. Prosesnya dipengaruhi oleh kedalaman hubungan, pola keterikatan, pengalaman perpisahan, dan cara seseorang menghadapi emosinya.
5. Bagaimana cara berhenti memikirkan seseorang dari masa lalu?
Mulailah dengan mengurangi kebiasaan mencari tahu kabarnya, membangun rutinitas baru, menerima kenyataan, dan mencari dukungan emosional ketika diperlukan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4963087/original/021202000_1728373680-IMG-20241008-WA0028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4688989/original/048955700_1702789688-utamamamaam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5232964/original/011591300_1748256430-steptodown.com369502.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1615408/original/065319800_1496726188-purewow.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339958/original/019158100_1788436953-tamara-bellis-TkwBK8nbA8I-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4950819/original/075541500_1727077334-pexels-rdne-5617714.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5935280/original/004741000_1778832688-pexels-pixabay-39691.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562886/original/096890400_1776842271-little-boy-playing-with-toys.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572813/original/016259900_1777870791-medium-shot-kid-with-tablet-plane_1_.jpg)
![Tidak sedikit anak yang tiba-tiba rewel, menangis, marah, atau bahkan mengalami meltdown saat berada di tempat wisata karena kelelahan itu. [Dok/freepik.com]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/jxPB5TNH0nn8re8DCFOsQg_YQkw=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7254711/original/003125400_1780040631-2149599412.jpg)
![Sahabat Fimela, yuk simak tips traveling dengan anak picky eater. [Dok/freepik.com/pvproductions]](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/BOaSn6x3gTIoUHDPu2cZgnZ0Cqg=/320x217/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7255394/original/047151500_1780041531-13552.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569544/original/098163400_1777445637-pexels-luisbecerrafotografo-35659780.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262102/original/085770500_1781770997-pexels-sarah-chai-7262469.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388138/original/037499400_1793602310-young-woman-standing-park-green-bush-background.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388099/original/030101600_1793599833-IMG_3099.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384908/original/092174700_1793192022-finale.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673798/original/057009200_1782714868-IMG_1232.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5183320/original/007994800_1744178860-Depositphotos_543464536_S.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5125290/original/051027900_1738924822-portrait-young-mindful-woman-practice-yoga-exercising-inhale-exhale-fresh-air-park-sitt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5154770/original/056213600_1741416037-OOTD_Sabrina_Chairunnisa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5428478/original/091892000_1764510239-jam_tangan_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4496554/original/003697800_1688957184-syahrul-alamsyah-wahid-h0KrcWloXsE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420028/original/017091900_1763718438-Sediakan_Tempat_Sampah_Terpisah_dengan_Label_Jelas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501289/original/065172500_1770892932-medium-shot-woman-working-from-home.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441751/original/077518700_1765516997-medium-shot-woman-girl-playing-memory-game.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547486/original/041802400_1775460284-prostooleh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314373/original/019217700_1785744561-pexels-dmitry-rodionov-30680377.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354984/original/074492100_1790068177-pexels-pavel-danilyuk-7938005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390730/original/062112700_1793856063-IMG_6642.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390685/original/032053800_1793854322-0L5A4786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390614/original/072284600_1793851279-site_1_image_870x_6aeaf7b89c087.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419161/original/046390200_1763641138-Dasco_bertemu_Prabowo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390460/original/041272200_1793841138-Screenshot_2026-11-05-07-11-26-60_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390466/original/044488600_1793841777-IMG_5525.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390748/original/000422300_1793858054-IMG_3138.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9391037/original/081502900_1793869573-GJLS_OFFICIAL_POSTER_FEED.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715423/original/009296900_1782804588-IMG_1244.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390739/original/028385600_1793857212-IMG_3135.jpeg)