Sukses

News & Entertainment

5 Hal yang Harus Kamu Tahu tentang Film Gundala

Fimela.com, Jakarta Abimana Aryasatya sudah terpilih sebagai pemain utama film Gundala yang disutradarai Joko Anwar. Abimana terpilih memerankan sang tokoh utama, Sancaka alias Gundala.

Untuk mendalami karakternya, Abimana juga dibebaskan untuk membangun karakter baru Gundala. "Saya tidak melihat referensi yang lama. Sutradara punya referensi sendiri. Hero ada update juga. Gundala itu kita semua. Mengalami perubahan juga," ujar Abimana saat bertandang ke redaksi Fimela, beberapa waktu lalu.

 

Awalnya, Abimana mengaku sempat ragu untuk membintangi film ini. Namun, karena keyakinan Joko Anwar dan keluarganya, Abimana memberanikan diri. "Pertimbangan kalau keluarga yakin saya bisa bawa ini dengan baik ya saya yakin bisa diterima masyarakat," paparnya.

Abimana menyebut Gundala tidak akan sama dengan karakter superhero dari Hollywood. Secara garis besar, superhero Hollywood dipilih oleh alam dengan kekuatan khusus. Hal ini tidak berlaku di Gundala.

Semesta Gundala juga akan dibuat universal. "Semestanya Gundala dibuatin sendiri sama Joko Anwar. Geografinya, kita tahu itu Indonesia tapi gak dikasih label Indonesia. Konsep ya sudah dipersiapkan matang sama Joko," papar Abimana Aryasatya. Mau tahu lebih banyak? Simak 5 hal tentang film Gundala berikut ini.

 

1. Penggambaran Diri Sendiri

"Film ini menggambarkan keresahan diri kita sekarang. Heroik yang akan didapat di Gundala berbeda dengan film superhero di luar. Kalau di luar heorik itu dimunculkan dengann spesial effect. Satu orang terpilih dengan kekuatan khusus. Kalau di Gundala, lebih manusia. Semua orang bisa jadi hero dengan kemampuan masing-masing," ujar Abimana.

 

2. Indra Pendengar

"Menggunakan lagi indra telinga untuk mendengar. Karena kita sudah banyak yang lupa untuk mendengar di era digital. Semua orang lebih banyak chat. Orang sekarang lupa mendengarkan karena sibuk membaca dan ngomong," katanya.

 

3. Portofolio Joko Anwar

"Kalau kamu mau lihat Joko Anwar dari awal hingga akhir, film ini jawabannya. Ini kayak kumpulan cerita Joko Anwar dari masa ke masa," jelas Abimana.

 

4. Aktor Cilik Muzaki

"Ada satu yang selalu gue kagumi di film ini yaitu aktor kecil yang jadi Sancakan kecil, Muzaki. Gue sampai yakin setelah gue akan ada aktor yang jauh lebih baik dari gue. Bisa jadi salah satunya itu dia. Anak ini punya bakat," jelasnya.

 

5. DOP Terbaik

"DOP-nya adalah DOP terbaik di Indonesia saat ini Ichal Tanjung. Secara visual luar biasa. Luar biasa visualnya," pungkas Abimana Aryasatya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Sukses di Indonesia, Perempuan Tanah Jahanam Bakal Tayang di Festival Film Sundance 2020
Artikel Selanjutnya
Joko Anwar Ungkap Pentingnya Smartpone dalam Proses Penggarapan Film